News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Irwan Hidayat Kembali Tambah Kepemilikan Saham Sido Muncul

Irwan Hidayat Kembali Tambah Kepemilikan Saham Sido Muncul

WARTAJOGJA.ID — Pergerakan instrumen investasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) di papan bursa efek tengah mencuri perhatian para pelaku pasar modal. 

Hal ini menyusul langkah taktis yang diambil oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang kembali melakukan aksi pembelian saham perseroan yang dipimpinnya.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia pada hari Selasa, 7 Juli 2026, Irwan Hidayat telah membeli sebanyak 1 juta lembar saham SIDO dalam satu kali transaksi perdagangan yang dieksekusi pada tanggal 29 Mei 2026 lalu. 

Transaksi personal tersebut dilakukan pada tingkat harga pelaksanaan sebesar Rp396 per lembar saham, sehingga total nilai kapitalisasi yang dikeluarkan mencapai angka Rp396 juta.  

​Aksi yang dilakukan oleh pucuk pimpinan perusahaan ini praktis memperkuat portofolio keuangan Irwan. 

Langkah menaruh modal secara masif pada perusahaan sendiri ini sering kali dibaca oleh publik sebagai indikator kuatnya tingkat kepercayaan manajemen internal terhadap prospek bisnis masa depan.  

​“Tujuan transaksi adalah untuk investasi pribadi dengan kepemilikan secara langsung,” tulis Manajemen SIDO, 7 Juli 2026.

​Dampak langsung dari realisasi penambahan modal kerja personal tersebut membuat struktur kepemilikan saham langsung milik Irwan Hidayat kini mengalami eskalasi menjadi 6,27 juta lembar saham, atau setara dengan perolehan 0,02% hak suara. 

Catatan kepemilikan baru ini meningkat dari posisi portofolio sebelumnya di mana Irwan hanya mengempit sejumlah 5,27 juta lembar saham SIDO yang merepresentasikan porsi hak suara sebesar 0,01%. 

Masuknya aliran dana investasi dari sang Direktur Utama berjalan beriringan dengan dinamika positif pergerakan harga saham SIDO di pasar sekunder, di mana pada sesi perdagangan Selasa, 7 Juli 2026 hingga pukul 11.15 Waktu Indonesia Barat, saham SIDO merangkak naik sebesar 0,54% atau menguat sebanyak 2 poin menuju level Rp370 per lembar saham.  

​Meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan jangka pendek, performa saham SIDO secara akumulatif sepanjang periode tahun berjalan 2026 sempat mengalami tekanan koreksi. 

Hingga awal Juli 2026, saham produsen Tolak Angin dan Kuku Bima ini tercatat sudah longsor sebesar 31,85% dari basis harga awal tahunnya. 

Namun, bagi sebagian analis dan pemodal berkarakter value investing, penurunan tajam harga saham ini justru membuka ruang diskon yang sangat lebar karena membuat tingkat valuasi saham SIDO menjadi jauh lebih murah dibandingkan dengan harga wajarnya secara historis.  

​Indikator murahnya harga saham berkode emiten SIDO saat ini terlihat jelas dari data aplikasi Stockbit Sekuritas, di mana angka rasionya sudah jatuh di bawah minus 2 standar deviasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. 

Saat ini, rasio Price to Book Value atau perbandingan harga saham terhadap nilai buku SIDO berada di angka 3,62 kali, yang mana posisi tersebut sudah menembus batas bawah deviasi historisnya. 

Setali tiga uang, rasio Price Earning atau perbandingan harga saham terhadap laba bersih perusahaan juga menunjukkan angka yang sangat atraktif yaitu sebesar 9,71 kali, berada di bawah standar deviasi rata-rata 3 tahun yang biasanya bertengger di level 10,16 kali.  

​Faktor fundamental lain yang membuat investasi saham SIDO dinilai masih sangat prospektif dalam jangka panjang adalah ketahanan model bisnis perusahaan dalam mengelola risiko ekonomi makro. 

Manajemen Sido Muncul mengonfirmasi bahwa gejolak geopolitik global yang sempat memicu kenaikan harga material kemasan dan fluktuasi nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat terhadap rupiah tidak membawa dampak negatif yang signifikan. Hal tersebut dikarenakan sekitar 90% pasokan bahan baku herbal Sido Muncul didatangkan secara mandiri dari ekosistem rantai pasok dalam negeri, sehingga ketergantungan terhadap komponen impor sangat minim.  

​Sido Muncul juga konsisten mencanangkan program strategis jangka panjang dengan memperbanyak pos anggaran riset klinis untuk pengembangan produk obat tanaman herbal bagi penyakit kronis, penguatan platform digital HerbalPedia, serta rencana ekspansi pasar baru ke kawasan Arab Saudi, Afrika, dan ASEAN. 

Melalui fondasi hulu herbal domestik yang kuat serta stabilitas keuangan yang terjaga, posisi tawar saham SIDO dinilai memiliki bantalan sentimen positif yang kuat untuk mencetak pembalikan arah performa saham yang menguntungkan bagi para pemegang saham di masa depan.  

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment