News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sido Muncul Gagas Inovasi Energi Biomassa dan Penyelamatan Ekosistem Rawa Pening

Sido Muncul Gagas Inovasi Energi Biomassa dan Penyelamatan Ekosistem Rawa Pening

WARTAJOGJA.ID — Kondisi ekologis Danau Rawa Pening yang berlokasi di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, secara konsisten terus menuai perhatian mendalam dari Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, selama sekitar 10 tahun terakhir. 

Danau alam yang memiliki total luas wilayah mencapai kisaran 2800 hektare tersebut saat ini tengah menghadapi ancaman lingkungan serius lantaran sekitar 70 persen dari seluruh permukaan airnya telah tertutup rapat oleh hamparan tanaman eceng gondok. 


Pertumbuhan masif gulma air ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem dan menurunkan kadar oksigen terlarut di dalam air, namun juga memicu laju sedimentasi yang mempercepat pendangkalan danau secara drastis. Menyikapi urgensi tersebut, Sido Muncul secara aktif menerjunkan tim riset dan melakukan kajian komprehensif demi memulihkan kawasan tersebut sekaligus mengonversinya menjadi sumber energi terbarukan dan destinasi pariwisata regional.

​Visi besar korporasi dalam menata kembali Rawa Pening didasarkan pada keyakinan bahwa pemulihan danau ini akan memberikan 4 dampak positif simultan, yakni penyelamatan ketahanan air, pembukaan lapangan kerja baru, penciptaan destinasi wisata unggulan, hingga peningkatan nilai jual tanah milik warga sekitar. 

Perbaikan kondisi fisik danau secara otomatis akan mengatrol nilai ekonomi tanah masyarakat, yang pada gilirannya akan mendongkrak kontribusi pajak serta Pendapatan Asli Daerah setempat. Selain itu, perbaikan lingkungan ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan sumber daya air bagi publik, terutama di tengah ancaman pemanasan iklim global dan fenomena cuaca El Nino.

​"Danau itu kalau dibenahi berpotensi besar sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, menyelamatkan sumber air, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tanah di daerah sekitar," papar Irwan Hidayat dilansir program Leader Talk detik.com pada hari Jumat, 3 Juli 2026.

​Irwan Hidayat juga menekankan esensialnya pelestarian air sebagai elemen vital kehidupan masa depan melalui pernyataan tegasnya. "Air itu lebih berharga daripada minyak," cetusnya.

​Berdasarkan komparasi data historis yang dihimpun, proses pendangkalan di cekungan Rawa Pening yang dikelilingi oleh 4 gunung utama meliputi Gunung Merbabu, Telomoyo, Ungaran, dan Kendalisodo ini memang telah berlangsung secara masif selama puluhan tahun. 


Pada tahun 1998, kedalaman permukaan air danau tercatat masih berada di kisaran 15 meter, namun akibat sedimentasi kontinu, kedalamannya saat ini diperkirakan menyusut tajam hingga tersisa sekitar 3 meter saja. Sedimentasi ekstrem ini diperparah oleh erosi tanah dari lereng-lereng perbukitan di sekeliling danau, di mana material tanah terbawa oleh arus belasan sungai muara, seperti Sungai Galeh, Kedungringin, dan Parat, lalu mengendap di dasar danau setiap kali musim hujan tiba. Melalui konversi kawasan menjadi pusat pariwisata, Sido Muncul berharap masyarakat setempat memiliki alternatif mata pencaharian baru sehingga tidak lagi menggarap lahan lereng secara berlebihan yang memperburuk erosi.

​"Kalau eceng gondok itu bisa dibersihkan dan sedimentasinya dikeruk, saya yakin Rawa Pening bakal menjadi tempat wisata. Pada gilirannya juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Kalau warga bisa bekerja di sektor wisata dengan penghasilan yang lebih baik, pemerintah juga akan lebih mudah melakukan penataan kawasan," tutur Irwan Hidayat menerangkan strategi integrasi ekonomi dan ekologi tersebut.

​Sebagai solusi konkret, selama 1 dekade ke belakang, Irwan bersama tim Riset dan Pengembangan (R&D) Sido Muncul berhasil menerapkan inovasi teknologi ramah lingkungan dengan mengubah eceng gondok menjadi wood pellet. Produk olahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar biomassa substitusi guna memasok kebutuhan energi bersih pada proses produksi jamu di pabrik Sido Muncul. 


Tidak berhenti di situ, Sido Muncul juga meneliti pemanfaatan lumpur hasil pengerukan sedimentasi rawa untuk dialokasikan menjadi briket bahan bakar, media tanam jamur, serta tanaman hias, bahkan material lumpur tersebut kini sudah mulai digunakan oleh sebagian petani lokal sebagai pupuk organik. Sebagai wujud komitmen operasional, Sido Muncul turut menawarkan bantuan fasilitas nyata berupa unit mesin pengolah lumpur rawa menjadi briket serta mesin pengeruk khusus eceng gondok yang memiliki kapasitas pembersihan hingga mencapai 1 hektare per hari.

​Irwan kembali memaparkan optimisme teknologi produksinya dalam memanfaatkan tanaman gulma tersebut. "Kalau kadar airnya bisa terus diminimalkan lalu dicampur ampas jamu, hasilnya akan keren banget sebagai bahan bakar," ungkap Irwan, yang kemudian menambahkan realisasi penyerapan lumpur danau oleh sektor pertanian domestik. "Beberapa petani sudah memanfaatkannya," kata Irwan singkat.

​Langkah penyelamatan lingkungan Rawa Pening sejatinya telah lama diinisiasi oleh Sido Muncul melalui berbagai aksi nyata terdahulu, termasuk dengan mendanai pelepasan ribuan bibit benih ikan sebanyak 2 kali ke dalam danau untuk menjaga kelestarian fauna air. Jauh sebelum itu, tepatnya pada pertengahan bulan Juli 2017, Irwan Hidayat bahkan memimpin pembuatan iklan produk Kuku Bima Energi yang dibintangi oleh binaragawan Ade Rai dengan mengambil latar di kawasan Jembatan Biru Rawa Pening. Visualisasi komersial tersebut sengaja dikonsep khusus bukan hanya demi mendongkrak penjualan produk semata, melainkan sebagai instrumen kampanye masif untuk mengetuk kesadaran publik dalam menyelamatkan Danau Rawa Pening dari kepungan eceng gondok serta mempromosikan pesona alamnya ke tingkat nasional.  

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment