News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Terus Tebar Manfaat, Sido Muncul Fasilitasi Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

Terus Tebar Manfaat, Sido Muncul Fasilitasi Operasi Sumbing Bibir Gratis di Bekasi

WARTAJOGJA.ID — Kasus penderita sumbing bibir dan celah langit-langit di Indonesia saat ini masih tergolong cukup tinggi dengan angka mencapai 7500 kasus per tahun berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan. 

Kelainan bawaan ini tidak hanya berdampak pada aspek estetika semata, namun juga sangat memengaruhi tumbuh kembang anak serta memicu risiko kekurangan nutrisi akibat kesulitan menelan. Idealnya, penanganan medis harus dilakukan sejak dini di mana operasi sumbing bibir dilaksanakan saat anak berusia 3 hingga 6 bulan, sedangkan operasi celah langit-langit pada usia 1 hingga 1,5 tahun agar tidak mengganggu kemampuan berbicara saat dewasa. 

Guna mengatasi hambatan keterbatasan ekonomi dan akses kesehatan yang kerap dihadapi keluarga pasien, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk secara konsisten memperkuat komitmen sosialnya dengan menyelenggarakan program bantuan kesehatan yang nyata bagi masyarakat luas.

​Melalui produk unggulannya, Kuku Bima dan Tolak Angin, Sido Muncul bersinergi dengan organisasi nirlaba Smile Train Indonesia dan Rumah Sakit Hermina Galaxy Kota Bekasi untuk menggelar bakti sosial operasi sumbing bibir dan celah langit-langit gratis.

Penyerahan bantuan finansial senilai Rp 325 juta dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, kepada Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati, dengan didampingi oleh Direktur Rumah Sakit Hermina Galaxy, dr. Hardimas, M.Kes., CRP pada hari Kamis, 2 Juli 2026. 

Alokasi dana bantuan tersebut sepenuhnya digunakan untuk membiayai seluruh rangkaian tindakan operasi bagi 50 orang pasien penderita sumbing bibir di wilayah Bekasi.

​Program kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian mendalam dari Sido Muncul terhadap masa depan anak-anak dan beban psikologis maupun material yang dipikul oleh orang tua mereka. 

Irwan Hidayat menyatakan bahwa pihak perusahaan dapat merasakan secara langsung penderitaan fisik dan penurunan rasa percaya diri yang dialami oleh para pasien cilik tersebut akibat kondisi medis yang mereka bawa sejak lahir.

​“Kami bisa merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan untuk makan, berbicara, dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Karena itu, hari ini kami kembali memberikan bantuan operasi bibir sumbing gratis bagi 50 penderita di wilayah Bekasi,” ujar Irwan Hidayat.

​Irwan Hidayat menambahkan bahwa kesuksesan agenda ini menjadi momentum kebahagiaan tersendiri bagi korporasi.

“Kami senang dan bersyukur sekali karena kami bisa berbuat sesuatu yang positif melalui produk-produk Sido Muncul seperti Kuku Bima dan Tolak Angin. Terima kasih juga kepada Rumah Sakit Hermina Galaxy dan pihak-pihak lain yang membuat acara hari ini bisa terlaksana dengan lancar,” ungkap Irwan.

​Menurut Irwan Hidayat, program bantuan operasi sumbing bibir gratis harus terus dilakukan secara kontinu karena tantangan sosial dan ekonomi masyarakat masih sangat nyata. Sido Muncul berkomitmen penuh untuk memperluas jangkauan kerja sama kemanusiaan ini ke berbagai wilayah pelosok tanah air di masa mendatang.
​“Bersama Smile Train yang sudah memiliki banyak networking, setiap ada tawaran, kami pasti akan berkomitmen untuk terus membantu menggelar operasi sumbing bibir gratis di daerah lainnya,” tambah Irwan.

​Lebih lanjut, kegiatan ini diposisikan sebagai bagian integral dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sido Muncul yang secara berkala menyasar problematika kesehatan nasional lainnya, seperti pemberantasan katarak dan stunting.

 “Bantuan yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya Sido Muncul untuk terus berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Indonesia. Selain operasi bibir sumbing, kami juga konsisten menjalankan program operasi katarak dan penanganan stunting. Kami berharap apa yang kami lakukan dapat diikuti oleh perusahaan lain agar semakin banyak masyarakat yang terbantu,” papar Irwan.

​Dalam kesempatan yang sama, pihak Smile Train Indonesia memberikan apresiasi tertinggi atas loyalitas Sido Muncul yang tiada henti dalam mendukung penuntasan kasus kelainan bawaan ini. Berdasarkan perhitungan statistik medis, dari setiap 700 kelahiran hidup di Indonesia, dipastikan terdapat 1 anak yang lahir dengan kondisi sumbing, sebuah rasio besar yang menuntut penanganan kolektif tepat waktu agar anak tidak mengalami pengucilan sosial saat tumbuh dewasa.

​“Support yang berkelanjutan dari Sido Muncul ini sudah memberikan bantuan operasi untuk lebih dari 500 pasien dari seluruh Indonesia. Jadi, tidak hanya pasien yang dekat dari pusat kota, tapi di daerah lainnya mulai dari Makassar hingga Nusa Tenggara Timur juga telah mendapatkan dukungan dari Sido Muncul. Bantuan ini tentu dapat memberikan manfaat yang luar biasa tidak hanya bagi anak-anak tapi juga keluarganya,” ungkap Direktur Smile Train Indonesia, Deasy Larasati.

​Pihak manajemen Rumah Sakit Hermina Galaxy turut menyampaikan rasa terima kasih atas amanah dan kolaborasi strategis yang terjalin demi kemaslahatan umat. Dukungan ini memantik semangat internal rumah sakit untuk terus mengoptimalkan infrastruktur medis, proses skrining yang ketat, serta tim dokter spesialis berpengalaman guna menjamin operasi berjalan aman.

​“Saya mewakili Rumah Sakit Hermina Galaxy sangat mengapresiasi Sido Muncul, Smile Train, dan dokter-dokter yang membantu adik-adik penderita sumbing bibir dan celah langit-langit. Bersama-sama, kami akan terus memberikan kontribusi terbaik untuk pasien-pasien kami dengan menyediakan dokter spesialis bedah mulut dan bedah plastik. Insyaallah hasilnya pun akan lebih baik,” kata dr. Hardimas.

​Upaya medis ini juga didukung penuh oleh penuturan teknis spesialis bedah mulut maksilofasial, drg. Joni Putra, SpBM, yang menjelaskan pentingnya deteksi dan tindakan operasi terjadwal demi menyempurnakan fungsi organ artikulasi anak sebelum memasuki usia sekolah.

​“Idealnya untuk penanganan celah bibir sudah bisa dilakukan operasi di usia 3 bulan, sedangkan celah langit-langit saat berusia 18 bulan atau 1,5 tahun, sehingga tidak akan memengaruhi kemampuan berbicaranya saat dewasa. Jadi setelah anak lahir dan mendapati kondisi tersebut, keluarga sebaiknya sudah mulai mempersiapkan pemeriksaan agar dapat ditangani tepat waktu,” jelas drg. Joni Putra.

​Keajaiban program pemulihan ini dirasakan langsung oleh Sofiani, seorang ibu berusia 23 tahun asal Bekasi, yang membawa bayinya bernama Faleesha. Bayi yang baru menginjak usia 40 hari tersebut tercatat sebagai penerima bantuan operasi termuda dalam pelaksanaan bakti sosial kali ini, dan dijadwalkan akan naik ke meja operasi tepat saat usianya menginjak 3 bulan.

​“Saat pertama kali melihat keadaan anak saya, rasanya seperti dunia runtuh. Jadi saya sangat bersyukur sekali mendapat bantuan ini. Saya berterima kasih kepada Sido Muncul, Smile Train, dan Rumah Sakit Hermina Galaxy karena akhirnya anak saya bisa dioperasi. Harapannya anak saya bisa kembali normal setelah dioperasi dan sehat sampai sekolah,” tutur Sofiani dengan penuh haru.

​Sido Muncul telah merintis program operasi sumbing bibir dan celah langit-langit gratis ini sejak tahun 2018, dengan pelaksanaan perdana bertempat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Dalam perjalanannya, korporasi farmasi ini tidak hanya bermitra dengan Smile Train Indonesia melainkan juga aktif menggandeng berbagai lembaga serta yayasan sosial lokal di sejumlah daerah. 

Hingga pertengahan tahun 2026, Kuku Bima dan Tolak Angin Sido Muncul tercatat telah sukses memfasilitasi operasi pemulihan bagi 774 pasien sumbing bibir di berbagai penjuru wilayah Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan umum, Sido Muncul secara konsisten menetapkan target kuota pasien berkala setiap tahunnya guna memastikan pemerataan layanan kesehatan gratis yang berkesinambungan bagi masyarakat.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment