Inovasi TOFILOKA: Tim Mahasiswa UAD Raih Pendanaan P2MW 2026 Lewat Suvenir Ampas Tahu
WARTAJOGJA.ID — Lima mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil membuktikan bahwa limbah ampas tahu memiliki nilai jual tinggi. Melalui inovasi usaha suvenir khas Yogyakarta bernama TOFILOKA, tim yang diketuai oleh Muhammad Khairul Anam ini sukses menembus seleksi dan meraih pendanaan dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Lolosnya pendanaan ini dipicu oleh konsep produk TOFILOKA yang dinilai mampu menjawab dua masalah sekaligus, yakni penumpukan ampas tahu yang rentan mencemari lingkungan serta kebutuhan turis akan suvenir khas yang bernilai cerita tinggi. Keanggotaan tim ini sendiri diperkuat oleh kolaborasi Khairul bersama Mochamad Geren Wibisana, Adnan Bintang Nur F., Afifa Puspa Wardhana, dan Annida Shafa Salsabila.
Atas pencapaian tersebut, Khairul menyampaikan rasa syukurnya atas sinergi tim dan pendampingan yang diberikan oleh dosen pembimbing selama penyusunan proposal. "TOFILOKA hadir sebagai inovasi produk suvenir yang mengangkat konsep keberlanjutan. Produk ini memanfaatkan serat ampas tahu yang selama ini dianggap sebagai limbah menjadi berbagai suvenir bernilai estetika, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi," jelas Khairul.
Keunggulan TOFILOKA tak hanya terletak pada bahan bakunya yang ramah lingkungan dan penerapan prinsip ekonomi sirkular, tetapi juga desainnya yang kental dengan sentuhan identitas budaya Yogyakarta. Khairul menambahkan bahwa usaha ini dirancang untuk memberi dampak nyata, tidak sekadar mencari keuntungan semata. "TOFILOKA hadir sebagai solusi dengan mengubah limbah ampas tahu menjadi produk suvenir bernilai jual. Selain mengurangi limbah, produk ini juga mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM," paparnya.
Keberhasilan meraih pendanaan P2MW 2026 ini melewati tahapan panjang, mulai dari riset pasar, pengembangan produk, hingga pematangan model bisnis. Pascapendanaan, tim TOFILOKA bersiap memperluas skala usaha dengan meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat branding, memeperluas saluran pemasaran online dan offline, serta menggandeng UMKM lokal. Melalui langkah ini, mereka berharap TOFILOKA dapat berkembang mandiri, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus populer sebagai suvenir khas Yogyakarta.
Post a Comment