Jogja Halal Fest #3 Resmi Diluncurkan, Bidik Pengunjung Naik Dua Kali Lipat dan Perkuat Ekosistem Syariah
WARTAJOGJA.ID – Jogja Halal Fest (JHF) #3 resmi diluncurkan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ajang pameran dan industri halal berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 mendatang di Jogja Expo Center (JEC).
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, Prof Edy Suandi Hamid, menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah, mulai dari industri kriya mode, pendidikan, hingga pariwisata ramah muslim. Menurutnya, ajang ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi tersebut dengan merangkul para pelaku usaha lintas skala.
"Kami berharap Jogja turut berperan aktif, mengingat besarnya potensi ekonomi syariah di daerah ini, mulai dari industri fashion, pendidikan, hingga wisata ramah muslim. Kegiatan ini diharapkan dapat diikuti oleh pelaku ekonomi skala lokal, nasional, hingga global," kata Edy saat acara peluncuran JHF #3 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kamis (30/7/2026).
Pada gelaran ketiganya ini, pihak penyelenggara mematok target peningkatan jumlah pengunjung hingga dua kali lipat dibanding edisi sebelumnya. Pertumbuhan ini dinilai realistis mengingat tren positif pelaksanaan JHF yang mencatatkan 33.000 pengunjung pada gelaran perdana dan naik menjadi 37.000 pengunjung pada edisi kedua, serta didorong oleh makin banyaknya partisipasi peserta dari mancanegara.
Langkah perluasan akses pasar dan penguatan ekosistem ini turut mendapat dukungan penuh dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY. KADIN DIY menilai JHF #3 tidak sekadar menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga wadah untuk mendorong keberlanjutan industri halal dan membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar internasional.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk menjadikan sektor syariah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Yogyakarta.
"Ekonomi syariah adalah motor ekonomi baru yang mampu memberikan kesejahteraan serta manfaat luas bagi masyarakat. Jogja Halal Fest bukan hanya ajang promosi produk halal, tetapi juga wadah penguatan UMKM dan perluasan jejaring bisnis," ujar Sri Darmadi Sudibyo.
Post a Comment