Demo Mahasiswa UMY “Merahkan Titik Nol”
WARTAJOGJA.ID : Demo mahasiswa di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta terjadi dalam beberapa hari terakhir. Terakhir demo bertajuk "Merahkan Titik Nol" yang diinisiasi oleh ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMY/Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Rabu, 17/06/26).
Mereka bergerak bersama termasuk mahasiswa yang tergabung dalam GMNI UMY. Aksi sebelumnya di tempat yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa UII (Senin, 15/06/26).
Aksi unjuk rasa ini menyoroti sejumlah masalah kebijakan publik dan kondisi nasional. Pertama, Kebijakan Ekonomi dan Energi. Mereka menuntut penurunan harga BBM serta bahan kebutuhan pokok. Mereka juga mendesak pemerintah mempercepat transisi energi nasional agar tidak bergantung pada impor.
Kedua, Evaluasi Program Pemerintah. Mereka menuntut penghentian program-program populis yang dinilai tergesa-gesa dan membebani APBN, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta Proyek Strategis Nasional (PSN) yang merugikan rakyat.
Ketiga, Politik Internasional. Mahasiswa menuntut pemerintah untuk segera menghentikan keterlibatan Indonesia dalam berbagai agenda politik internasional yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Keempat, Privatisasi Pendidikan. Mereka menolak komersialisasi dan privatisasi sektor pendidikan, serta menuntut alokasi APBN yang memprioritaskan pendidikan dan kesehatan.
Kelima, Reformasi dan Hak Asasi. Mahasiswa mendesak penghentian kriminalisasi terhadap aktivis, jaminan kebebasan berpendapat, penghentian perampasan tanah, serta menolak militerisme di ruang sipil (mengembalikan TNI-Polri ke barak).
Tuntutan lain yang disampaikan oleh mahasiswa pengusutan secara tuntas seluruh kasus korupsi yang terkait dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Disamping itu, dilakukan pencopotan pejabat negara Anggota DPR RI Komisi IX, dan aparat penegak hukum lainnya termasuk salah satu Wakil Ketua KPK yang sudah diduga/terindikasi terlibat dalam praktiktindak pidana korupsi program MBG, serta Kejaksaan dan Polri yang diduga terlibat dalam praktik korupsi program MBG. Demikian tuntutan yang mahasiswa yang disampaikan oleh Ilham (Korlap GMNI UMY).
Aksi mahasiswa juga menuntut penghentian segala bentuk perampasan tanah rakyat, eksploitasi sumber daya alam yang merugikan masyarakat, serta berbagai praktik penindasan yang dilakukan atas nama pembangunan. Reformasi agraria sejati harus diwujudkan sebagai jalan menuju keadilan sosial.
“Kami menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, memperkuat solidaritas, dan terus memperjuangkan hak-hak rakyat demi terwujudnya Indonesia yang adil, demokratis, berdaulat, dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak”, ajakan Ilham. Massa aksi berkumpul di simpang empat jantung Kota Jogja tersebut sejak pukul 14.00 WIB dan telah membubarkan diri secara tertib pada pukul 17.30 WIB
Post a Comment