Pembukaan Peksimiprov 2026 di ISI Yogyakarta, Jalin Soliditas Lintas Kampus
WARTAJOGJA.ID : Ajang Pekan Seni Mahasiswa Provinsi (Peksimiprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2026 resmi dibuka di Concert Hall Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kompetisi seni dua tahunan yang menjadi program resmi Kementerian Pendidikan ini diikuti oleh 35 perguruan tinggi negeri maupun swasta di wilayah DIY guna menyaring talenta terbaik yang akan mewakili daerah ke tingkat nasional.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Hum., menyatakan bahwa ajang ini memiliki urgensi besar di tengah gempuran teknologi budaya modern yang memengaruhi pola pikir generasi muda saat ini.
Ia menekankan pentingnya aktivitas fisik dan pengalaman langsung dalam membentuk karakter serta mengasah aspek softskill maupun kepemimpinan mahasiswa.
"Ajang ini memang merupakan salah satu wadah penting kita menyelesaikan salah satu PR bangsa yaitu karakter mahasiswa atau generasi muda adik-adik kita yang saat ini terus digempur dengan berbagai perkembangan baik pengaruh budaya maupun pengaruh teknologi dan lain sebagainya," kata Rektor.
Akibatnya, aspek softskill juga aspek kepemimpinan dan pengalaman langsung seperti ajang ini merupakan satu hal yang sangat penting bagi generasi muda.
Ia mengatakan dalam beberapa survei, melihat di masa saat ini semakin hari bagian otak manusia hipotalamus yang terkait dengan pengalaman langsung itu semakin hari semakin mengecil.
"Yang artinya semakin hari kita ini semakin karena sudah banyak terbantu dengan hal-hal yang serba otomatis sehingga manusia sebagaimana fitrahnya tetap membutuhkan aktivitas-aktivitas langsung physical yang bisa menjaga nilai-nilai dan karakter mereka untuk itu," kata Rektor.
Peksimiprov yang sudah dilakukan melalui tahapan tahapab, merupakan salah satu sarana untuk itu.
"Mudah-mudahan keterlibatan kampus di tahun berikutnya bisa semakin banyak mengingat populasi kampus di Yogya cukup banyak," kata dia.
Rektor menyampaikan apresiasi karena ISI Yogyakarta dipercaya menjadi salah satu tuan rumah dalam pelaksanaan ajang ini.
"Insya Allah nanti pembukaan pada hari ini maupun penutupan juga akan dilaksanakan di ISI, kami tentu senang dan bangga bahwa ISI Yogyakarta mendapat kepercayaan untuk melaksanakan hal tersebut dan semoga dengan meningkatnya jumlah peserta pada tahun depan jumlah kampus yang menjadi tuan rumah bisa lebih banyak sehingga semangat kebersamaan dalam pelaksanaan proses ini bisa lebih kuat lagi," ujar Rektor.
Pembukaan agenda akbar ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus Badan Pembinaan Mahasiswa Seni Indonesia (BPSMIDI).
Penyelenggaraan Peksimiprov kali ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan membagi 15 tangkai lomba di beberapa kampus berbeda.
ISI Yogyakarta sendiri berkontribusi menjadi tempat penyelenggaraan untuk sekitar 6 atau 7 mata lomba, sekaligus menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan.
Secara rinci, pembagian tuan rumah pelaksanaan lomba tersebar di lima perguruan tinggi. ISI Yogyakarta bertindak sebagai tuan rumah untuk tangkai lomba tari, menyanyi keroncong, menyanyi seriosa, komik strip, dan lukis. Selanjutnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengampu tangkai lomba penulisan puisi, penulisan cerpen, dan penulisan lakon. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dipercaya menyelenggarakan lomba menyanyi pop, menyanyi dangdut, dan vokal grup. Sementara itu, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengelola mata lomba menulis cerpen dan baca puisi, Universitas Islam Indonesia (UII) memegang tangkai lomba fotografi, serta Universitas Amikom Yogyakarta menjadi tuan rumah untuk cabang desain poster.
Sebelum melaju ke tingkat provinsi, para peserta telah terlebih dahulu melewati tahapan seleksi ketat di tingkat internal kampus masing-masing melalui ajang Pekan Seni Mahasiswa Kampus (Peksimikam) yang sudah rampung dilaksanakan sejak tiga bulan yang lalu.
Pada pelaksanaan Peksimiprov DIY 2026 ini, persaingan ketat tersaji di 15 kategori perlombaan dengan jumlah partisipan yang bervariasi. Berdasarkan data laporan, tercatat cabang desain poster diikuti oleh 13 peserta, komik strip diikuti oleh 13 peserta, keroncong diikuti oleh 11 peserta, seriosa diikuti oleh 9 peserta, dan cabang tari diikuti oleh 13 tim.
Selain itu, bidang seni rupa dan sastra juga mencatatkan partisipasi yang signifikan, di mana cabang lukis diikuti oleh 12 peserta, monolog diikuti oleh 8 peserta, baca puisi diikuti oleh 25 peserta, penulisan cerpen diikuti oleh 10 peserta, penulisan lakon diikuti oleh 5 peserta, dan penulisan puisi diikuti oleh 14 peserta. Sementara pada kategori media dan olah vokal, cabang fotografi diikuti oleh 12 peserta, menyanyi pop diikuti oleh 33 peserta, menyanyi dangdut diikuti oleh 20 peserta, serta vokal grup diikuti oleh 7 tim.
Rektor ISI Yogya menambahkan bahwa mahasiswa dari ISI Yogyakarta sendiri berpartisipasi penuh di seluruh kategori yang ada, khususnya pada bidang seni rupa, desain, hingga seni pertunjukan.
Kendati ISI Yogyakarta merupakan perguruan tinggi seni dengan potensi talenta yang melimpah, ia menegaskan bahwa orientasi utama dari kompetisi ini adalah kebersamaan demi nama baik daerah, bukan ego sektoral antar-institusi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Pengurus Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muhammad Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M., menegaskan peran strategis dari perhelatan berkala ini. Kholid memaparkan bahwa kegiatan Peksimiprov juga menjadi media silaturahmi kolaborasi serta seleksi mahasiswa terbaik Daerah Istimewa Yogyakarta.
Seluruh peraih juara pertama dari setiap kategori perlombaan di tingkat provinsi ini nantinya otomatis akan memegang mandat penuh untuk mewakili kontingen DIY di kancah nasional.
"Ajang Peksimiprov 2026 ini diproyeksikan akan berlanjut ke ajang kompetisi yang lebih tinggi, yaitu Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas)," kata dia.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pergelaran akbar berskala nasional tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 8 September 2026 mendatang dengan menunjuk Universitas Jember di Jawa Timur sebagai pihak tuan rumah penyelenggara utama. Melalui sinergi kolektif dari 35 perguruan tinggi yang terlibat, kontingen DIY menargetkan performa maksimal agar mampu membawa pulang gelar juara umum di tingkat pusat.
Post a Comment