20 Tahun Berkarya, Phillip Iswardono Siapkan Gelaran Menyuluh Wastra Menoreh Jejak di TBY 2-3 Mei 2026
WARTAJOGJA.ID — Desainer Indonesia, Phillip Iswardono, menandai perjalanan 20 tahun kiprahnya di dunia mode melalui pergelaran tunggal bertajuk “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak”, yang akan digelar pada 2 & 3 Mei 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.
Phillip Iswardono adalah desainer Indonesia yang telah berkarya selama dua dekade dengan fokus pada eksplorasi wastra Nusantara. Melalui jenama Phillip, ia dikenal konsisten mengangkat nilai tradisi ke dalam karya-karya kontemporer yang berakar kuat pada budaya Indonesia.
Sebagai rangkaian awal, diselenggarakan Media Viewing & Press Conference di Mesastila Resort & Spa, yang menghadirkan para narasumber utama serta rekan media untuk mendapatkan gambaran awal konsep dan koleksi yang akan ditampilkan.
Acara ini dihadiri oleh Afif Syakur selaku Penasehat Event, Phillip Iswardono sebagai Desainer sekaligus Founder jenama Phillip, Irwan selaku General Manager Mesastila Resort & Spa, serta Nyudi Dwijo sebagai Project Manager pergelaran.
Dalam sambutannya, Afif Syakur menekankan bahwa pergelaran ini tidak hanya menjadi perayaan perjalanan personal seorang desainer, tetapi juga bagian dari upaya merawat warisan budaya.
“Ini bukan sekadar selebrasi 20 tahun berkarya, tetapi juga bentuk komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali nilai-nilai wastra sebagai identitas bangsa,” ujarnya.
Mengangkat inspirasi dari kekayaan budaya tujuh daerah di Indonesia, koleksi yang akan ditampilkan merepresentasikan perjalanan panjang eksplorasi Phillip Iswardono terhadap tekstil tradisional. Melalui pendekatan yang memadukan teknik lokal dan sentuhan kontemporer, karya-karya ini diharapkan mampu menjembatani tradisi dengan konteks modern.
Dalam sesi press conference, Phillip Iswardono mengungkapkan bahwa proses kreatif yang dijalaninya tidak hanya berbicara tentang estetika, tetapi juga tentang makna.
“Wastra bagi saya bukan hanya kain, tetapi ruang ingatan dan identitas. Setiap karya adalah bagian dari perjalanan, penuh pencarian, kegelisahan, sekaligus kesetiaan pada nilai,” ungkapnya.
Sementara itu, Nyudi Dwijo menjelaskan bahwa pergelaran ini dirancang sebagai sebuah narasi utuh yang menggabungkan konsep artistik, kuratorial, dan pengalaman visual bagi audiens. Acara ini merupakan gabungan antara fashion art instalation dan fashion show, fashion art instalation menggambarkan proses perjalanan Phillip berkarya selama 2 dekade.
Irwan juga menambahkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan pengalaman budaya yang berkelas dan berkesan.
Sebagai bagian dari acara, ditampilkan trunkshow (20 look) yang merupakan sneak peek koleksi pilihan. Trunkshow ini menjadi pengantar menuju pergelaran utama, menampilkan fase-fase penting dalam perjalanan kreatif Phillip,mulai dari eksplorasi tekstil tradisional, pemanfaatan material lokal, hingga pengembangan gaya visual yang lebih kontemporer tanpa meninggalkan akar budaya.
Melalui kegiatan ini, para tamu undangan dan media mendapatkan gambaran eksklusif mengenai arah artistik pergelaran, sekaligus memperkuat posisi wastra sebagai bagian penting dari identitas budaya Indonesia yang terus relevan.
Pergelaran tunggal “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” diharapkan menjadi momentum penting dalam merayakan perjalanan kreatif sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi dan inovasi dalam dunia mode Indonesia.
Post a Comment