Keseruan Syawalan Trah Mataram SGB VA Alumni Yogyakarta
WARTAJOGJA.ID : Trah Mataram SGB VA Alumni Yogyakarta merupakan komunitas Virtual Assistant alumni dari Singapore Guidebook Virtual Assistant Course (SGB VA Course), yang berdomisili di Yogyakarta.
Keanggotaan mereka mencapai lebih dari 350 alumnus. Komunitas ini telah memiliki lebih dari 20.000 alumnus yang
tersebar di seluruh Indonesia, Singapura, Malaysia, Australia, Jerman dan berbagai negara lainnya.
Big gathering SGB VA Alumni Yogyakarta tersebut merupakan kegiatan rutin komunitas yang telah dimulai sejak tahun lalu. Big gathering ini berlangsung pada hari Minggu 12 April 2026 di Hotel Neo Malioboro, selain dalam rangka syawalan komunitas juga menjadi ajang
berbagi ilmu.
Sharing ilmu dilakukan dengan kegiatan bedah portfolio dari dua alumni, Didit Indrawan dan Puput Meinis, Kegiatan bedah portfolio ini dilakukan oleh Bidhari Andhana, salah satu student advisor dari SGB VA course.
Selanjutnya juga dilakukan mock up discovery call yang dilakukan langsung oleh Tatiana Gromenko, pendiri SGB VA Course yang khusus datang ke Yogyakarta untuk bertemu dan
berdiskusi langsung terkait program yang akan dijalankan bagi komunitas sepanjang tahun 2026.
Tatiana Gromenko sangat mengapresiasi kehadiran banyak alumni yang tidak hanya berasal dari Yogyakarta, namun juga dari Solo, Ngawi, Semarang, Temanggung dan
kota-kota lain di sekitar Yogyakarta. Apresiasi juga diberikan kepada panitia penyelenggara karena dapat menyelenggarakan kegiatan secara profesional bagi alumni sehingga banyak
terjadi networking baru antar anggota komunitas dan memberi berbagai manfaat untuk pengembangan profesi Virtual Assistant (VA).
Dalam kegiatan Big Gathering ini, Ketua Panitia Pelaksana, Nensi Martanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan banyak Virtual Assistant yang berada dalam ekosistem
SGB VA untuk menjalin networking dan meningkatkan kapasitas diri mereka.
Agenda pertama tentang optimasi portofolio merupakan pengetahuan mendasar dan menjadi modal
awal bagi VA untuk mencari klien. Acara juga memberikan pengalaman melakukan Discovery Call melalui role play dari sesama alumni, agar kemampuan dalam proses diskusi
dengan klien potensial dapat memberi hasil positif bagi karier para Virtual Assistant itu sendiri.
Rangkaian acara berlangsung dengan antusiasme yang tinggi dari para alumni, dialog interaktif dengan narasumber terutama Tania Gromenko membuat acara semakin semarak.
Diakhir acara founder SGB VA tersebut menyampaikan bahwa praktek profesi sebagai seorang virtual assistant harus dilalui dengan berbagai pengalaman menarik salah satunya ditolak berkali-kali dalam proses mencari klien.
Hal ini sangat wajar terjadi, namun jangan sampai membuat putus asa bagi alumni. Semakin kita melalui rejection, akan memberi kita kesempatan memperbaiki pontensi dan cara pendekatan yang lebih baik lagi dengan calon klien.
Sehingga harapannya kualitas VA akan semakin meningkat seiring dengan berbagai pengalaman yang dilalui dalam proses pengajuan kemitraan bersama potensi klien.
Post a Comment