News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pertamina Patra Niaga JBT Siagakan Layanan Energi Hadapi Lonjakan Permintaan BBM Lebaran

Pertamina Patra Niaga JBT Siagakan Layanan Energi Hadapi Lonjakan Permintaan BBM Lebaran

WARTAJOGJA.ID : Menyambut masa Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026 yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memproyeksikan adanya perubahan signifikan pada pola konsumsi bahan bakar masyarakat. 

Permintaan terhadap kelompok bahan bakar bensin atau Gasoline diperkirakan melonjak drastis hingga 30,3 persen, dengan kenaikan dari rata-rata harian normal sebesar 12.943 kiloliter (KL) menjadi 16.863 KL per hari. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan konsumsi pada seluruh jenis produk Gasoline, di antaranya Pertalite yang diprediksi naik 30,2 persen menjadi 12.741 KL, Pertamax yang meningkat 29,7 persen menjadi 3.943 KL, serta Pertamax Turbo yang melonjak hingga 55,3 persen mencapai 171 KL per hari. 

Sebaliknya, kelompok bahan bakar diesel atau Gasoil secara keseluruhan diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 10,3 persen dari rerata harian 7.069 KL menjadi 6.340 KL seiring adanya pembatasan angkutan barang selama periode mudik dan balik. Meskipun total permintaan Gasoil menurun, produk Dexlite justru diprediksi mengalami pertumbuhan permintaan sebesar 7,3 persen menjadi 118 KL, sementara Pertamina Dex naik tajam hingga 64,2 persen menjadi 279 KL per hari dibandingkan konsumsi normal.
Guna memastikan distribusi energi berjalan lancar di tengah fluktuasi permintaan tersebut, Executive GM Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan stok di seluruh titik pasokan. "Melalui penguatan empat pilar layanan RAFI, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat yang meningkat sekaligus memberikan pelayanan prima sepenuh hati terhadap kualitas produk dan layanan SPBU," ujar Fanda Chrismianto menekankan kesiapan jajarannya dalam melayani pemudik. 

Strategi ini mencakup pengoperasian 1.119 SPBU secara total, di mana 309 unit di antaranya disiagakan selama 24 jam penuh di jalur-jalur potensial mudik dan wisata.

Layanan distribusi juga diperkuat melalui pemetaan infrastruktur yang komprehensif oleh Region Manager Supply & Distribution, Priyo Djatmiko, yang menyiagakan beragam fasilitas tambahan di lokasi-lokasi strategis. Priyo Djatmiko mengungkapkan bahwa Pertamina telah menyiapkan 59 unit Mobile Storage sebagai SPBU kantong atau cadangan suplai BBM untuk mengantisipasi hambatan logistik. 

"Kami juga mengoperasikan 21 unit Modular, 11 unit Kiosk, serta menyiagakan 22 unit layanan Motoris atau Pertamina Delivery Service (PDS) untuk menjangkau lokasi-lokasi yang mengalami kepadatan lalu lintas tinggi atau area yang jauh dari SPBU eksisting," jelas Priyo Djatmiko mengenai teknis pengamanan pasokan di lapangan. Khusus di sepanjang jalur tol Jawa Tengah, terdapat 13 titik layanan SPBU reguler yang didukung oleh tambahan 13 titik modular guna mempercepat pelayanan pengisian bahan bakar bagi para pemudik.


Dukungan terhadap kelancaran masa Satgas RAFI 2026 juga datang dari sisi regulasi dan pengawasan daerah, sebagaimana disampaikan oleh Kadis ESDM Jateng, Agus Sugiharto. Agus Sugiharto menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menjaga kondusivitas wilayah selama masa libur panjang yang berbarengan dengan Hari Raya Nyepi ini. 

"Kami melakukan komunikasi intensif dengan Pertamina untuk mengantisipasi berbagai kendala, termasuk antisipasi cuaca ekstrem di wilayah terpencil dengan melakukan pembangunan stok BBM sejak H-14 di SPBU-SPBU setempat," tutur Agus Sugiharto menjelaskan langkah preventif pemerintah daerah. Upaya ini bertujuan agar masyarakat di kepulauan kecil maupun daerah remote tetap mendapatkan akses energi yang stabil meskipun terjadi lonjakan permintaan secara nasional.


Sementara itu, kesiapan di tingkat penyalur dipastikan oleh Ketua Hiswana Migas Jateng DIY, Agung Karnadi, yang mengoordinasikan kesiapan pangkalan dan agen di seluruh wilayah Jawa Bagian Tengah dan DIY. Agung Karnadi menyatakan bahwa seluruh jaringan mitra Pertamina siap mendukung penuh peningkatan konsumsi masyarakat, terutama dengan adanya 1.033 Agen Siaga LPG yang beroperasi 24 jam. "Kami fokus pada peningkatan layanan di seluruh outlet agar kebutuhan energi transportasi dan rumah tangga, termasuk pasokan LPG yang diprediksi naik 9,0 persen, dapat terpenuhi tanpa kendala berarti selama periode puncak arus mudik dan balik berlangsung," pungkas Agung Karnadi.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment