News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

JPW Kutuk Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Sudah Masuk Jurang Demokrasi

JPW Kutuk Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Sudah Masuk Jurang Demokrasi


WARTAJOGJA.ID – Jogja Police Watch (JPW) mengecam keras aksi teror penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Tindakan tersebut dinilai sebagai aksi pengecut yang tidak hanya mengancam keselamatan individu, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi kebebasan berpendapat di Indonesia.

Kadiv Humas JPW sekaligus Pegiat HAM Yogyakarta, Baharuddin Kamba, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di tengah bulan suci Ramadan ini. Menurutnya, serangan tersebut diduga kuat memiliki kaitan erat dengan dedikasi Andrie dalam menyuarakan isu-isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Dugaan Serangan Terencana
JPW meyakini bahwa insiden ini bukanlah aksi kriminalitas biasa, melainkan serangan yang telah direncanakan dengan matang.

"Kami menduga kuat bahwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berkaitan dengan kerja-kerjanya sebagai aktivis HAM. Kami juga menduga bahwa korban sudah diincar terlebih dahulu sebelum aksi penyiraman terjadi," ujar Kamba dalam keterangan resminya.

Meski diterjang berbagai aksi teror dan upaya kriminalisasi terhadap tahanan politik yang tengah berjalan, Kamba menegaskan bahwa nyali para aktivis tidak akan menciut. Ia menjamin gerakan advokasi keadilan akan terus berjalan melawan segala bentuk kezaliman.
Desakan kepada Presiden dan Kapolri
Mengingat seriusnya eskalasi teror ini, JPW meminta atensi langsung dari pucuk pimpinan negara. Kamba mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar bertindak cepat.

Ada tiga poin utama yang ditekankan JPW kepada aparat penegak hukum:
 * Penangkapan Segera: Meringkus pelaku lapangan dalam waktu singkat.
 * Usut Tuntas Dalang: Tidak hanya menangkap eksekutor, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan.
 * Transparansi: Proses hukum harus berjalan adil dan terbuka bagi publik.
Pembentukan Tim Pencari Fakta

Lebih lanjut, Kamba menilai kondisi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ia menyebut kasus Andrie Yunus adalah bukti nyata bahwa Indonesia sedang berada di titik nadir demokrasi.

"Penyiraman air keras ini tidak lagi hanya sebatas 'alarm bahaya' demokrasi, tetapi sudah masuk ke jurang demokrasi," tegasnya.

Sebagai langkah konkret untuk memastikan keadilan, JPW mengusulkan dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) guna mengawal kasus ini secara independen dan menyeluruh.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment