Pariwisata Sleman Siap Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Lebaran 1447H
WARTAJOGJA.ID : Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut momentum libur Lebaran 1447 Hijriah yang diprediksi akan membawa gelombang wisatawan dalam jumlah besar.
Berdasarkan data sangat sementara hingga 9 Maret 2026, pergerakan wisatawan di Kabupaten Sleman telah mencapai angka 955.748 pergerakan yang didominasi oleh wisatawan nusantara sebesar 98,93 persen atau setara dengan 945.493 pergerakan.
Arus kunjungan dalam negeri ini mayoritas berasal dari Pulau Jawa dengan persentase mencapai 95 persen, di mana pelancong utama berasal dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Hingga saat ini, destinasi yang dikelola PT TWC seperti candi masih menjadi primadona dengan kontribusi 23,32 persen, disusul oleh atraksi Jip atau Lava Tour sebesar 15,34 persen, dan kawasan Kaliurang sebanyak 9,74 persen.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, SE, M.Ec.Dev, menjelaskan bahwa sektor pariwisata memegang peranan krusial terhadap pendapatan daerah pada tahun ini.
"Pada tahun 2026, pariwisata diharapkan mampu berkontribusi sebesar 22,61 persen atau senilai Rp387,2 miliar dari total target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman yang berada di angka Rp1,712 triliun," ujar Kus Endarto dalam konferensi pers, Selasa 10 Maret 2026.
Hingga 31 Januari 2026, realisasi PAD sektor pariwisata telah menyentuh Rp45,544 miliar atau 11,76 persen dari target. Secara lebih rinci, retribusi pariwisata yang terkumpul mencapai Rp534,563 juta dari target Rp4,910 miliar, sementara pendapatan dari kerja sama pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) tercatat sebesar Rp35.416.500,00 dari target Rp290 juta.
Memasuki periode libur Lebaran yang ditetapkan mulai 14 hingga 29 Maret 2026, Dinas Pariwisata memperkirakan akan terjadi sekitar 250.000 hingga 400.000 pergerakan wisatawan di berbagai destinasi di Sleman dengan dominasi pengunjung tetap dari Pulau Jawa.
Selama periode ini, rata-rata belanja wisatawan diprediksi berkisar antara Rp500.000,00 hingga Rp1.500.000,00 dengan komponen pengeluaran terbesar pada sektor akomodasi, makan dan minum, tiket masuk objek wisata, serta belanja oleh-oleh.
Lama tinggal atau length of stay wisatawan diperkirakan berada pada kisaran 1,75 hingga 2 hari, sementara tingkat okupansi hotel diprediksi akan bergerak di angka 45 persen sampai 60 persen.
"Kami telah menyiapkan langkah-langkah komprehensif untuk memastikan libur Lebaran kali ini berjalan lancar.
Dinas Pariwisata telah menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas yang mengacu pada arahan Menteri Pariwisata untuk menjamin penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengunjung di Kabupaten Sleman," ujar Kus Endarto.
Langkah konkret yang diambil meliputi penerbitan Surat Edaran yang mencakup tujuh poin utama, mulai dari memastikan pelaksanaan Cleanliness, Health, Safety, and Environment sustainability (CHSE) di seluruh unit usaha, hingga kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan informasi BMKG.
Pengelola wisata juga diwajibkan mematuhi arahan BPPTKG dan BPBD terkait aktivitas Gunung Merapi serta menjalin koordinasi ketat dengan layanan kedaruratan seperti Rumah Sakit, PMI, dan Kepolisian.
Aspek keamanan menjadi prioritas melalui kalibrasi dan uji petik kelaikan fasilitas, terutama bagi penyedia jasa jip wisata di Kaliurang, Kaliadem, dan Tebing Breksi. Selain itu, para pelaku usaha dilarang menaikkan harga di luar batas kewajaran serta wajib mengelola sampah demi menjaga kelestarian lingkungan.
Guna mendukung kelancaran operasional di lapangan, Dinas Pariwisata melakukan monitoring rutin dan menyiagakan petugas tambahan untuk membantu pemungutan retribusi, khususnya di gerbang masuk utama Kaliurang.
Sebagai daya tarik tambahan, serangkaian atraksi seni telah disiapkan, diawali pada 22 Maret 2026 dengan pementasan Jathilan Kudho Bramuda di Bukit Klangon, Campursari Yoben Eling di Tlogo Putri, dan Kubro Siswo Laras Mudho Al Amin di Gardu Pandang.
Kemeriahan berlanjut pada 23 Maret dengan Kubro Siswo Bimo Mudo dan Jathilan Turonggo Mudo Lestari Budoyo, disusul Jathilan Kudho Praneso pada 24 Maret, serta ditutup oleh penampilan Jathilan Kudho Dwi Manunggal di Tlogo Putri pada 29 Maret 2026. (Wit)
Post a Comment