News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

UAD Terjunkan 300 Mahasiswa Garap Kampung Tematik Brontokusuman, Fokus pada Penataan Sungai dan Kesejahteraan Lansia

UAD Terjunkan 300 Mahasiswa Garap Kampung Tematik Brontokusuman, Fokus pada Penataan Sungai dan Kesejahteraan Lansia

WARTAJOGJA.ID – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengambil peran dalam transformasi sosial di Kota Yogyakarta melalui peluncuran Kampung Tematik Brontokusuman yang diresmikan pada Kamis, 26 Februari 2026.

Sebagai wujud nyata dari program one village one sister university yang digagas Pemerintah Kota Yogyakarta, UAD hadir sebagai mitra pelaksana utama untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pemberdayaan masyarakat. 

Peluncuran ini menjadi bagian dari kesepakatan besar antara Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, dan Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Yogyakarta yang mencakup penguatan kualitas hidup di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga kesehatan.
Keterlibatan UAD di wilayah Brontokusuman dirancang melalui pendekatan akademik yang aplikatif dan berdampak luas. 

Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN dari Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat UAD, Dr. Muhammad Hamdi, memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun tiga pilar utama program kerja yang akan dijalankan di kampung tersebut. 

Fokus pertama adalah penanganan ancaman narkoba, di mana perguruan tinggi turut mendorong pemerintah daerah untuk melahirkan peraturan daerah (Perda) terkait narkoba. 

Pilar kedua adalah program lansia care yang akan berkolaborasi langsung dengan kegiatan sekolah lansia di Brontokusuman guna menjamin kesejahteraan warga usia lanjut.

Pilar ketiga yang menjadi sorotan utama adalah penataan lingkungan sungai melalui skema pengabdian mahasiswa secara masif. 

" UAD telah menyiapkan program tematik KKN khusus yang didesain untuk mengubah wajah aliran sungai di Brontokusuman menjadi lebih tertata dan bersih," ujar Hamdi.

Upaya ini sejalan dengan keinginan Wali Kota Hasto Wardoyo yang ingin menjadikan Yogyakarta sebagai wilayah yang disiplin dan bersih, di mana ia mengajak perguruan tinggi dan organisasi masyarakat menjadi agen perubahan agar sungai-sungai di Yogyakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

Dalam merealisasikan rencana besar tersebut, UAD tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga mengerahkan sumber daya manusia yang besar dari kalangan mahasiswa. 

"Terkait program penataan lingkungan sungai, UAD telah menyiapkan program tematik KKN khusus untuk penataan aliran sungai di Brontokusuman, kita akan mengerahkan sekitar 300 mahasiswa UAD untuk melakukan sosialisasi, penataan rumah-rumah dan edukasi terkait dengan penanganan sampah," ungkap Dr. Muhammad Hamdi.

Ratusan mahasiswa tersebut nantinya akan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan ekosistem sungai.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Pemkot Yogyakarta, mengucapkan terima kasih kepada PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta atas kesepakatan bersama tersebut. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri sehingga harus bekerja sama dengan banyak pihak. Muhammadiyah dinilai memiliki posisi strategis sebagai partner kemajuan di Kota Yogyakarta.

"Kita bekerja sama dalam banyak hal. Di antaranya adalah ada masalah sampah, Lansia Care (perawatan lansia),  bersih-bersih sungai. Ini menjadi tema-tema penting dan nantinya akan kita realisasikan melalui kampung tematik untuk Kampung Brontokusuman," kata Hasto.

Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Aris Madani, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif UAD dalam kemitraan ini. 

Aris Madani meyakini bahwa kerja sama yang erat dengan unsur akademisi seperti UAD akan mempercepat tercapainya tujuan menciptakan lingkungan yang sehat dan sejahtera. 

Dengan integrasi antara kebijakan pemerintah, komitmen Muhammadiyah, dan aksi nyata dari ratusan mahasiswa UAD, Kampung Tematik Brontokusuman kini resmi menjadi laboratorium sosial bagi peningkatan kesejahteraan dan disiplin masyarakat di Kota Yogyakarta.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment