News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative Resmi Diluncurkan di FK-KMK UGM

Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative Resmi Diluncurkan di FK-KMK UGM

WARTAJOGJA.ID – Sebuah langkah progresif dalam penguatan sistem layanan kesehatan kanker di Indonesia resmi dimulai melalui gelaran Kick-Off Program Yogyakarta’s Breast Cancer Initiative (YBCI) yang berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026. 

Bertempat di Auditorium FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM), acara ini digadang menjadi penanda vital operasionalisasi Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara di tingkat daerah. 

Program ini menempatkan Kota Yogyakarta sebagai kota percontohan (pilot programme) di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan City Cancer Challenge Foundation (C/Can).

Inisiasi ini merupakan respons atas perlunya penguatan sistem layanan kanker payudara daerah melalui pendekatan yang terstruktur, berbasis data, dan kolaboratif. 

Penetapan Yogyakarta sebagai Horizon City pertama di Indonesia pada tahun 2025 didasarkan pada kesiapan tata kelola, kapasitas layanan, serta komitmen kuat dari pemangku kepentingan lokal. 

Dalam kerangka kerja ini, C/Can melalui skema C/Can Horizon memberikan dukungan teknis implementasi berbasis bukti dengan menunjuk Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sebagai Lead Implementing Partner.

Acara kick-off ini bertujuan utama untuk meresmikan YBCI sebagai momentum peningkatan kesadaran serta penguatan komitmen di antara seluruh pemangku kepentingan, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan calon mitra pada fase keberlanjutan mendatang. 

Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, selaku Dekan FK-KMK UGM, dalam sambutannya mengenai visi program yang dikembangkan sebagai model operasionalisasi tingkat kota yang kontekstual dan berkelanjutan. 

"Program ini secara rinci memaparkan rencana pelaksanaan melalui City Engagement Process Framework yang mencakup pelibatan pemangku kepentingan, penilaian kebutuhan untuk penyusunan Rencana Aksi Kanker Payudara tingkat kota, hingga lokakarya kapasitas perencanaan aksi," ujarnya.

"Selain itu, gelaran ini memperkenalkan struktur tata kelola program yang melibatkan aktor-aktor kunci, mulai dari UGM sebagai mitra pelaksana utama, City Executive Committee (CEC) sebagai pengarah strategis, hingga Breast Cancer Working Group (BCWG) sebagai badan teknis yang didukung oleh institusi layanan kesehatan dan organisasi masyarakat sipil," tegas Prof. Yodi.


Arah program ditegaskan untuk melampaui fase percontohan, di mana hasil dari Bagian 1 akan menjadi landasan Bagian 2 untuk fokus pada penguatan sistem, penerjemahan rekomendasi teknis ke dalam proyek nyata, serta pembangunan mekanisme keberlanjutan jangka panjang.


Salah satu pemateri, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, drg. Emma Rahmi Aryani, MM, turut memberikan gambaran mengenai landasan aksi yang telah berjalan.

"Kota Yogya terus berkomitmen melakukan upaya komprehensif seperti sosialisasi melalui media elektronik, infografis, hingga siaran radio dalam program 'Walikota Menyapa'," kata dia.

Beliau menambahkan data mengenai capaian pemeriksaan HPV DNA yang telah melampaui target dengan total 2.313 pemeriksaan, serta pemeriksaan IVA yang menjangkau 3.619 wanita usia subur.

Di sektor kanker payudara, deteksi dini atau Sadanis di 18 Puskesmas dan RS Siloam berhasil mengidentifikasi 123 kasus benjolan dari 3.619 pemeriksaan, dengan rincian 3 kasus curiga kanker dan 1 kasus terkonfirmasi.

Drg. Emma juga memaparkan perluasan skrining di 10 Puskesmas untuk kanker colon, paru, dan hati, di mana ditemukan risiko tinggi pada masing-masing jenis pemeriksaan, serta keberhasilan imunisasi HPV bagi siswi SD yang mencapai 97,3 persen. 

Seluruh rangkaian ini didukung oleh jejaring kuat seperti Kitabias.org, RS Pratama, RS Siloam, hingga keterlibatan aktif TP PKK yang menyelenggarakan Lomba IVA di berbagai kelurahan berprestasi seperti Panembahan dan Mantrijeron. 

Pada tahun 2025 di Kota Yogyakarta, kegiatan deteksi dini dilaksanakan secara massal sebanyak empat kali dan rutin di 18 Puskesmas yang "dilakukan dengan metode pemeriksaan HPV-DNA Co testing IVA dan SADANIS" guna memastikan derajat kesehatan masyarakat terus meningkat. (Wit)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment