Libur Lebaran 2026, Wisatawan dan Pemudik Bisa Akses Tol Yogya-Bawen serta Yogya-Solo
WARTAJOGJA.ID – Kabar gembira bagi para wisatawan dan pemudik yang berencana menghabiskan libur Lebaran 2026 di Yogyakarta.
Sebab konektivitas menuju Yogyakarta dipastikan semakin cepat dengan bakal dibukanya ruas Tol Yogya-Bawen dan Tol Yogya-Solo secara fungsional.
Pembukaan dua ruas tol ini untuk mengurai titik kemacetan di jalan nasional serta memperpendek waktu tempuh menuju destinasi wisata unggulan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwanto, mengungkapkan bahwa progres pembangunan Tol Yogya- Solo ruas Prambanan-Purwomartani sepanjang 11,48 kilometer telah mencapai 95 persen. Sedangkan Tol Yogya-Bawen Seksi 6 berada di angka 90 persen.
"Dengan Tol Yogya-Solo ini perjalanan dari Klaten menuju Yogyakarta yang biasanya memakan waktu hingga 45 menit dapat dipangkas secara signifikan menjadi sekitar 20 menit saja," kata Rivan, Selasa 3 Februari 2026.
Selain mempercepat akses menuju pusat kota, kehadiran ruas tol tersebut memberikan jalur cepat bagi wisatawan yang ingin langsung menuju kawasan Candi Prambanan tanpa harus terjebak kepadatan di jalan raya utama.
Dukungan serupa datang dari arah utara melalui Tol Yogya-Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa-Bawen sepanjang 4,98 kilometer yang juga disiapkan untuk beroperasi secara fungsional.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menilai bahwa keberadaan ruas ini sangat krusial karena memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang menuju Magelang hingga Yogyakarta tanpa harus melewati banyak persimpangan lampu lalu lintas.
Menurutnya, jalur ini secara otomatis akan mengurangi beban kendaraan di jalur nasional secara efektif selama periode arus mudik dan balik.
Meski memberikan kemudahan akses, pihak kepolisian tetap memberikan perhatian khusus pada titik-titik keluar tol yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan, terutama di wilayah Purwomartani dan Sleman Timur.
Sebelumnya Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan pihaknya akan menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem one way hingga contraflow, untuk mengantisipasi kepadatan di jalan-jalan kabupaten yang cenderung lebih sempit.
Ia memastikan koordinasi pengaturan akses keluar-masuk tol telah dimatangkan agar arus lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 tetap terkendali dan aman bagi pengguna jalan.
Pihak pengelola jalan tol memastikan standar keselamatan minimal, seperti pemasangan CCTV dan radar pemantau, tetap tersedia meski status jalur masih fungsional.
Pemerintah pun mengimbau para pemudik dan wisatawan untuk tetap waspada dengan mematuhi batas kecepatan maksimal antara 40 hingga 60 km/jam. Juga memastikan kecukupan saldo uang elektronik guna menjamin kelancaran selama perjalanan menuju kampung halaman atau destinasi liburan.
Post a Comment