FTI UII Dorong Digitalisasi Pesantren Melalui Pelatihan Kecerdasan Buatan
WARTAJOGJA.ID – Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta melalui Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Informatika menggelar pelatihan kecerdasan buatan bertajuk "AI untuk Produktivitas Pesantren" pada Jumat, 13 Februari 2026.
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Auditorium FTI UII serta melalui platform Zoom dan YouTube ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan kehadiran 142 peserta yang mewakili 61 pondok pesantren dari wilayah Jawa dan Sumatra.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai respons akademik terhadap adanya kesenjangan kapasitas digital di lingkungan pesantren, khususnya dalam pengelolaan administrasi dan layanan pendidikan.
Selama sesi berlangsung, para peserta yang terdiri dari pengurus, ustaz, hingga tenaga administrasi dibekali keterampilan praktis mulai dari penggunaan AI generatif untuk pemantauan akademik santri hingga pembuatan chatbot otomatis untuk layanan Penerimaan Santri Baru (PSB) menggunakan platform no-code.
Ketua Program Studi PJJ Informatika FTI UII, Dr. Nur Wijayaning, menegaskan bahwa materi yang disusun telah dikustomisasi berdasarkan identifikasi kebutuhan nyata di lapangan.
Menurutnya, PJJ Informatika UII berkomitmen menjalankan peran pengabdian dan hilirisasi keilmuan dengan mentransfer keterampilan digital yang aplikatif serta selaras dengan nilai-nilai institusi keagamaan.
"Kami tidak hanya ingin memberikan pengetahuan teoritis, tetapi memastikan peserta pulang dengan keterampilan praktis yang langsung bisa diterapkan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pesantren mereka. Pelatihan ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi pesantren dalam era digital," ujar Dr. Nur Wijayaning.
Senada dengan hal tersebut, dosen Jurusan Informatika FTI UII sekaligus narasumber dalam acara ini, Hanson Prihantoro Putro, S.T., M.T., memaparkan betapa krusialnya transformasi data manual menjadi digital.
Ia mencontohkan bagaimana AI dapat membantu mengubah daftar hadir tulisan tangan menjadi data terstruktur dan mengotomatisasi penghitungan nilai akhir santri.
Hanson menekankan bahwa implementasi teknologi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi konkret untuk efisiensi waktu kerja.
"Teknik-teknik ini terbukti mampu menghemat waktu administrasi hingga berjam-jam setiap minggunya, sehingga pengelola pesantren dapat lebih fokus pada pengembangan kualitas pendidikan santri," tutur Hanson Prihantoro Putro di sela-sela sesi praktik.
Melalui pendampingan langsung dari tim asisten mahasiswa, para peserta diharapkan mampu menghasilkan prototipe sistem digital yang siap diimplementasikan di pesantren masing-masing.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi FTI UII untuk terus menjembatani kebutuhan teknologi di institusi pendidikan keagamaan guna memperkuat tata kelola pendidikan berbasis data secara berkelanjutan.
Post a Comment