Kadin DIY Lantik 264 Pengurus Kabupaten/Kota, Fokus Perkuat Ketangguhan Ekonomi Daerah
WARTAJOGJA.ID – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY periode terbaru tahun 2026 di Gedung JEC Yogyakarta, Sabtu 14 Februari 2026.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini mengusung tema besar “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY” sebagai langkah strategis dalam menghadapi dinamika global dan transformasi digital yang kian masif.
Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, dalam sambutannya menekankan bahwa amanah yang diberikan kepada para pengurus baru merupakan tanggung jawab besar untuk memajukan dunia usaha di wilayah Yogyakarta agar lebih tangguh dan berdaya saing.
Ia menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki modal sosial dan budaya yang kuat, terutama melalui sektor UMKM kreatif, pariwisata, dan pendidikan yang unggul sebagai fondasi utama ekonomi.
"Tugas KADIN ke depan adalah memastikan seluruh potensi tersebut terhubung dalam sebuah ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Saya berharap pengurus KADIN Kabupaten/Kota dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah masing-masing serta menjadi jembatan aspirasi bagi para pelaku usaha," ujar GKR Mangkubumi saat memberikan arahan kepada pengurus yang dilantik.
Adapun Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi DIY tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral dan parsial.
Di tengah tekanan fiskal dan perubahan perilaku pasar, DIY harus bergerak dalam satu ekosistem ekonomi yang saling terhubung, adaptif, dan inklusif
Menurut Sri Sultan, pola lama yang memisahkan sektor-sektor ekonomi sudah tidak relevan dengan dinamika global saat ini.
“Sebuah wilayah tidak lagi dipahami sebagai kumpulan sektor yang berjalan sendiri-sendiri. Ia adalah ekosistem nilai, struktur keselarasan di mana berbagai aktor saling terhubung untuk mewujudkan kemanfaatan bersama,” tegas Sri Sultan.
Ekosistem adalah integrasi aktivitas. Industri besar harus terkoneksi dengan UMKM. Pembiayaan harus memperkuat kapasitas usaha. Digitalisasi harus diikuti peningkatan kompetensi,” ujar Sri Sultan.
Dalam kerangka itu, Kadin kabupaten/kota diposisikan bukan sekadar organisasi pengusaha, tetapi sebagai simpul orkestrasi pertumbuhan ekonomi daerah.
Sri Sultan memaparkan bahwa DIY tumbuh dari keberagaman potensi, bukan dari pola pembangunan yang seragam. Setiap wilayah memiliki karakter dan kekuatan berbeda yang justru saling melengkapi:
Sleman: unggul di sektor pendidikan dan teknologi, Bantul: kuat dalam industri kreatif dan manufaktur, Kulon Progo: berkembang pada konektivitas logistik dan kawasan industri, Gunungkidul: bertumpu pada agromaritim dan pariwisata alam, Kota Yogyakarta: pusat jasa, perdagangan, dan hospitality.
“Keberagaman ini bersifat komplementer. Justru pada diferensiasi itulah daya saing kolektif DIY terbentuk,” tandas Sri Sultan.
Menurut Sri Sultan, sinergi lintas wilayah menjadi kunci memperbesar kapasitas pasar dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah kompetisi global yang semakin kompleks.
Adapun Ketua Panitia Pelaksana, Timothy Apriyanto, melaporkan bahwa total pengurus yang dilantik mencapai 264 orang yang tersebar di lima wilayah administratif.
Secara terperinci, KADIN Kabupaten Sleman memiliki formasi terbesar dengan 80 pengurus di bawah kepemimpinan Ketua Umum Yudi Prihantana, disusul KADIN Kota Yogyakarta sebanyak 72 pengurus yang dipimpin oleh Ir. Eko Sutrisno.
Selanjutnya, KADIN Kabupaten Bantul melantik 47 pengurus dengan Ketua Umum Nur Ikhsan Hidayat, KADIN Kabupaten Gunungkidul sebanyak 35 pengurus dipimpin Joko Pitoyo, serta KADIN Kabupaten Kulon Progo dengan 30 pengurus di bawah kepemimpinan Nanang Sukrisno.
Timothy menjelaskan bahwa susunan pengurus kali ini secara nyata mencerminkan formasi pentahelix yang melibatkan unsur pengusaha, pemerintah, akademisi, media, hingga tokoh masyarakat.
Komposisi ini sengaja dibentuk untuk membangun kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat guna mempercepat inovasi dan memperluas dampak pembangunan ekonomi yang berkeadilan.
"KADIN hari ini dan ke depan harus menjadi organisasi yang tidak hanya mengelola rutinitas, tetapi juga mampu menciptakan solusi, membuka peluang baru, dan menjadi penggerak utama transformasi ekonomi daerah. Kami optimis dengan dukungan format pentahelix ini, KADIN mampu memperkuat daya tahan UMKM, mendorong investasi berkualitas, serta mempercepat digitalisasi usaha di seluruh DIY," tegas Timothy Apriyanto dalam laporannya.
Melalui pelantikan ini, KADIN DIY berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi.
Fokus utama ke depan mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan, serta perluasan jejaring bisnis guna memastikan pertumbuhan ekonomi DIY tidak hanya berjalan cepat, namun juga merata dan berbasis kearifan lokal.
Post a Comment