News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kampus UAD Gandeng MGMP se-DIY Workshop Integrasikan Koding dalam Pembelajaran Matematika

Kampus UAD Gandeng MGMP se-DIY Workshop Integrasikan Koding dalam Pembelajaran Matematika



WARTAJOGJA.ID – Menghadapi tantangan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang kian masif, Fakultas Sains dan Teknologi Terapan (FAST) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengambil langkah proaktif dengan membekali para pendidik melalui agenda strategis. 

Pada Kamis, 29 Januari 2026, FAST UAD menggelar "Workshop Pendampingan Guru MGMP Matematika Se-DIY" bertajuk Integrasi Koding dalam Pembelajaran Matematika yang dipusatkan di Aula MAN 3 Sleman.

Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi akademisi UAD, di antaranya Dekan FAST UAD Prof. Dr. Yudi Ari Adi, S.Si., M.Si., pakar matematika komputasi Prof. Dr. Julan Hernadi, M.Si., Kaprodi Matematika Dr. Dian Eka Wijayanti, S.Si, M.Si., serta Tim Pelaksana Pengabdian Prodi Matematika, Joko Purwadi, S.Si., M.Sc. 

Selain itu hadir juga Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, S.Pd., M.A., beserta seluruh pimpinan MGMP Matematika tingkat kabupaten/kota di DIY.

Tercatat hadir dalam forum tersebut Ketua MGMP Provinsi DIY Suyanto, S.Pd., Ketua MGMP Kota Yogyakarta Andreas Wahyu Sugiyarta, M.Pd., Ketua MGMP Bantul Arief Wismono, S.Pd., M.Pd., Ketua MGMP Sleman Raden Anang Mustofa, S.Pd., M.Pd., Ketua MGMP Kulon Progo Bardan Ma'ruf, S.Pd., dan Ketua MGMP Gunung Kidul Aris Feriyanto, S.Pd.

Dalam sambutannya, Dekan FAST UAD, Prof. Dr. Yudi Ari Adi, menekankan pentingnya menjaga "ruh" pembelajaran matematika agar tidak tergantikan oleh mesin. 

Ia mengingatkan bahwa jika guru hanya berfokus pada hasil akhir, maka peran manusia akan hilang karena AI dapat menjawab soal dengan instan. 

"Proses belajar dan pemahaman konsep harus tetap dijaga. Ini tantangan kita untuk tetap menjadi guru yang benar-benar berperan dalam membumikan konsep matematika. Kami ingin hadir langsung, bahkan masuk ke kelas-kelas Bapak dan Ibu guru dalam satu sesi per semester untuk mendampingi siswa," ujar Prof. Yudi.

Lebih lanjut, Prof. Yudi menggarisbawahi pentingnya dukungan terhadap minat siswa pada sains dasar, mengingat matematika adalah induk dari segala ilmu teknik dan teknologi. 

Ia berharap para guru di lapangan menjadi garda terdepan yang memotivasi siswa untuk mencintai sains, bukan justru mengecilkan semangat mereka.

Sebagai pemateri utama, Prof. Dr. Julan Hernadi memaparkan bahwa koding bukan sekadar aktivitas mengetik baris perintah, melainkan sarana melatih Computational Thinking (CT). 

Menurutnya, sistem AI bekerja melalui model matematis yang mengubah data menjadi pengetahuan. 


"Pemikiran komputasi adalah keterampilan mental untuk merancang langkah-langkah terstruktur agar solusi bisa dieksekusi mesin. Fokusnya adalah memecahkan masalah menggunakan logika dan penalaran abstrak, yang sangat sinkron dengan pemikiran matematis atau Mathematical Thinking," jelas Prof. Julan.

Adapun Ketua MGMP Matematika Provinsi DIY, Suyanto, S.Pd., menyambut baik inisiatif UAD. 

Meski mengakui bahwa guru-guru senior mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan teknologi koding, ia menegaskan semangat belajar para guru di DIY tidak pernah padam demi menjaga predikat DIY sebagai daerah dengan capaian matematika tertinggi. 

"Kami siap belajar dan mohon bimbingannya jika kami agak lambat menyesuaikan. Apapun yang terjadi, matematika di DIY harus tetap nomor satu. Kami juga berharap kerja sama ini bisa membantu kami membedah tantangan-tantangan baru seperti persoalan TKA yang semakin kompleks," ungkap Suyanto optimis.

Kepala MAN 3 Sleman, Singgih Sampurno, S.Pd., M.A., yang juga merangkap sebagai tuan rumah, secara resmi membuka acara dengan harapan besar agar program ini memberikan keberkahan bagi pendidikan di madrasah dan sekolah umum. 

Ia menilai integrasi koding dapat memberikan visualisasi nyata terhadap konsep-konsep matematika yang selama ini dianggap terlalu abstrak oleh siswa.

"Matematika sering dianggap sulit, tetapi melalui koding, siswa akan diajak memecahkan masalah kompleks secara sistematis. Kami sangat mengapresiasi UAD yang senantiasa berbagi ilmu. Kami berharap terus bisa berdampingan dengan perguruan tinggi agar kecanggihan teknologi dapat kita kuasai tanpa kehilangan nilai-nilai pendidikan yang utama," tutup Singgih sebelum memulai sesi pelatihan teknis.

Workshop ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara UAD dan seluruh jajaran MGMP di DIY untuk mencetak generasi yang tidak hanya mahir matematika secara teoritis, tetapi juga tangkas dalam implementasi teknologi masa depan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment