News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kisah Antrean Online JKN Yang Mudah Digunakan Lansia

Kisah Antrean Online JKN Yang Mudah Digunakan Lansia


WARTAJOGJA.ID – Sejak usia muda, Mustinah telah mengidap hipertensi. 

Ia rutin berkunjung ke puskesmas terdekat. Saat itu belum ada Program JKN yang menjamin pengobatannya. Ia harus menyisihkan uang setiap bulan, untuk menebus obat yang harus dikonsumsi secara teratur, agar kondisinya tetap stabil.
 
“Saat pertama kali ada Program JKN, saya disarankan oleh petugas puskesmas untuk segera mendaftar. Kemudian saya langsung mengunjungi BPJS Kesehatan Kantor Cabang Yogyakarta untuk melakukan pendaftaran sebagai peserta JKN. Saya merasakan sekali, JKN sangat membantu dan meringankan beban biaya. Apalagi bagi saya yang harus rutin kontrol ke rumah sakit setiap bulan,” jelasnya, Rabu (28/01). 

Mustinah telah memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, sejak diluncurkan pertama kali. Ia mengaku lebih senang datang ke fasilitas kesehatan menggunakan transportasi umum, seorang diri. Oleh karena itu, sang buah hati membantunya untuk memasang aplikasi tersebut pada gawainya. 

“Awalnya, saat mau mendaftar secara online belum juga berhasil. Ternyata kuota saya habis. Sekarang saya bisa mengambil antrean lewat aplikasi ini, secara mandiri. Anakanak saya sudah merantau, jauh dari rumah. Belum lagi, mereka harus merawat cucucucu saya yang masih kecil. Jadi, saya lebih sering melakukan hal apapun sendirian,” katanya. 

Ia mengakui kemudahan fitur antrean online dengan sekali klik. Saat nomor antrean keluar, Mustinah dapat langsung memperkirakan waktu datangnya, agar tidak menunggu terlalu lama di fasilitas kesehatan yang dikunjunginya.  

“Saya selalu mendaftar lewat antrean online setiap kontrol rutin. Lebih cepat. Saya hanya perlu datang saat nomor antrean sudah dekat. Kebetulan jarak dari rumah ke rumah sakit ini tidak terlalu jauh. Aplikasi ini mudah digunakan, sekalipun bagi saya yang sudah berusia lanjut. Membantu sekali,” jelas Mustinah. 

Mustinah menuturkan, kondisi kesehatannya sempat menurun, tensinya cukup tinggi. Dokter menyarankan untuk rawat inap selama beberapa hari di rumah sakit. Menurutnya, meskipun dirinya terdaftar sebagai peserta JKN kelas dua, pelayanan yang diberikan dokter dan petugas di rumah sakit tetap optimal. 

“Kebetulan saya di rumah sakit sendirian. Jadi, setiap hari saya hanya mengandalkan perawat jaga. Namun, semua aman. Makan dan minum obat selalu tepat waktu. Mereka membantu saya dari awal masuk sampai sudah dinyatakan sehat, dan dapat kembali ke rumah. Semua pengobatan saya dijamin JKN. Saya tidak perlu lagi khawatir berapa uang yang harus saya keluarkan,” ujarnya. 

Mustinah berharap BPJS Kesehatan dapat terus hadir selamanya untuk membantu rakyat kecil. Namun, ia juga mengajak agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat, meskipun Program JKN sudah menjamin perlindungan finansial agar mendapatkan manfaat pelayanan kesehatan yang berkualitas. Baginya, senam rutin dan mengikuti kajian bersama para kelompok lansia di lingkungannya adalah salah satu cara menyenangkan agar tetap bugar.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment