News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Geosembada Award 2025 Diluncurkan, Sleman Pacu Kualitas Data Geospasial OPD

Geosembada Award 2025 Diluncurkan, Sleman Pacu Kualitas Data Geospasial OPD

WARTAJOGJA.ID :  Pemerintah Kabupaten Sleman, melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana), secara resmi meluncurkan Geosembada Award 2025. Ajang bergengsi ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk memperkuat kebijakan Satu Peta dan Satu Data Indonesia di tingkat daerah, sekaligus memberikan apresiasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atas kinerja terbaik dalam pengelolaan data geospasial.

Plt. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Sleman, Ir. Rin Andrijani, MT, menjelaskan bahwa Geosembada Award adalah perwujudan komitmen Pemkab Sleman terhadap tata kelola data yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan berkelanjutan.

"Kami terus berupaya memastikan data geospasial di Sleman terkelola dengan baik. Geosembada Award ini menjadi instrumen evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam simpul jaringan Sleman," ujar Ir. Rin Andrijani.

Landasan Kebijakan dan Peningkatan Kualitas Data

Ir. Rin Andrijani menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari sejumlah regulasi penting, termasuk Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Di tingkat lokal, acuan utamanya adalah Peraturan Bupati Sleman Nomor 13 Tahun 2018 dan Perbup Nomor 20.6 Tahun 2020 tentang Satu Data Kabupaten Sleman.

Selama ini, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang telah aktif melaksanakan bimbingan teknis, pendampingan, serta penjaminan kualitas (Quality Control dan Quality Assurance) data yang dihasilkan OPD. Data berkualitas tersebut kemudian diunggah ke dalam Geoportal Kabupaten Sleman, memastikan data dapat diakses dan dimanfaatkan secara luas oleh instansi, akademisi, dan masyarakat umum.
"Tujuan utama kami jelas: mendorong penguatan tata kelola data geospasial dan mengevaluasi kinerja perangkat daerah secara berkelanjutan. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam mendukung visi Satu Peta dan Satu Data Sleman," tambahnya.

Kategori dan Proses Penilaian yang Ketat

Geosembada Award 2025 akan menilai 29 OPD berdasarkan empat komponen utama: Kebijakan dan Kelembagaan, Standar Data, Teknologi, dan Sumber Daya Manusia.
Penghargaan terbagi dalam Kategori Utama (Pengelolaan Data Geospasial Terbaik I, II, dan III) dan Kategori Tambahan (Pemanfaatan Informasi Geospasial Terbaik, Kualitas Data Unggul, dan Petugas Entri Data/Walidata Pendukung Terbaik).
Proses penilaian dilakukan secara ketat dalam dua tahap:
 * Tahap I (Penilaian Mandiri): OPD mengisi Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dan dilakukan verifikasi dokumen untuk menentukan enam besar.
 * Tahap II (Presentasi dan Tanya Jawab): Enam besar akan memaparkan hasil pengelolaan data, menjawab pertanyaan tim juri, dan menampilkan video inovasi.
Tim juri Geosembada Award melibatkan pakar dari Badan Informasi Geospasial (BIG), Bappeda DIY, serta akademisi dari Departemen Teknik Geodesi dan Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM), termasuk Ir. Rin Andrijani, MT sendiri.
Pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan akan dilaksanakan pada bulan November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Tata Ruang Nasional.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment