News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Karakter Unggul di Era Digital: Adaptif dan Cakap Digital

Karakter Unggul di Era Digital: Adaptif dan Cakap Digital



Kendal: Kaum muda yang produktif dan inovatif adalah modal bonus demografi bangsa Indonesia masa kini. Data Sensus Penduduk di Badan Pusat Statistik (BPS) 2020 malah menyebut, dari 274,6 juta populasi Indonesia 54 persen adalah usia produktif. Bahkan, kalau direrata, usia warga bangsa Indonesia sekarang adalah 29,7 tahun, di mana lebih muda dari rata rata penduduk dunia yang kini mencapai 30,9 tahun. Apa dampaknya?

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kendal Mahrus MpdI memberi jawaban. Populasi yang didominasi usia muda, kata dia, memberi peluang bangsa Indonesia untuk tampil berkembang lebih unggul dalam bidang teknologi informasi. Karena, ciri kaum muda produktif yang berusia 39 tahun ke bawah sampai 18 tahun adalah gandrung dan sangat tak bisa lepas dari dunia digital yang berkembang dan berubah cepat tanpa batas geografi. 

”Untuk itu, pemerintah dan stakeholder perlu terlibat bersama membangun karakter pribadi kaum muda dalam memanfaatkan internet agar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi itu secara benar, sesuai etika dan menguasai empat kecakapan penting berinternet, baik itu budaya digital, kecakapan digital, keamanan digital dan etika digital. Semua dalam konteks keindonesiaan, mesti mengacu pada nilai luhur Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika,” papar Mahrus saat menjadi pembicara webinar literasi digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk warga Kabupaten Kendal, Kamis, 11 November 2021.

Webinar yang diikuti ratusan peserta itu dibuka dengan keynote speech Presiden Jokowi, dilanjut pesan dari Kepala Kanwil Kemenag Jateng Mustain Ahmad. Mengupas tema ”Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Digital”, diskusi virtual yang dipandu moderator Zacky Ahmad itu menghadirkan empat narasumber. Selain Mahrus, ada Dr. Evi Sopandi, Peneliti Madya Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI; Akrom Jangka Daosat, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pesantren Kantor Kemenag Kab. Brebes; dan Septa Dinata, peneliti dari Paramadina Publik Policy. Ikut pula bergabung Tya Yuwono, mompreneur, sebagai key opinion leader.

Dalam paparannya, Evi Sopandi mengatakan, tantangan pendidikan karakter masyarakat, khususnya kaum muda di era digital, adalah meningkatkan kecakapan pribadi untuk bisa mencerna secara cerdas dan bijak arus informasi yang makin tak terbendung dalam beragam media sosial. Sebab, kecerdasan itu mempengaruhi pola pikir warga masyarakat dalam mencerna informasi yang positif dan bermanfaat dalam membangun karakter pribadi yang dipengaruhi oleh kecakapan pribadi masing-masing. 

”Menguasai empat pilar kecakapan digital menjadi modal bagi kalangan muda Indonesia untuk punya kompetensi dan karakter yang kokoh saat bersaing di tingkat lokal, nasional maupun global dengan memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan tetap beretika sesuai nilai Pancasila,” tambah Evi Sopandi. 

Menyambung diskusi, Septa Dinata menyebutkan, era digital mengantar situasi tata perilaku dan kehidupan masyarakat semakin cepat berubah. Untuk bisa tampil unggul dalam persaingan di era digital, semua pribadi dituntut berkarakter yang mudah adaptif dengan perubahan teknologi. Untuk itu, demikian Septi, kecakapan digital menjadi tuntutan keterampilan yang mesti dikuasai untuk bertarung di beragam tantangan persaingan yang makin ketat. 

Septa menambahkan, dengan modal kecakapan digital dan kokohnya karakter pribadi yang tetap berpegang pada nilai Pancasila, maka pribadi muda Indonesia tak perlu gentar bersaing di arena nasional bahkan global. Tinggal kreativitas dan kejelian menangkap berbagai peluang di ruang digital yang mesti ditunjukkan, meski tetap harus hati-hati. 

”Kita bisa rebut persaingan itu dengan hasil yang berbeda, tergantung kreativitas dan kecerdasan pribadi masing-masing dalam menguasai ilmu teknologi dan mengaplikasikannya dengan tool teknologi digital,” pungkas Septa Dinata. (*)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment