News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Awas Terjebak Kejahatan Digital, Kenali Jenis dan Tips Menghindarinya

Awas Terjebak Kejahatan Digital, Kenali Jenis dan Tips Menghindarinya



WARTAJOGJA.ID : Kejahatan digital dalam berbagai bentuk sudah banyak menelan korban seiring tingginya pengguna internet di Indonesia yang jumlahnya kini mencapai 73 persen lebih dari total populasi penduduk.

"Kejahatan digital ini kian beragam bentuknya. Kita harus bisa membekali diri agar tak menjadi korban dalam kejahatan itu, " ujar penggiat digital AB yang juga Direktur Pemasaran Bernas Agus Supriyo, saat menjadi pembicara dalam webinar program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD), Senin (31/5).

Dalam acara yang menjadi bagian pelatihan literasi digital dilaksanakan di 34 provinsi dan di 514 kabupaten/kota di Indonesia oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama jaringan Siberkreasi yang dipusatkan di Purworejo Jawa Tengah itu, Agus membeberkan sejumlah jenis kejahatan digital.

Pertama scamming. Kejahatan digital ini modusnya berupa pencurian data pengguna internet yang secara tak sadar pernah terekam dalam aktivitas di dunia digital. Mulai dari nama, kemudian nomor induk kependudukan dan seterusnya.

Data diri yang pernah tersebar inilah yang dipakai pelaku scamming untuk membobol uang korbannya. 

Lalu kedua ada juga spam. Serangan ini memang tak menyasar kondisi finasial secara langsung. Namun sifatnya lebih melakukan penekanan pemasaran tanpa pandang bulu dan bisa mengacaukan perangkat lunak pengguna.

"Spam ini berupa informasi-informasi yang masuk bertubi dalam bentuk apa pun, mulai dari lewat telepon, sms, WA seolah tanpa berhenti," kata Agus.

Yang ketiga adalah phising. Kejahatan ini secara tak disadari bisa memanfaatkan orang yang sebenarnya tak berniat berbuat jahat.

"Contohnya kita tanpa sadar membantu menyebarkan sebuah link yang pengantarnya bercerita soal bonus pulsa gratis dari sebuah operator ke orang lain. Padahal link itu alamatnya telah diganti dan di dalamnya berisi hal yang tak berkaitan dengan bonus apa pun, " katanya.

Selanjurnya soal hacking/hacker. Kejahatan ini menyerang langsung perangkat digital kita untuk mengambil dan memanfaatkan data yang tersimpan demi tujuan yang tidak dikehendaki dan berpotensi melanggar hukum.
 
Agus mengungkap perlunya masyarakat memiliki tiga kemampuan dasar agar tak terjebak kejahatan digital, khususnya penipuan. Tiga kemampuan itu adalah kemampuan analisa, verifikasi dan evaluasi.

Misalnya dalam kasus penipuan belanja online, kemampuan analisa akan membuat orang was-was apakah barang itu dijual di market place terpecaya atau tidak. Jika di medsos jualannya maka patut lebih dicurigai. 

"Sedangkan kemampuan verifikasi penting untuk bisa melihat siapa dan rekam jejak penjualnya," kata dia.

Di Kabupaten Purworejo, pelatihan literasi digital gelaran Kementerian Kominfo dan Debindo ini diikuti oleh sekitar 43 peserta. Hadir pula pembicara lain seperti Augustin Rina Herawati dari IAPA, Krisno Wibowo selaku Content Creator, dan Wulan Tri Astuti dari IAPA.

Krisno Wibowo antara lain menyoroti bagaimana kemajuan digital juga dibarengi munculnya bahasa-bahasa yang jauh keluar dari pakem bahkan ejaan yang baku.

"Salah satu ciri penggunaan bahasa di era digital ini yakni bahasa yang tak beraturan. Bukan saja mencampur bahasa Indonesia dan bahasa asing, tapi juga mengakronimkan bahasa asing itu, misalnya OTW (on the way)," katanya. (Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment