News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Dhian Novitasari: Pelestarian Cagar Budaya Jangan Berhenti Pada Sosialisasi

Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Dhian Novitasari: Pelestarian Cagar Budaya Jangan Berhenti Pada Sosialisasi



Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi (paling kiri) dan Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Dhian Novitasari (kanan) menjadi narasumber pada Sosialisasi Prosedur dan Panduan Arsitektur Bangunan Baru di Kawasan Cagar Budaya Rabu (10/3)



WARTAJOGJA.ID : Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Dhian Novitasari mengapresiasi para pemangku kebijakan dan masyarakat yang selama ini telah berpartisipasi dalam upaya pelestarian cagar budaya di Kota Yogyakarta:

Politis Partai Gerindra itu juga berharap agar upaya upaya dalam pelestarian cagar budaya jangan sampai berhenti hingga tataran sosialisasi saja.

" Pelestarian cagar budaya jangan sampai berhenti hingga tataran sosialisasi saja. Namun harus dibarengi dengan langkah strategis melalui kebijakan dan sinergitas berbagai pihak baik pemerintah, DPRD dan masyarakat sesuai peran, fungsi dan posisi masing-masing," kata Dhian saat hadir dalam acara Sosialisasi Prosedur dan Panduan Arsitektur Bangunan Baru di Kawasan Cagar Budaya di Novotel Suites Malioboro, Yogya Rabu lalu (10/3).

Dalam acara yang digelar Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta dan dihadiri sejumlah tokoh pemerintah, masyarakat/LPMK, Kemantren dan Kelurahan dari Kawasan Cagar Budaya itu, Dhian menuturkan bahwa DPRD Kota Yogya menaruh perhatian besar dalam upaya pelestarian cagar budaya.

DPRD Kota Yogya juga membuka penuh upaya sinergitas dengan pemerintah serta masyarakat dalam memperjuangkan pelestarian cagar budaya itu.
  
"Kami di DPRD Kota Yogyakarta juga menerima usulan dan masuklan terkait dengan pengembangan kawasan cagar budaya (KCB)
yang mana usulan tersebut bisa kita masukkan dalam Perda atau masuk dalam penganggaran daerah," tegas Dhian.

Dhian berpesan, melalui pelestarian KCB dan nilai nilai luhur di dalamnya akan melahirkan generasi istimewa yang tidak tercerabut dari akar budayanya," kata Dhian.

Dhian menambahkan, ketika upaya pelestarian hasil sinergitas berbagai pihak itu berhasil, misalnya dengan hasil KCB yang semakin asri dan nyaman maka Kota Yogyakarta juga yang mendapatkan keuntungan.

"KCB yang asri dan nyaman tentu akan lebih menarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta yang berdampak pada kenaikan PAD  Kota Yogyakarta," ujar Dhian.

Kepala Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan bahwa di Kota Yogyakarta ada empat kawasan yang ditetapkan Gubernur DIY Sri Sultan HB X sebagai kawasan cagar budaya. Yakni KCB Kraton, KCB Pakualaman, KCB Kotabaru, dan KCB Kotagede.

Salah satu ciri khas Yogyakarta adalah warisan arsitektur kawasannya yang eksotis.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam acara itu mengatakan ketika seseorang berada di suatu kawasan dia akan tahu berada di mana dari ciri khas arsitektur kawasan tersebut. 

"Inilah salah satu daya tarik Yogyakarta yang harus kita lestarikan baik sebagai aset budaya maupun ekonomi," ujar Heroe.

Heroe pun mengatakan melalui tata kelola yang menjadikan warisan budaya sebagai lokomotif ekonomi akan mampu menjadikan perekonomian tumbuh kembang yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

"Keelokan warisan budaya telah menarik kedatangan wisatawan  yang datang, menginap dan membelanjakan uangnya baik untuk akomodasi, makan bahkan oleh-oleh," katanya.

(Cak/Rls)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment