News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

SPN DIY Terima Bantuan Empat Kolam Lele dan Sikapi Rencana Pengesahan RUU Omnibus Law

SPN DIY Terima Bantuan Empat Kolam Lele dan Sikapi Rencana Pengesahan RUU Omnibus Law



CAPTION : Menandai peresmian, secara simbolis Kapolda DIY yang diwakili oleh Wadirbinmas Polda DIY AKBP Sulistiyono SPd, didampingi Wadirintelkam Polda DIY AKBP Andi Aditya Sakti SIK menebar bibit ikan Lele ke dalam kolam Jumat (2/10)



WARTAJOGJA.ID: Menyikapi pandemi Covid-19 yang belum jelas kapan berakhirnya, sekaligus sebagai langkah lanjutan membantu program peningkatan ketahanan pangan masyarakat yang sebelumnya sudah disalurkan, Polri melalui Polda DIY memberikan bantuan empat kolam Lele untuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Serikat Pekerja Nasional (SPN) DIY, di Dusun Banyakan 1, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Jumat (2/10).

Peresmian secara simbolis ditandai dengan penebaran bibit ikan Lele oleh Kapolda DIY yang diwakili oleh Wadirbinmas Polda DIY AKBP Sulistiyono SPd, didampingi Wadirintelkam Polda DIY AKBP Andi Aditya Sakti SIK.

Tampak hadir Kasi Hubungan Industrial, Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Disnakertrans DIY Darsum, dan Ketua DPD SPN DIY Abu Taukit bersama perwakilan DPC SPN kabupaten dan kota se-DIY. Dalam kesempatan tersebut disampaikan deklarasi dan pernyataan sikap DPD SPN DIY terkait rencana demonstrasi dan aksi mogok kerja bertepatan dengan rencana pemerintah untuk mengesahkan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan, Kamis 8 Oktober 2020 mendatang.

AKBP Sulistiyono menyampaikan, Polda DIY juga menginisiasi terbentuknya Kampung Tangguh Nusantara (KTN). Sampai dengan Oktober 2020, sudah ada 89 KTN se-DIY. KTN mengusung lima ketangguhan, yakni tangguh kesehatan, tangguh kamtibmas, tangguh ekonomi, tangguh pendidikan, dan tangguh informasi.

Diharapkan, proyek percontohan berupa paket bantuan empat kolam Lele ini bisa mendorong ketangguhan ekonomi. Ini merupakan hasil kolaborasi antara Polda DIY dengan SPN DIY. Disadari, pandemi Covid-19 dampaknya memang sangat terasa oleh masyarakat, terutama dalam hal ekonomi. Solusi ketahanan pangan budidaya lele ini, selain untuk menjalin kemitraan dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid-19, sekaligus juga meningkatkan ketahanan pangan. 

"Keunggulan kolam berbahan terpal bisa tahan sampai 7 tahun. Sedangkan Lele dipilih karena mudah dan cepat panen, juga tahan penyakit, dan mudah pemasarannya sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan. Semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan ketangguhan ekonomi, dan menjaga ketersediaan dan kualitas konsumsi pangan, dan kecukupan gizi bagi anggota SPN DIY," ujar AKBP Sulistiyono.

CAPTION : Menandai peresmian, secara simbolis Kapolda DIY yang diwakili oleh Wadirbinmas Polda DIY AKBP Sulistiyono SPd, didampingi Wadirintelkam Polda DIY AKBP Andi Aditya Sakti SIK menebar bibit ikan Lele ke dalam ko

AKBP Sulistiyono menuturkan, mengantisipasi krisis pangan, Polda DIY memiliki strategi program ketahanan pangan masyarakat. Kepedulian ditunjukkan dengan bergerak cepat melaksanakan baksos pembagian sembako dan pemberdayaan kepada masyarakat yang terdampak langsung.

"Saat ini Polda DIY sudah memberikan bantuan 100 ton beras, 50 kolam lele, dan 200 ember budidaya Lele untuk rumah tangga. Diharapkan antara Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perikanan, dan Babinkamtibmas bisa saling berkoordinasi membantu memberdayakan masyarakat," ungkap AKBP Sulistiyono.

Menurut AKBP Sulistiyono, menanggulangi pandemi Covid-19, dibutuhkan semangat guyub rukun dan bahu-membahu. Harapannya bisa menginspirasi dan mendorong pihak pemerintah maupun swasta lainnya yang turut prihatin untuk melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Darsum sangat mengapresiasi adanya bantuan kolam Lele ini, sebab bisa memberdayakan anggota SPN DIY dan warga sekitar. Juga  membantu Disnakertrans DIY dalam hal mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran, sekaligus mengatasi permasalahan dan dampak Covid-19.

"Program bansos yang bisa dirasakan langsung manfaatnya seperti ini, sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk survive secara ekonomi saat ini," ungkap Darsum.

Abu Taukit sangat bersyukur dengan adanya program ketahanan pangan ini. Wujud nyata kepedulian ini menunjukkan kinerja optimal dari jajaran Polda DIY dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan sinergi yang solid bersama masyarakat untuk menghadapi pandemi Covid-19.

"Kolam Lele ini semoga bisa menjadi tambahan penghasilan dan membangkitkan kembali semangat anggota SPN DIY yang terdampak pandemi Covid-19. Semoga bisa segera dipanen tiga bulan kedepan,” kata Abu Taukit.

Abu Taukit berharap, sinergi antara SPN DIY dengan Polda DIY ini juga bisa menangkal berita hoax yang membingungkan masyarakat akibat kebebasan melalui medsos yang kebablasan.

SPN DIY konsisten dengan sikap untuk menolak pengesahan RUU Omnibus Law. Namun menanggapi ajakan untuk melakukan aksi turun ke jalan dan mogok kerja menolak penetapan RUU tersebut selama tiga hari 6 sampai 8 Oktober 2020, DPD SPN DIY masih menunggu instruksi dari DPP SPN Pusat.



CAPTION : Menandai peresmian, secara simbolis Kapolda DIY yang diwakili oleh Wadirbinmas Polda DIY AKBP Sulistiyono SPd, didampingi Wadirintelkam Polda DIY AKBP Andi Aditya Sakti SIK menebar bibit ikan Lele ke dalam kolam Jumat (2/10)


Apapun nantinya langkah yang akan diambil, Abu Taukit menegaskan, SPN DIY akan selalu setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta Menolak adanya kelompok yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami siap mendukung Polri melalui Polda DIY dalam menyukseskan Pilkada serentak 2020 serta menjaga dan memelihara kondusivitas Kamtibmas di wilayah DIY," kata Abu Taukit.

Abu Taukit juga siap bekerja sama dengan Polri melalui Polda DIY dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan di tenqah pandemi Covid-19.

"SPN DIY selama ini mendorong anggotanya dan mengajak masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak berkerumun (3M-1T)," kata Abu Taukit. (Rio Ardian)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment