News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hari Pelanggan Nasional 2020, Frisian Flag Indonesia Komitmen Terus Jaga Kepercayaan Pelanggan

Hari Pelanggan Nasional 2020, Frisian Flag Indonesia Komitmen Terus Jaga Kepercayaan Pelanggan

 

Konsumen membeli produk Frisian Flag 


WARTAJOGJA.ID : Menyambut Hari Pelanggan Nasional 2020 yang diperingati setiap 4 September, perusahaan Frisian Flag Indonesia berkomitmen memberikan layanan terbaik untuk kemudahan pelanggan mendapatkan produk-produknya yang bergizi serta informasi seputar gizi dan kebaikan susu.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen Frisian Flag Indonesia untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat Indonesia, dengan mengusung visi ‘Nou-rishing by Nature’ melalui ketersediaan produk gizi berkualitas.

Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan bahwa Hari Pelanggan Nasional adalah momen penting bagi Frisian Flag Indonesia (FFI) untuk terus menjaga kepercayaan dengan menyediakan produk dan layanan terbaik kepada pelanggan.

“FFI terus berinovasi untuk memproduksi minuman susu berkualitas untuk menjadi favorit keluarga serta meningkatkan layanan agar pelanggan mudah mendapatkan produk kami, terutama di masa ini,” kata Andrew F. Saputro dalam siaran pers Senin 31 Agustus 2020.

Ia menambahkan meskipun masyarakat dihadapkan pada keterbatasan mobilitas dengan adanya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), produk-produk Frisian Flag Indonesia tetap mudah diperoleh agar pelanggan dapat terus menyediakan minuman bergizi untuk diri dan keluarganya.

“Kami juga terus berupaya untuk menjadi mitra keluarga Indonesia dengan terus memberikan informasi tentang pentingnya edukasi gizi dan menjaga kesehatan.”

Konsumen membeli produk Frisian Flag 

Hampir semua negara di dunia termasuk Indonesia saat ini masih menghadapi krisis kesehatan masyarakat sejak pandemi COVID-19 merebak di awal tahun 2020. Situasi ini telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam menyikapi kesehatan diri dan keluarga, beraktivitas di luar rumah, hingga bertransaksi yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk dunia layanan pelanggan.

Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tapi juga mengubah perilaku pelanggan di seluruh dunia. Menurut laporan ‘Tinjauan Big Data 2020 terhadap Dampak COVID-19’ oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan online di Indonesia pada Februari-Juli 2020 meningkat tajam dibanding penjualan di bulan Januari 2020.

Penjualan online di Indonesia melonjak 320% di Maret 2020 dan 480% di April 2020, keduanya dibandingkan penjualan online di awal tahun. Menurut lembaga survei konsumen Nielsen, 30% konsumen merencanakan untuk lebih sering berbelanja secara online sejak pandemi COVID-19 merebak.

Hal ini sejalan dengan riset Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia, IPB pada 1126 keluarga di 27 propinsi di Indonesia pada bulan Mei 2020, yang mengindikasikan peningkatan frekuensi pembelian online meningkat pada 35.3% keluarga Indonesia. Selain itu, alokasi pengeluaran keluarga juga meningkat pada pangan pokok sebesar 61.1%, perlengkapan kesehatan dan sanitasi/kebersihan sebesar 76% serta  vitamin/suplemen sebesar 55%.

Selanjutnya, dalam sebuah jurnal yang diterbitkan oleh sebuah konsultan manajemen multinasional McKinsey , diisyaratkan kecenderungan konsumen yang menomorduakan harga dan lebih mementingkan nilai produk di masa pandemi.

Hal ini menunjukkan sikap konsumen yang mengutamakan manfaat khususnya yang menyangkut aspek kesehatan. Produk makanan dan minuman sehat kaya gizi seperti susu , suplemen, menjadi hal yang paling dicari oleh konsumen selain produk-produk kebutuhan sanitasi, seperti sabun, tisu, atau pembersih.

Melihat tren ini Dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, IPB, Dr. Megawati Simanjuntak, SP, MSi mengatakan, “Senada dengan survei konsumen di atas, produk kesehatan seperti makanan sehat, suplemen, minuman kaya gizi seperti susu dan yoghurt menjadi barang yang paling dicari, karena saat ini konsumen lebih fokus pada produk-produk yang memiliki nilai bagi kesehatannya.” Megawati menyarankan agar konsumen lebih cerdas ketika memutuskan berbelanja produk-produk ini secara online, dan jeli memperhatikan dan memahami produk yang ditawarkan penjual. 

“Apabila ada masalah dalam transaksi barang dan/jasa, konsumen dapat membuat pengaduan langsung ke pelaku usaha. Namun jika tidak mendapat tanggapan, konsumen dapat mengadu kepada lembaga-lembaga perlindungan konsumen yang ada,” ujarnya. Lembaga perlindungan konsumen yang dimaksud di antaranya Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), dan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM).

Konsumen membeli produk Frisian Flag 

Psikolog Keluarga, Ajeng Raviando juga mengatakan bahwa saat ini terjadi perubahan perilaku konsumen yang tercermin dari keputusannya membeli kebutuhan sehari-hari.

“Konsumen sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan dan menjadikan risiko kesehatan sebagai pertimbangan utama. Perubahan perilaku konsumen ini dilihat dalam tiga perspektif pengambilan keputusan, yaitu Rasional (konsumen dalam mengambil keputusan pembelian secara rasional dengan menekankan aspek fungsional dan ekonomis), Eksperiensial (konsumen dipengaruhi perasaan terkait dengan konsumsi produk dan demi mendapat pengalaman yang unik), dan Behavioral (konsumen mendapatkan pengaruh lingkungan misalnya karena suasana tempat yang tenang dan nyaman).”

Asupan bergizi (makanan dan minuman), produk-produk sanitasi dan perlengkapan olahraga menjadi prioritas masyarakat di saat ini.

Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, menurut Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKM Universitas Indonesia Ir. Ahmad Syafiq, M.Sc. Ph.D adalah sebuah perubahan positif. “Di tengah AKB, masyarakat mau tidak mau harus beradaptasi dan terus mencari informasi tentang kesehatan termasuk gizi. Dalam situasi seperti ini muncul kesadaran mengenai pentingnya menjaga imunitas tubuh sebagai hal yang utama dengan secara teratur mengasup makanan bergizi.”

Salah satunya adalah mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein hewani dengan kandungan asam amino esensial lengkap yang berfungsi memperbaiki sel yang rusak serta menjaga imunitas.

Sumber protein hewani banyak ditemui dari susu, beragam jenis daging, dan juga telur. Syafiq juga menambahkan bahwa asupan gizi harus berpedoman pada gizi seimbang, dibarengi aktivitas fisik atau olahraga rutin, istirahat yang cukup dan mengatasi stress agar sistem imunitas dapat tetap bekerja optimal.

Sebagai mitra keluarga Indonesia selama 98 tahun, Frisian Flag Indonesia juga giat menyebarkan informasi untuk menjaga Kesehatan diri dan keluarga khususnya tentang asupan gizi seimbang dan gaya hidup sehat di masa AKB. “Literasi gizi untuk kesehatan diri dan keluarga sangat penting sebagai dasar pemahaman bagi perubahan perilaku dalam membangun keluarga Indonesia yang kuat. Sebagai bangsa, kita harus membangun diri menjadi bangsa yang lebih baik yang menghargai dan menjaga kesehatannya,” tambah Andrew.

Konsumen membeli produk Frisian Flag 

Untuk memenuhi layanan kepada pelanggan di seluruh Indonesia, FFI telah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan e-commerce dan semenjak bulan Mei 2020, FFI juga melayani program Home Delivery Service di beberapa area terpilih.

Selain memastikan ketersediaan produk , FFI memberikan informasi seputar gizi dan kebaikan susu melalui aset digital Frisian Flag Indonesia baik social media maupun website (IG dan Twitter : @frisianflagid, FB : FRISIAN FLAG INDONESIA)  serta menyediakan konsulta-si seputar produk melalui Toll free Layanan Peduli 0- 800-1821406 (Senin – Jum’at, 08.00-17.30).

Layanan ini juga dapat diakses via e-mail layanan.peduli@frieslandcampina.com. Informasi terkait edukasi dan literasi gizi bagi konsumen bisa didapatkan di https://www.frisianflag.com/.

(Arifin)



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment