News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kemenekraf Geber Akselerasi Periklanan di Jogja, Sulap Creative Hub Jadi Mesin Ekonomi Baru

Kemenekraf Geber Akselerasi Periklanan di Jogja, Sulap Creative Hub Jadi Mesin Ekonomi Baru


WARTAJOGJA.ID — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) tancap gas memperkuat ekosistem industri kreatif di daerah. Melalui Direktorat Periklanan, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kemenekraf menggelar Aktivasi Creative Hub: Akselerasi Kreatif Periklanan di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (31/10). 

Ajang yang diikuti 60 pelaku periklanan lokal ini tidak sekadar memberikan pembekalan strategi pemasaran dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), tetapi juga mendorong optimalisasi Creative Hub agar berfungsi hidup sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf/Bekraf, Cecep Rukendi, menegaskan bahwa Yogyakarta dipilih sebagai salah satu titik strategis setelah Batam untuk memperkuat ekosistem periklanan nasional dari daerah. 

"Kami berkolaborasi dengan pemda dan pengelola Creative Hub agar kompetensi pelaku periklanan meningkat. Kami ingin periklanan menjadi katalisator bagi produk dan jasa kreatif daerah untuk berkembang menjadi New Engine of Growth, mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah," tegas Cecep.

Langkah ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Daerah DIY. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto, yang hadir langsung dalam acara tersebut menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix untuk mendongkrak daya saing talenta lokal. 

"Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, industri, perguruan tinggi, dan komunitas menjadi kunci agar talenta kreatif Yogyakarta tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga mampu bersaing dan mengoptimalkan kreativitasnya," ujar Eling.

Perkembangan teknologi digital dan AI saat ini memang membuka ruang lebar bagi pelaku industri untuk mengeksplorasi ide kampanye. Namun, di sisi lain, pemanfaatannya wajib diimbangi dengan regulasi moral yang ketat. Hal tersebut dikupas tuntas oleh para narasumber kompeten. 

Pada sesi pertama, Managing Director GOVE Communication Consultant, Desi Ana Budi Nur Cahyani, membedah strategi komunikasi dan pemasaran untuk mendongkrak nilai komersial produk lokal, mulai dari pemetaan target audiens, penentuan saluran komunikasi, hingga pentingnya kepatuhan terhadap Etika Pariwara agar kampanye tetap jujur dan sehat.

Sementara itu, CEO PT Locomotion Global Network, Fabian Pamor, mengajak peserta langsung praktik memanfaatkan AI untuk mencari ide kampanye, menyusun naskah, hingga memproduksi visual media sosial. Kendati serba instan dan canggih, Fabian mengingatkan agar para kreator tetap menjaga keaslian konten, transparansi, serta berpegang teguh pada Etika Pariwara.

Sektor periklanan tanah air sendiri menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai tambah subsektor periklanan tercatat sebesar Rp15,6 triliun pada 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,14 persen. Sektor ini juga mampu menyerap hingga 58.168 tenaga kerja pada tahun yang sama, angka yang jauh melampaui era sebelum pandemi.

Dengan modal potensi pasar e-commerce dan iklan digital yang kian masif, Kemenekraf/Bekraf optimistis para kreator di Jogja mampu merajut peluang pasar yang lebih luas lewat karya yang efektif, kreatif, dan tetap menjunjung tinggi etika. 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment