Bank SMBC Indonesia Hadirkan Konser Tiga Dekade Romanza Andrea Bocelli di Borobudur, Gaungkan Pesan Perdamaian Dunia
WARTAJOGJA.ID — Pelataran megah Candi Borobudur menyuguhkan lanskap spektakuler saat melodi musik klasik tingkat dunia bergema membelah keheningan malam pada Sabtu (31/10) malam.
Maestro tenor legendaris asal Tuscany, Italia, Andrea Bocelli, sukses menyihir ribuan pasang mata dalam helatan konser bertajuk Bank SMBC Indonesia Presents Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour.
Pertunjukan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan tiga dekade album fenomenal Romanza, tetapi juga menyulam harmoni yang sarat akan pesan kemanusiaan, persaudaraan, dan perdamaian global.
Kemegahan arsitektur Candi Borobudur berpadu elok dengan penampilan anggun sang maestro di atas panggung. Sentuhan budaya lokal terasa begitu kental ketika Bocelli tampil percaya diri mengenakan jas elegan bertatahkan aksen motif batik kebanggaan Indonesia.
Penampilan musisi yang telah memenangkan Festival Musik Sanremo 1994 untuk kategori Pendatang Baru dan mengantongi rekor penjualan lebih dari 90 juta album di seluruh dunia ini membuktikan kapasitasnya sebagai ikon musik lintas generasi.
Dalam konser yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, Bocelli tidak menapaki panggung bersejarah itu seorang diri. Suara emasnya berpadu harmonis dengan aransemen musik instrumen, olah vokal, dan koreografi memukau dari jajaran musisi, penyanyi, serta penari berbakat Indonesia yang turut memeriahkan malam perayaan tiga dekade karya monumental yang mempopulerkan lagu Con Te Partirò tersebut.
Suasana haru dan khidmat memuncak ketika Bocelli melantunkan tembang spiritual The Prayer. Melodi yang meliuk indah itu dipersembahkan khusus sebagai doa bagi perdamaian dunia, terutama bagi anak-anak dan masyarakat yang kini harus bertahan hidup di tengah kecamuk perang. Bertepatan dengan alunan lagu tersebut, formasi ratusan drone mengudara di langit malam Borobudur, menghiasi angkasa dengan konfigurasi cahaya berbentuk simbol perdamaian—membawa pesan harapan agar setiap anak dapat tumbuh tanpa rasa takut.
Momen kepedulian ini turut diperkuat oleh langkah nyata penyelenggara yang membuka ruang partisipasi publik bagi aksi kemanusiaan. "Melalui rangkaian acara ini, Shoemaker Live mengajak masyarakat untuk mengulurkan tangan bagi anak-anak yang masa kecilnya dibayangi perang. Masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan kepedulian ini melalui www.shoemaker.live yang dibuka hingga 3 November 2026," ujar perwakilan penyelenggara dalam keterangan tertulisnya.
Suksesnya gelaran internasional di situs warisan dunia ini tak lepas dari sinergi kokoh berbagai pihak. Penyelenggara pun secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam atas pengawalan dan kelancaran acara.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kepolisian Republik Indonesia atas dukungan penuh dan arahan yang diberikan sejak tahap persiapan hingga penyelenggaraan konser ini," tambah pihak penyelenggara.
Menjelang akhir pertunjukan, ritme konser mencapai puncaknya saat Bocelli membawakan mahakarya yang melambungkan namanya di kancah internasional, Con Te Partirò (Time to Say Goodbye), sebelum akhirnya ditutup secara megah lewat aria operatik Nessun Dorma. Seraya nada terakhir bergetar di udara, prosesi pelepasan lampion dilakukan secara perlahan ke langit Magelang. Cahaya remang lampion yang membumbung tinggi menjadi penanda sekaligus simbol harapan universal agar perdamaian senantiasa menaungi bumi.
Usai mengukir sejarah manis di Candi Borobudur, kemeriahan rangkaian tur perayaan tiga dekade Romanza ini dipastikan bakal berlanjut ke ibu kota. Andrea Bocelli dijadwalkan menyapa kembali para pencinta musik klasik Indonesia dalam helatan berikutnya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11) mendatang.
Post a Comment