News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Support Kebutuhan Manpower Ring 1, SMK-SMTI Yogyakarta Buka Jalur Khusus Rekomendasi Industri dan Kelas Industri

Support Kebutuhan Manpower Ring 1, SMK-SMTI Yogyakarta Buka Jalur Khusus Rekomendasi Industri dan Kelas Industri


​WARTAJOGJA.ID — SMK-SMK-SMTI Yogyakarta terus memperkuat komitmen nyatanya terhadap mutu pendidikan, kualitas lulusan, serta keterserapan tenaga kerja di dunia industri. 

Melalui sinergi strategis yang kokoh, sekolah kejuruan unggulan di bawah naungan Kementerian Perindustrian ini resmi mengoptimalkan program kemitraan khusus berupa jalur rekomendasi industri dan kelas industri. 

Langkah taktis ini dihadirkan secara khusus guna men-support kebutuhan tenaga kerja (manpower) di area ring 1 perusahaan mitra nasional maupun multinasional.

​Pengelola PKL dan Pemasaran Lulusan SMK-SMK-SMTI Yogyakarta, Agnes Kinanthi, menjelaskan bahwa program inovatif ini dirancang secara komprehensif untuk memfasilitasi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan suplai tenaga kerja kompeten langsung dari daerah operasional mereka. 

Melalui skema rekomendasi industri yang terintegrasi langsung dengan jalur Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), perusahaan mitra yang telah berbadan hukum minimal berbentuk perseroan terbatas (PT) dapat merekomendasikan putra-putri daerah pilihan untuk menempuh pendidikan kejuruan di SMK-SMTI Yogyakarta.

​"SMK-SMTI Yogyakarta memfasilitasi industri, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan manpower di lingkungan sekitar perusahaan. Ada program namanya Rekomendasi Industri dan Kelas Industri," ungkap Agnes saat ditemui di lokasi sekolah, Senin (12/10).


​Agnes merinci, mekanisme program ini dimulai sejak proses penerimaan siswa baru. Industri memberikan surat rekomendasi resmi yang ditandatangani oleh level manajer HRD bagi calon siswa pilihan mereka. Setelah siswa tersebut menyelesaikan masa pendidikan di sekolah, mereka akan dikembalikan ke perusahaan pemberi rekomendasi untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). 

Apabila kuota siswa rekomendasi dari satu perusahaan cukup besar, pihak sekolah siap membuka Kelas Industri tersendiri.

​"Untuk rekomendasi industri ini bisa dimulai dari SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Industri bisa merekomendasikan siswa-siswi yang mereka pilih dari lokasi mereka untuk bersekolah di SMTI, kemudian nanti setelah menyelesaikan pendidikan, siswa melaksanakan PKL di industri yang bersangkutan," terangnya. 

Pendaftaran dan pengajuan permohonan program kemitraan ini biasanya dibuka secara berkala setiap tahunnya pada bulan Januari hingga Mei.

​Fleksibilitas Tingkatan Kolaborasi Kelas Industri

​Dalam penerapan operasionalnya, SMK-SMTI Yogyakarta merancang format Kelas Industri secara fleksibel guna mengakomodasi skala kebutuhan setiap perusahaan mitra. Berdasarkan data sekolah, tingkatan kolaborasi kelas industri dibagi menjadi tiga kategori utama. 

Pertama, Kelas Industri Reguler, yang diperuntukkan bagi perusahaan dengan jumlah siswa kurang dari 10 orang di mana siswa akan bergabung dalam kelas reguler dengan tambahan materi khusus yang waktu pelaksanaannya fleksibel.


​Kedua, Kelas Industri Serumpun, yang dibentuk khusus bagi kelompok siswa berjumlah 10 hingga 15 orang hasil kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan yang berasal dari sektor industri sejenis. 

Ketiga, Kelas Industri Khusus, yang didedikasikan bagi perusahaan mitra dengan jumlah siswa di atas 15 orang. 

Pada kategori khusus ini, struktur kurikulum dan materi pembelajaran ditetapkan secara penuh melalui kesepakatan bersama antara pihak sekolah dan perusahaan mitra.

​"Untuk kuota perindustrinya tidak ada batasan. Kalau misalnya lebih dari 15 siswa, nanti bisa membuka satu kelas khusus untuk industri tersebut. Kalau kurang dari 10 siswa, nanti kami masukkan ke kelas reguler dan sebelum mereka berangkat PKL akan kami berikan materi tambahan yang relevan," jelas Agnes.

​Model pembelajaran aplikatif (best practice) ini telah sukses diterapkan bersama sejumlah korporasi besar. 

Di antaranya adalah PT Krakatau Posco yang saat ini bahkan telah memfasilitasi 20 siswanya untuk menjalani PKL dan bersiap melangkah ke tahap ikatan kerja; PT Tanjungenim Lestari Pulp and Paper asal Sumatera Selatan yang secara konsisten setiap tahun mengirimkan 12 siswanya untuk belajar di Yogyakarta berkat dukungan program beasiswa penuh perusahaan; PT Krakatau Tirta Operasi dan Pemeliharaan; serta raksasa otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). 

​Selain nama-nama tersebut, tercatat ada sekitar 23 perusahaan mitra yang telah aktif merekomendasikan siswa melalui jalur khusus ini. Beberapa di antaranya meliputi PT Volvo Indonesia, PT Charoen Pokphand Indonesia, hingga PT Citra Resins Industries. 

Keuntungan besar bagi perusahaan mitra adalah mereka tetap bisa mendapatkan talenta yang sangat kompeten sesuai standar mutu SMK-SMTI Yogyakarta tanpa harus melanggar regulasi daerah terkait kewajiban penyerapan tenaga kerja lokal.

​"Bagi industri, mereka bisa mendapatkan talent yang terbaik dari lingkungan perusahaan masing-masing, karena memang ada beberapa daerah yang mewajibkan pegawai atau karyawan berasal dari daerah setempat. Sehingga, mereka tetap mendapatkan tenaga kerja yang kompeten sesuai standar SMK-SMTI Yogyakarta, tetapi asalnya dari lingkungan perusahaan masing-masing," imbuhnya.

​Penjaminan Mutu Lewat PKL Dual System dan Pemantauan Berkala

​Komitmen tinggi terhadap kualitas lulusan diwujudkan melalui penerapan metode pembelajaran dual system, yang mengombinasikan porsi pendidikan teori dan praktikum intensif di sekolah dengan praktik kerja nyata di lingkungan industri. 

Saat ini, proses pembelajaran dan distribusi PKL dual system ini didukung penuh oleh jaringan luas mitra industri. Sejumlah 532 mitra industri telah bekerja sama dengan SMK-SMTI Yogyakarta dan tahun ini ada 122 industri nasional dan multinasional yang aktif menjadi mitra lokasi PKL Dual System.

​SMK-SMK-SMTI Yogyakarta sendiri membina tiga jurusan keunggulan, yaitu Teknik Kimia Industri, Teknik Mekatronika, dan Kimia Analisis. Untuk jurusan Teknik Kimia Industri dan Teknik Mekatronika, masa studi ditempuh selama 3 tahun dengan durasi PKL selama 2 semester. Sedangkan untuk jurusan Kimia Analisis, masa studi berlangsung selama 4 tahun dengan alokasi PKL mencapai 3 semester.

​Guna memastikan standar kompetensi siswa selalu selaras dengan dinamika teknologi modern, pihak sekolah secara proaktif melaksanakan agenda pemantauan berkala. Pemantauan ini dilakukan melalui dua metode, yakni kunjungan langsung (offline) ke lokasi industri tempat siswa PKL dan pemantauan jarak jauh (online) melalui media komunikasi.

​"Pemantauan ini salah satu tujuannya adalah untuk memantau kinerja siswa sekaligus meminta masukan dari industri terkait kompetensi yang dimiliki siswa, baik dari segi hard skill maupun soft skill seperti attitude dan kedisiplinan. Dari masukan ini nanti kami olah di tim internal sebagai bahan pengembangan proses pembelajaran," papar Agnes. 


Melalui evaluasi dinamis ini, pihak sekolah dapat langsung menyesuaikan materi praktikum atau modul pelajaran apabila terdapat pembaruan teknologi di sektor industri terkait.

​Tingkat Keterserapan Lulusan Tembus Angka 100 Persen

​Berkat konsistensi menjaga mutu dan memperluas jaringan kemitraan, tingkat keterserapan lulusan SMK-SMK-SMTI Yogyakarta di dunia kerja menunjukkan performa yang sangat impresif. Berdasarkan rekapitulasi data per Oktober 2026, dari total siswa yang dinyatakan lulus pada bulan Mei lalu, sebanyak 98,11 persen telah terserap secara nyata di dunia industri.

​Para lulusan terserap di 85 perusahaan mitra, dengan sebaran sektor industri yang didominasi oleh bidang kimia, makanan dan minuman, farmasi, otomotif dan otomasi yang sebagian besar berpusat di kawasan industri Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Yogyakarta. Sisa persentase yang ada dipastikan tidak berada dalam status menganggur, melainkan sedang dalam tahap penyelesaian proses rekrutmen akhir.

​"Target dari Kementerian Perindustrian bahwa 100 persen lulusan kami harus terserap di dunia industri, dan ini biasanya dipantau sampai dengan bulan Desember. Di awal Oktober ini kami sudah terserap 98,11 persen, sementara sisanya sedang dalam proses rekrutmen. Harapan kami sebelum bulan Desember, keterserapan kami sudah mencapai 100 persen seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Agnes.

​Menanggapi tantangan global maupun fluktuasi ekonomi eksternal, Agnes menegaskan bahwa orang tua dan siswa tidak perlu merasa khawatir. Pihak sekolah secara konsisten terus memperluas jejaring relasi dengan merangkul industri-industri baru setiap tahunnya. Tercatat pada tahun ini saja, SMK-SMTI Yogyakarta berhasil menambah kurang lebih 10 jaringan industri baru yang bergerak di sektor kimia, otomotif, manufaktur, hingga farmasi guna mengantisipasi dinamika pasar kerja.

​"Hambatan-hambatan dari lulusan itu sebetulnya kecil sekali. Kalaupun tidak diserap di tempat PKL mereka, mereka mengikuti rekrutmen dan diterima di industri lainnya. Setiap tahun kami selalu ada target untuk menambah industri baru, sehingga jaringan dari SMTI terus bertambah dan orang tua tidak perlu khawatir," pungkasnya.

Pada kesempatan lain, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, menjelaskan pentingnya penyelarasan kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi yang berlangsung makin cepat. “Pendidikan vokasi perlu memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia industri. Konsep link and match dan penguatan dual system menjadi pendekatan penting agar lulusan memiliki kompetensi yang relevant dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment