Gelar Pelajar dan Pemuda Kota Yogyakarta Kolaborasikan Reresik Sekolah dan Sungai Code
WARTAJOGJA.ID – Semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kreativitas generasi muda mewarnai kegiatan Gelar Pelajar dan Pemuda Kota Yogyakarta bertajuk *Kolaborasi Gerakan Reresik Sekolah* di SMP Negeri 10 Yogyakarta, Sorosutan, Umbulharjo, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta ini melibatkan pelajar lintas jenjang, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Para peserta tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih di lingkungan sekolah dan jalan sekitar, tetapi juga berpartisipasi dalam menjaga kebersihan kawasan Sungai Code.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, secara resmi membuka kegiatan melalui pemukulan simbal. Pembukaan didahului laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Yogyakarta, Deni Sudaryanto.
Deni mengatakan, kegiatan tersebut menjadi upaya menanamkan karakter gotong royong dan kepedulian lingkungan kepada pelajar serta pemuda melalui aksi nyata.
“Kami berharap kolaborasi ini menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan sehingga membentuk karakter pelajar dan pemuda Kota Yogyakarta yang lebih baik, terarah, serta peduli terhadap lingkungan,” kata Deni.
Menurutnya, gerakan tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan kota. Kegiatan Gelar Pelajar dan Pemuda yang berkolaborasi dengan Gerakan Reresik Sekolah ini telah dilaksanakan tiga kali sepanjang 2026 dan direncanakan berlanjut pada tahun berikutnya.
Aksi kebersihan dilakukan bersama siswa dan guru di lingkungan sekolah, jalan sekitar, serta kawasan Sungai Code. Untuk area sungai, penanganan sampah dari dalam aliran dilakukan tenaga profesional, sedangkan para pelajar membantu memilah dan mengangkut sampah yang telah dinaikkan ke tepi sungai.
Kepala SMP Negeri 10 Yogyakarta, Edi Thomas Suharta, mengingatkan pentingnya menjaga sungai sebagai bagian dari kehidupan dan peradaban manusia. Ia mencontohkan peradaban besar yang berkembang di tepian Sungai Nil, Tigris, Efrat, dan Yangtze.
Yogyakarta, menurutnya, juga memiliki Sungai Code yang mengalir dari kawasan Gunung Merapi menuju selatan. Sungai tersebut memiliki nilai penting, baik dari sisi lingkungan maupun filosofi kehidupan masyarakat.
“ Tugas kitalah untuk menjaga dan melestarikannya, ” pesannya kepada para peserta.
Selain aksi lingkungan, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas dan bakat seni. Sejumlah penampilan memeriahkan acara, mulai dari vokal, permainan biola, tari tradisional, drumband, hingga band sekolah. Rangkaian kegiatan ditutup dengan flashmob lagu *Jogja Istimewa* yang diikuti para peserta.
Melalui kegiatan ini, Disdikpora Kota Yogyakarta berharap budaya bersih, semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta kreativitas generasi muda dapat tumbuh menjadi kebiasaan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam menjaga lingkungan dan kehidupan bermasyarakat.
Post a Comment