Fakultas Peternakan UGM dan Program FRESH Sarihusada Dorong Peternak Sapi Perah Rakyat Tingkatkan Produktivitas dan Kualitas Susu
WARTAJOGJA.ID :Peningkatan produktivitas dan kualitas susu menjadi salah satu fokus pengembangan usaha peternakan sapi perah rakyat. Untuk mendukung upaya tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM), Yayasan Rumah Energi dan Danone Ecosystem menggelar Talkshow Peningkatan Produktivitas Sapi Perah dan Pemberian Penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Peternak Rakyat di Auditorium drh. R. Soepardjo, Fapet UGM, Yogyakarta, Rabu (28/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-57 Fapet UGM dan menjadi wadah edukasi, apresiasi, serta pertukaran pengalaman bagi peternak sapi perah. Fokus utamanya adalah mendorong penerapan Good Dairy Farming Practices (GDFP), yakni praktik peternakan sapi perah yang baik, secara konsisten dan berkelanjutan.
Program FRESH (Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry), kolaborasi PT SGM, YRE dan Danone Ecosystem, telah berjalan lebih dari tiga tahun. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 500 keluarga peternak sapi perah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur sebagai penerima manfaat langsung, serta 1.479 penerima manfaat tidak langsung.
Pendampingan dalam program ini mencakup penerapan GDFP, pengelolaan lingkungan melalui instalasi biogas, serta inisiatif untuk meningkatkan efisiensi kerja, produktivitas, dan kualitas susu.
Guru Besar Fapet UGM, Prof. Budi Prasetyo Widyobroto, menjadi salah satu narasumber dengan materi “Penerapan GDFP di Peternakan Rakyat”. Sementara itu, drh. Suryawati Purwaningtyas, M.Si., Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, membahas peran pemerintah dalam pembinaan peternak.
Karyanto Wibowo, Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, dalam pesannya secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan ini beyond dari sekedar program yang hanya memberikan teori tetapi lebih jauh memberikan bukti adanya perbaikan.
"Kompetisi ini dirancang untuk melihat perbaikan yang ada. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Sarihusada dalam mendorong praktik pemeliharaan sapi berkelanjutan untuk rantai pasok susu segar Sarihusada yang lebih baik dan memberikan dampak positif,”kata Karyanto.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY, drh. Agung Ludiro, mewakili kepala dinas memberikan apresiasi kegiatan tersebut. Program FRESH telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas produksi susu.
Dekan Fapet UGM, Prof. Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menilai kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama nyata Fapet dengan pemerintah, NGO, dunia industri, komunitas peternak dan koperasi. Bambang mengakui masih ada beberapa tantangan dalam dunia persusuan tanah air, salah satunya jumlah populasi sapi perah yang jauh di bawah sapi potong. “Fapet berkomitmen dan serius dalam GDFP serta pelestarian lingkungan sebagaimana program FRESH yang dikembangkan oleh kolaborasi PT SGM, YRE dan Danone Ecosystem,”kata Bambang.
Melalui kegiatan ini, Fapet UGM dan Program FRESH mendorong agar peningkatan kapasitas peternak tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi berlanjut menjadi praktik yang diterapkan dalam pengelolaan peternakan sehari-hari.
Pemberian Penghargaan kepada Pemenang Kompetisi Peternak Rakyat
Ketua panitia yang juga salah satu dewan juri, Ir Rochijan, S.Pt., M.Sc., IPM., menjelaskan terdapat sekitar 500 peserta yang terdata mengikuti kompetisi baik yang berasal dari DIY maupun Jawa Tengah. Kemudian yang lolos seleksi awal sebanyak 39 peternak. Setelah dilakukan penjurian dengan beberapa indikator, seperti pemeliharaan sapi perah, produksi susu, kualitas susu, dan networking peternak serta adopsi teknologi yang digunakan akhirnya keluar sebagai juara 1 yakni I Ketut Putra (Sleman), juara 2 Jiyem (Boyolali) dan juara 3 Daryono (Boyolali).
Post a Comment