BNI Pacu Literasi Keuangan Usia Dini Lewat Program WondrZ di Yogya
WARTAJOGJA.ID — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memperluas akses edukasi finansial keluarga dengan memperkenalkan produk tabungan wondrZ di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk perbankan yang ditujukan bagi anak dan remaja berusia 0 hingga 17 tahun ini dirancang terintegrasi langsung dengan aplikasi wondr by BNI guna membangun kebiasaan finansial yang sehat sejak dini.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis BNI dalam memberikan pengalaman nyata pengelolaan uang bagi generasi muda di bawah pengawasan langsung orang tua. Rekening wondrZ terdaftar atas nama anak menggunakan dokumen Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) serta KTP elektronik orang tua, tanpa dikenakan biaya pengelolaan rekening.
Regional CEO BNI Wilayah 17 Yogyakarta, Ari Masdianto Purnomo, menegaskan pentingnya pembiasaan pengelolaan uang sejak usia muda agar anak memahami nilai finansial secara bertahap.
"Melalui wondrZ, kami ingin membantu anak mengenal cara menabung, mengelola uang, dan mulai memahami transaksi secara bertahap. Pada saat yang sama, orang tua tetap dapat mendampingi perjalanan finansial anak melalui fitur yang tersedia," ujar Ari pada acara media gathering di deMakijos, Sleman.
Ari menambahkan bahwa fokus utama dari produk ini terletak pada proses pembelajaran dan interaksi langsung anak dengan instrumen keuangan.
"Yang kami dorong bukan sekadar kepemilikan rekening, tetapi bagaimana anak mulai memiliki pengalaman nyata dalam mengelola uang. Orang tua tetap menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut," kata Ari.
Guna menjaga keamanan bertransaksi, BNI menerapkan batasan penggunaan bagi para nasabah muda ini. Anak berusia 12 tahun ke atas mulai diberikan akses fitur digital seperti transaksi QRIS dengan pendampingan orang tua melalui notifikasi pemantauan secara real-time.
Pgs Area Head BNI Kantor Wilayah 17 Yogyakarta, Diah Charmaningtyas, menjelaskan rincian batasan nilai transaksi harian yang diberlakukan bagi pemegang rekening wondrZ.
"Selain transaksi digital, wondrZ memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bertransaksi menggunakan kartu debit. Limit transaksi kartu debit ditetapkan Rp500.000 per hari, sedangkan transaksi melalui aplikasi wondr by BNI memiliki limit hingga Rp2 juta per hari sesuai ketentuan produk," jelas Diah.
Diah juga menyoroti dampak jangka panjang dari edukasi finansial dini ini terhadap pembentukan karakter anak serta hubungan perbankan di masa depan.
"Anak yang sejak dini sudah terbiasa menabung, bertransaksi secara bijak, dan memahami nilai uang akan memiliki fondasi literasi keuangan yang lebih baik. Dari sisi perbankan, ini juga merupakan bagian dari membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda," lanjut Diah.
Layanan tabungan wondrZ ini akan secara otomatis terkonversi menjadi BNI Taplus Muda tanpa mengubah nomor rekening saat nasabah menginjak usia 17 tahun. Melalui ekspansi ekosistem ke sekolah dan komunitas keluarga, BNI optimistis wondrZ mampu menjadi sarana pembentukan generasi yang cerdas secara finansial.
Post a Comment