News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sleman Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Inovasi Pertanian Modern dan Regenerasi Milenial

Sleman Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Inovasi Pertanian Modern dan Regenerasi Milenial


WARTAJOGJA.ID : ​Pemerintah Kabupaten Sleman terus membuktikan komitmennya dalam memperkuat kedaulatan pangan wilayah melalui penerapan teknologi modern, diversifikasi pangan lokal, dan perlindungan menyeluruh bagi para petani. Langkah strategis ini menjadi fokus utama menjelang peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 yang mengusung tema global Innovate Today. Nourish Tomorrow. atau Berinovasi Hari Ini. Menumbuhkan Masa Depan.

​Dalam jumpa pers yang digelar di Sleman, Selasa 6 Oktober 2026, Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, S.Hut, MT, menyampaikan bahwa capaian ketahanan pangan daerah saat ini berada pada tren yang sangat positif. Produksi beras Kabupaten Sleman mencatatkan peningkatan dari sekitar 60.200,79 ton pada tahun 2024 menjadi sekitar 63.786 ton pada tahun 2025. Tren positif tersebut berbanding lurus dengan perolehan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Sleman tahun 2025 yang mencapai angka 85,50, menjadikan Sleman sebagai wilayah dengan IKP terbaik di Pulau Jawa sekaligus peringkat ketujuh secara nasional.

​"Capaian Indeks Ketahanan Pangan sebesar 85,50 ini membuktikan bahwa Kabupaten Sleman memiliki pasokan pangan yang stabil, akses ekonomi dan fisik yang mudah, serta stabilitas harga yang terkendali. Keberhasilan ini ditopang oleh luas lahan produktif, pendekatan inovatif, dan kreativitas para petani kita," ujar Rofiq Andriyanto.

​Guna mempertahankan stabilitas tersebut, Pemkab Sleman menggalakkan sejumlah inovasi produksi unggulan. Salah satunya yakni penetapan Kapanewon Seyegan sebagai kawasan percontohan Pertanian Modern melalui Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang memadukan teknologi mekanisasi dan pengelolaan presisi. Lewat metode ini, produktivitas lahan mampu ditingkatkan secara signifikan hingga melampaui 9 ton gabah kering panen per hektare. Selain itu, pemerintah daerah memperkuat pemetaan wilayah rentan menggunakan instrumen Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA).

​Sebagai langkah konkret menghadapi tantangan alih fungsi lahan dan risiko iklim, Pemkab Sleman menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Regulasi ini diperkuat dengan pengalokasian program asuransi pertanian pada APBD 2026 berpremi Rp1,8 juta per hektare untuk melindungi petani dari ancaman gagal panen, serta optimalisasi instrumen Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dalam aspek regenerasi, Bupati Sleman telah mengukuhkan pengurus Petani Milenial Kabupaten Sleman periode 2026–2029 demi memacu transformasi pertanian berbasis digital.

​"Tema internasional Berinovasi Hari Ini, Menumbuhkan Masa Depan bukan sekadar slogan di Sleman, melainkan aksi nyata harian. Masa depan pangan kita ditentukan langsung di sawah, greenhouse, hingga dapur rumah tangga ketika kerja keras berpadu dengan inovasi," kata Rofiq menambahkan.

​Rangkaian Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 tingkat Kabupaten Sleman rencananya bakal dipusatkan di Halaman Kantor Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan pada Rabu, 21 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WIB. Agenda yang diperkirakan menyedot sekitar 500 peserta dari kalangan petani, Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani (KWT), Gapoktan, hingga pelaku usaha ini akan diisi beragam kegiatan interaktif.

​Acara tersebut bakal menghadirkan Talk Show Pertanian bertema Diversifikasi dan Penguatan Pangan Lokal dalam Mendukung Ketahanan Pangan bersama narasumber produsen olahan lokal dan akademisi, Lomba Kelompencapir antar-kapanewon, serta peluncuran Aplikasi Informasi Potensi Pertanian dan Perikanan hasil kerja sama dengan PHRI. Bupati Sleman juga dijadwalkan menyerahkan bantuan berupa 31 unit hand sprayer electric, dua unit alat pengupas biji kopi, dan satu unit mesin sangrai kopi, dilanjutkan dengan penganugerahan apresiasi bagi insan dan kelompok tani berprestasi. Peringatan HPS 2026 turut dimeriahkan oleh 14 stan pameran, pasar tani, hingga pembagian ratusan bibit gratis dan sembako murah bagi masyarakat.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment