News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

TIDAR Gerindra Pacu Kaderisasi Anak Muda Lewat Tunas 3 dan Musda di Yogyakarta

TIDAR Gerindra Pacu Kaderisasi Anak Muda Lewat Tunas 3 dan Musda di Yogyakarta


WARTAJOGJA.ID : Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Tunas 3 dan Musyawarah Daerah (Musda) TIDAR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Hotel Platinum Yogyakarta, Jumat (11/9/2026). 

Rangkaian kegiatan ini digelar sebagai komitmen berkelanjutan dalam memperkuat proses regenerasi politik serta membentuk karakter kader muda di daerah.

​Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat TIDAR, Rocky Candra, mewakili Ketua Umum Rahayu Saraswati dalam sambutannya pada pembukaan acara tersebut, Rocky menekankan bahwa kaderisasi dan regenerasi di tubuh TIDAR merupakan sebuah keniscayaan yang harus terus berjalan untuk menyiapkan jaringan pemuda yang solid di berbagai lini masyarakat.

​“Pesan yang saya sampaikan adalah bagaimana proses kaderisasi itu di TIDAR terus berjalan. Karena regenerasi itu sebuah keniscayaan. Kami TIDAR adalah Gerindra-Gerindra muda yang mempersiapkan diri untuk membangun komunikasi, membangun jaringan, untuk membantu masyarakat dalam semua kegiatan sosial kependidikan dan juga politik praktis di setiap daerah,” kata Rocky Candra.

​Mengingat predikat DIY sebagai wilayah pusat pendidikan, Rocky meyakini dari forum ini akan lahir figur-figur pemuda yang siap mengisi panggung kepemimpinan publik di masa mendatang, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.

​“Tentunya Yogyakarta sebagai provinsi dan kota pendidikan melahirkan banyak pemikir-pemikir, akademisi-akademisi untuk bangsa dan negara. Dan kami mengharapkan lahir dari ruangan ini, dari TIDAR, nanti pemimpin-pemimpin Yogyakarta berikutnya. Baik di segala tingkatan di politik, apakah itu DPRD, apakah itu DPRD Provinsi, Kabupaten, dan DPR RI,” tuturnya.

​Mengenai strategi menyongsong agenda politik hingga Pemilu 2029, Rocky menjelaskan bahwa TIDAR bakal terus konsisten mengemas isu politik dengan pendekatan yang ramah dan inklusif bagi generasi muda.

​“Ya, tentunya peran TIDAR dalam setiap kontestasi pemilu, bukan hanya di 2029, bagaimana TIDAR merangkul suara-suara pemilih anak-anak muda dan juga mendistribusikan program-program yang kami sampaikan dengan cara-cara anak muda, dengan gaya-gaya anak muda. Yang politik itu tidak dibuat rumit, tetapi dibuat dengan sejenaka mungkin agar bisa dipahami oleh anak-anak muda di Indonesia. Jadi gerakan-gerakan ini sudah kami lakukan dari semenjak TIDAR berdiri dan alhamdulillah berdampak signifikan terhadap suara Gerindra itu sendiri,” paparnya.

"Kita fokus pada kaderisasi. Kita fokus pada kaderisasi membentuk anak-anak muda agar lebih peka terhadap politik, dan tidak apolitis, dan siap menyelenggarakan pemilu dan memenangkan Gerindra 2029. Kita tidak ada beropini terhadap itu,” tegasnya.

​Ia pun menampik anggapan bahwa penyelenggaraan acara di Yogyakarta ini semata-mata dilakukan sebagai langkah mendadak untuk memanaskan mesin partai. Ia menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi organisasi ini merupakan bagian dari agenda rutin, di mana TIDAR saat ini telah mengekspansi kepengurusan hingga ke mancanegara.

​“Ini agenda rutin kita. Jadi bukan hanya memanaskan mesin partai. Setelah pemilu, boleh dicek di agendanya TIDAR, satu bulan setelah pemilu kita keliling melaksanakan Musda. Bahkan kita membentuk pengurus luar negeri. Kita TIDAR sudah hadir di 38 provinsi dan di 13 negara. Tahun ini target kita, kita di 20 negara. Jadi bukan hanya memanaskan partai politik atau memanaskan pemilu, tapi ini bagian dari proses kaderisasi yang kami lakukan rutin. Setiap bulan, setiap hari, setiap tahun,” jelas Rocky.

​Rocky kembali menegaskan bahwa tujuan utama digelarnya munas dan musda oleh organisasi sayap Partai Gerindra ini tetap konsisten pada pembentukan karakter generasi muda sekaligus mengawal kemenangan partai secara optimal.

​“Nggak ada. Target kita membentuk karakter anak-anak muda dan juga memenangkan Gerindra, itu target utama,” ungkapnya.

Adapun DPD Partai Gerindra Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong jajaran Tunas Indonesia Raya (TIDAR) DIY untuk terus memegang teguh nilai-nilai inklusivitas dan menjaga persatuan dalam dinamika perpolitikan anak muda. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Yogyakarta memiliki peran strategis sebagai miniatur Indonesia yang dihuni oleh keberagaman suku, agama, serta latar belakang budaya.

​Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DIY, Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo, menyampaikan pesan mendalam tersebut saat memberikan arahan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) TIDAR DIY. 

Ia mengingatkan bahwa kader muda TIDAR merupakan ujung tombak partai yang harus senantiasa bersikap terbuka terhadap berbagai perbedaan pandangan politik.

​“Teman-teman yang sekarang memasuki TIDAR DIY, kalian-kalian anak-anak muda ini yang akan menjadi ujung tonggak juga. Yang namanya Jogja, kita selalu terbuka dengan semuanya. Kita harus terbuka dengan perbedaan, dengan orang-orang yang baik berbeda pandangan politik, berbeda ras, berbeda agama, kepercayaan, berbeda suku. Karena yang namanya Jogja itu banyak sekali yang mencerminkan dan menyampaikan bahwa Jogja itu miniaturnya Indonesia,” ujar Raden Mas Gustilantika Marrel Suryokusumo.

​Marrel juga menyoroti keistimewaan Yogyakarta yang menjadi tempat bernaung dan belajar bagi masyarakat dari seluruh pelosok tanah air. Oleh karena itu, ia berpesan agar para kader TIDAR mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan asal-usul.


Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment