News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Lima Sekolah Wakili Kota Yogya ke Lomba Baris Berbaris Tingkat Provinsi Usai Sabet Juara Pertama

Lima Sekolah Wakili Kota Yogya ke Lomba Baris Berbaris Tingkat Provinsi Usai Sabet Juara Pertama


WARTAJOGJA.ID : Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja resmi mengumumkan lima sekolah yang berhasil menyabet gelar juara pertama dalam Lomba Baris Berbaris Tingkat Kota Jogja di Halaman Parkir Stadion Mandala Krida, Kamis (3/9/2026). Kelima sekolah tersebut dipastikan bakal melenggang mewakili Kota Jogja pada ajang serupa di tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.

​Berdasarkan hasil penilaian dewan juri dari kompetisi yang berlangsung sejak Selasa (1/9/2026) tersebut, gelar juara pertama kategori SD diraih oleh SDN Ungaran. Pada kategori SMP putri, posisi puncak diraih oleh SMPN 5 Jogja, sedangkan kategori SMP putra dimenangkan oleh MTs Mu'allimin Jogjakarta peleton B. Sementara pada kategori SMA putri, trofi juara pertama disabet oleh SMKN 2 Jogjakarta, dan kategori SMA putra berhasil diduduki oleh MA Mu'allimin peleton A.

​Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kota Jogja, Deni Sudaryanto, mengonfirmasi keberlanjutan perwakilan para pemenang tersebut ke ajang yang lebih tinggi. “Kepada juara satu masing-masing kategori akan lanjut mewakili Kota Jogja mengikuti lomba baris berbaris tingkat provinsi yang akan digelar tanggal 26 September 2026 di Mandala Krida,” ujar Deni di sela pengumuman juara.


​Deni menyampaikan bahwa perlombaan ini diselenggarakan bukan sekadar ajang berburu trofi kemenangan, melainkan sebagai sarana media pembelajaran dan pembentukan karakter bagi para peserta didik. Ia mengimbau sekolah yang belum meraih juara untuk menjadikan kompetisi ini sebagai bahan evaluasi dan refleksi agar mampu tampil lebih maksimal di tahun-tahun mendatang.

​Meski pelaksanaan berjalan lancar, pihak Disdikpora Kota Jogja tetap mengantongi sejumlah catatan teknis. Salah satu poin evaluasi utama terletak pada aturan kuota anggota peleton yang saat ini mematok jumlah 31 orang. Menurut Deni, skema regulasi tersebut dirasa cukup memberatkan bagi sekolah di jenjang SD yang kerap terkendala keterbatasan jumlah siswa. “Ini menjadi pertimbangan kami untuk pelaksanaan di tahun mendatang, apakah tetap di angka 31 atau disesuaikan dengan kondisi sekolah dasar,” tegasnya.

​Ia pun berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai wadah penanaman nilai positif dan semangat gotong royong bagi generasi muda. “Tentu ini menjadi ruang kita bersama untuk anak-anak kita,” imbuh Deni.

​Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menggarisbawahi bahwa ajang adu ketangkasan fisik dan keselarasan ini harus dimaknai sebagai kawah candradimuka bagi karakter anak muda. Terdapat empat nilai utama yang ditanamkan, yakni kedisiplinan, kejujuran, rasa tanggung jawab, dan rasa cinta tanah air. Wawan berpesan agar semangat dan nilai-nilai yang didapat selama latihan tidak luntur begitu saja setelah kompetisi usai. “Disiplin yang dipelajari diharapkan tetap terbawa ke ruang kelas, dan kekompakan yang dibangun tetap hidup dalam pergaulan sehari-hari,” pungkasnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment