News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Antisipasi Bencana Banjir, DPRD Kota Yogyakarta Minta Simulasi EWS Ditingkatkan Minimal Tiga Kali Setahun

Antisipasi Bencana Banjir, DPRD Kota Yogyakarta Minta Simulasi EWS Ditingkatkan Minimal Tiga Kali Setahun


WARTAJOGJA.ID​Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta mendesak pemangku kebijakan untuk meningkatkan frekuensi pengujian dan simulasi alat peringatan dini banjir di sepanjang bantaran sungai. Pengujian jaringan Early Warning System (EWS) dinilai sangat penting dilakukan secara berkala dan menyeluruh guna menjamin performa perangkat sekaligus mengasah tingkat kesiapsiagaan warga bantaran dalam menghadapi ancaman banjir.

​Dorongan tersebut disampaikan seiring dengan langkah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta yang menyiagakan sebanyak 35 unit EWS di sepanjang tiga aliran sungai utama, yakni Sungai Winongo, Sungai Code, dan Sungai Gajahwong. Selain itu, terdapat satu unit perangkat EWS tambahan yang dipasang di wilayah hulu, tepatnya kawasan Ngentak, guna memantau pergerakan arus dan debit air secara langsung.

​Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta, Bambang Seno Baskoro, menegaskan bahwa simulasi pengujian sirine bahaya tersebut tidak boleh hanya dijadikan agenda formalitas sesekali. Ia menekankan bahwa serangkaian pengujian dan sosialisasi, seperti simulasi serentak yang digelar pada Rabu pagi, mesti ditransformasikan menjadi program rutin yang teragendakan dengan pasti.

​"Kegiatan evaluasi dan pengujian sistem peringatan dini ini sangat kami dukung. Ini harus dilakukan dalam bentuk rutinitas, supaya masyarakat benar-benar memahami geografi tempat tinggalnya," tegas Bambang Seno Baskoro saat memberikan keterangannya.

​Ia menambahkan, ancaman bencana hidrometeorologi di kawasan pemukiman padat penduduk sepanjang aliran Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong berada pada tingkat kerawanan yang sangat tinggi. Kondisi tersebut menuntut adanya kesiapan mitigasi ekstra dari para warga yang bermukim di daerah pinggiran sungai saat memasuki musim hujan.

​Menurut Bambang, pelaksanaan simulasi alat peringatan dini yang terjadwal konsisten akan membentuk pembiasaan positif bagi warga. Melalui agenda rutin tersebut, masyarakat dipastikan tidak lagi panik saat mendengar bunyi sirine bahaya, melainkan langsung responsif melakukan tindakan penyelamatan diri.

​"Kami mendukung program dari BPBD Kota Yogyakarta agar kegiatan ini jadi rutinitas, minimal satu tahun tiga kali. Dengan begitu, masyarakat bantaran sungai bisa paham betul kapan harus waspada dan kapan harus bersiap-siap," pungkas Ketua Komisi C DPRD Kota Yogyakarta tersebut.  

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment