News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hadiri Lomba Seni Suara Bekisar, Ketua DPRD DIY Dorong Keberlanjutan Event Keistimewaan

Hadiri Lomba Seni Suara Bekisar, Ketua DPRD DIY Dorong Keberlanjutan Event Keistimewaan


​WARTAJOGJA.ID — Gelaran Lomba Nasional Seni Suara Alam Bekisar, Ayam Hutan, dan Buras bertajuk "Piala Jogja Istimewa Ke-3" berlangsung sukses dan meriah di Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (27/9/2026). Ajang bergengsi ini berhasil menyedot antusiasme sekitar 300 peserta yang datang dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Madura, Surabaya, Bali, Lombok, Sumenep, Bangkalan, Magelang, hingga tuan rumah Yogyakarta.

​Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., mengapresiasi tinggi konsistensi penyelenggaraan kegiatan tahunan ini. Menurutnya, ajang ini tidak hanya berhasil melestarikan seni suara alam, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata terhadap pemulihan dan pergerakan ekonomi masyarakat lokal.

​"Ini adalah piala yang ketiga. Tentu ini menjadi bagian yang harus kita apresiasi, karena di sini ada peran yang luar biasa. Kita melihat potensi yang ada di lapangan, selain ayamnya, ternyata juga ada potensi pemberdayaan masyarakat di sini. Jadi yang kita lihat tidak sekedar ayam, tapi bagaimana kemudian ekonomi juga bergerak. Salah satu filosofi keistimewaan itu kan bagaimana kita menjaga kelestarian dari lingkungan kita, termasuk makhluk hidup yang ada di Yogyakarta," ujar Nuryadi di lokasi acara.

​Guna menjaga keberlanjutan tradisi dan semangat kelestarian ini, Nuryadi mendukung penuh agar kegiatan berskala keistimewaan terus mendapat penguatan fasilitasi. Ia mendorong agar ke depannya agenda seperti ini dapat diampu menggunakan alokasi Dana Keistimewaan (Dana Keis) secara optimal agar penyelenggaraannya semakin fleksibel dan terjamin.

​"Acara ini dikemas dengan nama Seni Suara Ayam Bekisar. Sangat bangga dan harus dilestarikan. Menurut saya akan lebih fleksibel lagi jika apapun yang namanya piala keistimewaan itu menggunakan Dana Keis, sehingga kelestarian bisa dijamin. Dengan kolaborasi dengan alam, harapannya memang ada ekonomi yang timbul di masyarakat untuk kesejahteraan bersama," tutur Nuryadi optimistis.

​Rangkaian perlombaan sendiri berjalan tertib dan semarak sejak pukul 06.00 WIB hingga sore hari. Berbagai kelas bergengsi dihadirkan, mulai dari Kelas Utama, Madya, Pratama, Ayam Buras Pakem, Ayam Buras Panjang, hingga Ayam Hutan A/B yang menampilkan keindahan unggas lokal.


​Ketua Seksi Acara, Rindang, menyampaikan rasa syukurnya atas peningkatan antusiasme peserta yang jauh lebih meriah dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Kemeriahan tersebut juga didukung oleh beragam apresiasi menarik, mulai dari trophy, piagam, hingga door prize berupa empat keping emas batangan 1 gram, televisi 32 inci, kipas angin, dispenser, dan barang elektronik lainnya untuk para peserta.

​"Untuk yang sekarang lebih meriah, lebih ramai dibandingkan yang sebelumnya. Insya Allah sih, bisa lebih meriah lagi ke depannya, di event-event berikutnya," kata Rindang penuh semangat.  

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment