News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

"Behind the Event”: GM Production Indonesia Bahas Komunikasi dan Kesehatan Mental di Industri Event

"Behind the Event”: GM Production Indonesia Bahas Komunikasi dan Kesehatan Mental di Industri Event


WARTAJOGJA.ID— Di balik terselenggaranya sebuah event yang sukses, terdapat proses panjang yang melibatkan banyak sumber daya manusia, koordinasi lintas bidang, tekanan kerja, serta kemampuan berkomunikasi secara efektif. Hal tersebut menjadi fokus dalam talkshow dan sharing session bertajuk “Behind the Event: Pressure, Emotion, & Communication” yang diselenggarakan oleh GM Production Indonesia di Kantor GM Production, Yogyakarta, Sabtu (29/8).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pengembangan kapasitas karyawan GM Production Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika pekerjaan di industri event yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kesiapan dalam mengelola komunikasi, tekanan, dan kondisi psikologis.

Talkshow menghadirkan dua narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi, yaitu Dhyka Vasminingtya, S.I.Kom., mahasiswi Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang membahas aspek komunikasi dan pengelolaan sumber daya manusia dalam penyelenggaraan event. Serta dr. Sheila Maryam Gautama, Sp.KJ, psikiater dari Rumah Sakit Universitas Airlangga, yang membahas aspek psikologis dalam menghadapi tekanan dan dinamika pekerjaan di dunia event.


Dalam pemaparannya, Dhyka menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah event tidak hanya ditentukan oleh konsep dan pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh bagaimana sebuah tim mengatur alur kerja dan komunikasi di dalam organisasi. Event berskala besar melibatkan banyak individu dengan latar belakang, pengalaman, karakter, dan keahlian yang berbeda sehingga diperlukan pembagian scope of work (SOW) yang jelas dan penempatan sumber daya manusia berdasarkan kompetensinya.

Menurutnya, sistem kerja yang terstruktur harus diikuti dengan pola komunikasi yang fleksibel agar informasi dapat bergerak dengan cepat, terutama ketika tim menghadapi perubahan maupun situasi krisis di lapangan.

“Dalam situasi krisis, komunikasi hierarkis yang terlalu kaku dapat memicu distorsi, penumpukan informasi atau bottleneck, hingga berujung pada kegagalan koordinasi yang fatal. Dalam dunia event yang sangat dinamis, komunikasi tidak cukup hanya berjalan dari atas ke bawah. Setiap orang perlu memiliki ruang untuk menyampaikan informasi, memberikan feedback, dan mengambil tindakan sesuai kewenangannya. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah event bukan hanya tentang siapa yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh tim mampu berkomunikasi dan bergerak sebagai satu kesatuan,” ujar Dhyka.”

Sementara itu, dr. Sheila Maryam Gautama menyoroti sisi lain yang sering kali luput dari perhatian dalam industri event, yakni kondisi psikologis para pekerja. Menurutnya, karakter pekerjaan event yang dinamis, memiliki tenggat waktu ketat, perubahan situasi yang cepat, serta tuntutan untuk selalu memberikan hasil terbaik dapat menjadi sumber tekanan apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengenali dan mengelola kondisi diri.     

“Dalam dunia event yang memiliki pressure tinggi dan perubahan yang dinamis, diperlukan kondisi psikologis yang sehat, kemampuan mengenali batas diri, serta kesadaran untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi emosional. Menjaga kesehatan mental bukan berarti mengurangi profesionalitas, tetapi justru menjadi bagian dari upaya menjaga fokus, produktivitas, dan keberlanjutan karier,” jelas dr. Sheila.”

Ia juga menekankan pentingnya self-awareness bagi pekerja event. Kemampuan untuk mengenali tanda-tanda kelelahan fisik maupun emosional dapat membantu seseorang menentukan kapan harus beristirahat, meminta dukungan, maupun melakukan penyesuaian terhadap beban pekerjaan sebelum tekanan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Kegiatan “Behind the Event: Pressure, Emotion, & Communication” diikuti oleh karyawan GM Production Indonesia, serta sejumlah freelance event enthusiast yang berasal dari wilayah Yogyakarta. Peserta tidak hanya mendapatkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat dalam sesi diskusi dan sharing mengenai pengalaman menghadapi tekanan, dinamika komunikasi, serta berbagai situasi yang muncul dalam proses penyelenggaraan event.

Melalui kegiatan tersebut, GM Production Indonesia berupaya membangun pemahaman bahwa profesionalisme dalam industri event tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan acara yang berjalan sesuai rencana. Profesionalisme juga mencakup kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, beradaptasi terhadap perubahan, bekerja dengan berbagai karakter individu, serta menjaga kondisi psikologis di tengah tekanan pekerjaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi para pekerja event bahwa di balik sebuah event yang terlihat sukses di hadapan publik, terdapat proses komunikasi, pengelolaan emosi dan koordinasi. 


Dengan membangun sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi dan menjaga ketahanan psikologis untuk terus berkembang menjadi lebih adaptif, profesional, dan siap menghadapi kompleksitas industri event yang bergerak.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment