News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Uji Kesiapsiagaan Bencana, RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran

Uji Kesiapsiagaan Bencana, RS PKU Muhammadiyah Jogja Gelar Simulasi Kebakaran


WARTAJOGJA.ID — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta menggelar simulasi penanganan krisis kesehatan akibat kebakaran selama empat hari, Sabtu hingga Selasa (8-11/8/2026). Rangkaian kegiatan mitigasi bencana tersebut resmi dipungkasi dengan aksi Field Training Exercise (FTX) atau gladi lapang pada Selasa (11/8/2026) di area rumah sakit.

​Latihan kebencanaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat respons cepat dan menguji Standar Operasional Prosedur (SOP) darurat ini diawali secara bertahap, mulai dari seminar, Table Top Exercise (TTX), hingga Functional Exercise atau gladi ruang sebelum akhirnya dilaksanakan simulasi lapangan secara langsung.

​Ketua Badan Pembina Harian (BPH) RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang juga menjabat Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menegaskan pentingnya pelaksanaan simulasi ini sebagai modal dasar penanganan krisis.

​"Simulasi adalah kegiatan yang sangat mendekati kejadian sebenarnya. Kita perlu mengetahui titik-titik krusial agar siap menghadapi potensi kejadian yang tidak diinginkan," tegas Budi Setiawan di sela-sela penutupan kegiatan, Selasa (11/8/2026). 

Ia menambahkan bahwa pemetaan titik krusial sangat krusial agar seluruh personel memiliki gambaran jernih terkait langkah evakuasi saat kondisi darurat datang mengejutkan.


​Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr. Mohammad Komarudin, Sp.A., mengungkapkan bahwa gladi lapang menjadi instrumen validasi bagi dokumen keselamatan milik rumah sakit.

​"Gladi lapang sekarang kita laksanakan untuk melihat betul buku pedoman yang kita punya itu sudah sesuai atau belum atau perlu diperbaiki dan sebagainya. Itu nanti di akhir akan kelihatan perlu adanya evaluasi yang kita punya," jelas Komarudin.

​Komarudin menerangkan, ancaman kebakaran dapat meningkat signifikan sewaktu-waktu, terutama saat menghadapi musim kemarau panjang. Oleh sebab itu, RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengimbangi simulasi ini dengan langkah pencegahan berkala, seperti pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) tahunan untuk seluruh staf, inspeksi berkala sistem alarm, hingga revitalisasi infrastruktur pada unit-unit berisiko tinggi.

​Guna melancarkan simulasi, manajemen rumah sakit menjalin kolaborasi erat lintas instansi bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah, BPBD DIY, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta, serta LAZISMU.

​Sementara itu, Ketua Komite Kesehatan Bencana RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus aktivis MDMC DIY, Irfan Bachtiar, menyebutkan skenario kesiapsiagaan sengaja dirancang komprehensif dan tidak berfokus pada ancaman api semata.

​"Rumah sakit perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai jenis kedaruratan lain, seperti gempa bumi hingga bencana sosial," kata Irfan Bachtiar. Menurut Irfan, letak geografis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di pusat kota dan berdekatan dengan pusat aktivitas publik menuntut kewaspadaan ekstra demi menjamin keselamatan pasien, staf medis, serta pengunjung.


​Lewat evaluasi pascasimulasi ini, manajemen berharap seluruh kekurangan sistem penanganan darurat dapat diperbaiki segera, sehingga saat terjadi krisis sesungguhnya, seluruh jajaran rumah sakit mampu bergerak tanggap, terstruktur, dan terkoordinasi sesuai prosedur.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment