News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dinas Kebudayaan Sleman Perkuat Pelestarian Tradisi, Keistimewaan DIY hingga FKY 2026

Dinas Kebudayaan Sleman Perkuat Pelestarian Tradisi, Keistimewaan DIY hingga FKY 2026

WARTAJOGJA.ID— Pelestarian adat, tradisi, dan seni menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah perubahan zaman. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai agenda kebudayaan, mulai dari peringatan Hari Bersejarah Keistimewaan Yogyakarta, Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026, hingga pelestarian upacara adat.

Hal tersebut disampaikan Dekhi Nugroho, S.E., M.Ec.Dev., Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, dalam Jumpa Pers bertema “Sleman: Merdeka, Siaga, Berbudaya”, Selasa (11/8/2026).

Jumpa pers berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai di Ruang Rapat Unit 1 Kesbangpol Kabupaten Sleman.

Salah satu agenda yang disiapkan Dinas Kebudayaan Sleman adalah Peringatan Hari Bersejarah Keistimewaan Yogyakarta yang akan digelar Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 18.30 WIB di Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Kegiatan tersebut akan dikemas melalui sarasehan dan pertunjukan seni. Masyarakat akan diajak memahami Keistimewaan DIY sebagai bagian dari perjalanan sejarah, perjuangan para pemimpin Yogyakarta, serta dukungan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sarasehan mengangkat tema “Keistimewaan DIY: Sinergi Sejarah, Budaya, dan Tata Kelola Pemerintahan” dengan menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan budayawan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pertunjukan musik kontemporer yang memadukan gamelan dengan alat musik modern.

FKY 2026 Digelar di Sleman

Selain memperingati sejarah Keistimewaan Yogyakarta, Sleman juga akan menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026.

FKY 2026 dijadwalkan berlangsung pada 13–19 September 2026 di Lapangan Pemda Sleman. Tahun ini, FKY mengusung tema “BAHASA” dengan tagline “AKSARA”.

Konsep “AKSARA” dirancang sebagai ekosistem pengetahuan yang mempertemukan gagasan, praktik, dan karya seni terapan. Seni ditempatkan sebagai proses berpikir dan kerja kolaboratif agar karya yang dihadirkan semakin adaptif, inklusif, sekaligus menjadi refleksi pengetahuan.

Beragam agenda akan meramaikan FKY 2026, mulai dari seni rupa, pertunjukan, pasar seni, karnaval, lokakarya, hingga diskusi publik.

FKY juga melibatkan seniman dan komunitas lokal dari berbagai kabupaten/kota di DIY. Untuk Sleman, agenda khusus wilayah dijadwalkan pada 14 September 2026. Rangkaian kegiatan setiap hari akan diisi Pasar Seni dan UMKM, lokakarya, seminar, serta pentas pertunjukan bintang tamu.

Upacara Adat Jadi Bagian Penting Identitas Budaya

Dalam materi yang disampaikan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, pelestarian adat dan tradisi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan.

Upacara adat tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi salah satu ruang masyarakat dalam mempertahankan nilai dan praktik budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Pelestarian tradisi juga menjadi bagian dari upaya memastikan kebudayaan tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman. Generasi muda diharapkan dapat mengenali sekaligus turut menjaga berbagai bentuk kebudayaan yang berkembang di lingkungan mereka.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Dinas Kebudayaan Sleman dalam memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat apresiasi terhadap seni dan budaya.

Salah satunya melalui Lomba Lukis DIY-Kyoto Kabupaten Sleman Tahun 2026 yang ditujukan bagi peserta didik TK, SD, SMP, dan SMA/SMK, termasuk peserta didik penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kerja sama budaya DIY dengan Kyoto Prefecture, Jepang.

Melalui berbagai agenda tersebut, semangat “Sleman: Merdeka, Siaga, Berbudaya” tidak hanya diwujudkan melalui peringatan dan festival, tetapi juga melalui upaya menjaga agar adat, tradisi, seni, dan kebudayaan tetap hidup serta berkembang di tengah masyarakat.

Bagi Sleman, kebudayaan menjadi bagian penting dari identitas daerah sekaligus ruang untuk mempertemukan warisan masa lalu dengan kreativitas generasi masa kini.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment