News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tim KKN UGM Ngablak Akara Berkolaborasi dengan Masyarakat Dusun Deles Inisasi Filter Air Atasi Kemarau

Tim KKN UGM Ngablak Akara Berkolaborasi dengan Masyarakat Dusun Deles Inisasi Filter Air Atasi Kemarau

WARTAJOGJA.ID : Bagi masyarakat Dusun Deles, Desa Jogonayan, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, air bukanlah sesuatu yang langka atau sulit dicari. Jaringan air pamsimas telah mengalir ke seluruh rumah dan gemercik air masih dapat ditemukan dengan mudah di ladang dan sela-sela lahan pertanian yang membentang di kaki Gunung Merbabu. 

Meskipun demikian, terdapat suatu musim yang selalu membuat masyarakat khawatir: musim kemarau.

Sumber air pamsimas yang diandalkan warga ternyata tidak berasal dari titik yang cukup tinggi. Ketika musim kemarau dan sumber air tersebut mulai mengalami kekeringan, debit air yang mengalir ke pamsimas pun ikut menyusut. Warga yang sepenuhnya bergantung pada air pamsimas untuk keperluan rumah tangga mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sejatinya terdapat sumber air lain yang masih bisa dimanfaatkan. Masyarakat menyebutnya sebagai ‘air Merbabu’. Sumber ini berasal dari titik yang lebih tinggi sehingga jarang mengalami kekeringan ketika musim kemarau.
Masalahnya adalah air dari sumber ini mengandung belerang. Selama bertahun-tahun, masyarakat banyak memanfaatkan air ini hanya untuk pertanian dan perkebunan. Air ini jarang dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan konsumsi karena kandungan belerang di dalamnya.

Melihat kondisi ini, Tim KKN UGM Ngablak Akara bersama dengan masyarakat Dusun Deles menginisiasi program pengadaan filter air. Gagasan dari program ini adalah untuk memanfaatkan air Merbabu yang berlimpah agar layak dikonsumsi melalui proses penyaringan. Hasil penyaringan ini diharapkan dapat menjadi cadangan dan tambahan pasokan air, terutama di musim kemarau.
Pemasangan filter air ini dilakukan tepat di dekat bak pamsimas yang sudah ada. Pemilihan lokasi ini dilakukan supaya hasil filter air dapat terintegrasi langsung dengan sistem pengaliran pamsimas. Air hasil penyaringan dapat langsung disalurkan ke rumah-rumah melalui infrastruktur distribusi yang sudah ada tanpa harus membangun dari nol. 
Tim KKN juga melakukan uji laboratorium terhadap sampel air sebelum dan sesudah penyaringan. Pengujian yang dilakukan di Labkesmas Kesehatan Lingkungan Salatiga meliputi uji E.coli, uji Coliform, uji fisika air, dan uji kimia air. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa air hasil penyaringan benar-benar sudah layak dikonsumsi, bukan hanya terlihat bersih secara kasat mata saja.
 

Yang membuat program ini istimewa bukan hanya mengenai teknis dari inovasi yang dihadirkan, tetapi juga proses dibaliknya. Pengadaan filter air ini berhasil dilakukan melalui kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak, yakni masyarakat Dusun Deles, pengurus pamsimas, dan pemerintah Desa Jogonayan.
Masyarakat Dusun Deles  secara bergotong royong turun langsung dalam proses pemasangan. Pengurus Pamsimas bekerja sama agar inovasi filter air dapat terintegrasi dengan jaringan dan infrastruktur pamsimas. Pemerintah Desa Jogonayan juga turut mendukung agar program ini tetap dapat dipertahankan secara berkelanjutan setelah KKN berakhir. Kolaborasi yang kuat ini menunjukkan bahwa persoalan air bersih bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Air bersih adalah kebutuhan bersama yang harus diusahakan secara bersama-sama pula.
 
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengapresiasi tinggi dedikasi mahasiswa serta partisipasi aktif seluruh elemen desa. Dalam keterangannya terkait program pengabdian ini, beliau menyampaikan, "Program KKN-PPM UGM ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan sains dan teknologi tepat guna untuk menjawab permasalahan esensial masyarakat secara berkelanjutan. Sinergi yang terjalin antara mahasiswa, warga, dan pemerintah desa menjadi bukti bahwa sains hadir memberikan solusi nyata di tengah masyarakat." Nada optimisme juga disampaikan oleh Tumarno, Kepala Desa Jogonayan, yang mengungkapkan rasa syukur atas solusi inovatif yang kini menjadi cadangan air bersih andalan warga saat kemarau. Bagi masyarakat Dusun Deles, inovasi filter air Merbabu ini adalah sebuah harapan baru yang sangat dinanti-nantikan. “Kami tidak pernah terpikirkan bahwa air belerang ini dapat diolah dengan cara tertentu sehingga bermanfaat untuk rumah tangga. Kami sangat bersyukur.” Ucap Tumarno, Kepala Desa Jogonayan. 

Melalui program ini, air yang selama ini hanya dianggap sebagai ‘air pertanian’ mendapatkan kesempatan untuk dapat menjadi lebih bermanfaat. Program ini juga menjadi pengingat bahwa ketahanan air tidak melulu tentang bagaimana mencari sumber baru, tetapi mengenai bagaimana memanfaatkan  secara lebih bijak dengan menggunakan teknologi tepat guna. Dengan jalinan kolaborasi antara Tim KKN UGM, masyarakat, pengurus pamsimas, dan pemerintah desa, harapannya semangat gotong royong dan inovasi dapat terus mengalir bahkan setelah KKN berakhir.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment