News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perkuat Ekonomi UMKM, Suara Muhammadiyah Resmikan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915

Perkuat Ekonomi UMKM, Suara Muhammadiyah Resmikan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915


WARTAJOGJA.ID — Suara Muhammadiyah secara resmi menghadirkan Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915 yang berlokasi di Grha Suara Muhammadiyah, Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 107, Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Langkah ini menjadi strategi baru dalam memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bagi warga persyarikatan dan masyarakat Yogyakarta.

​Pendirian pusat buah tangan ini berdasar pada kajian mendalam terkait dinamika pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus menunjukkan tren peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Meski angka wisatawan terus melonjak, dinamika pasar menunjukkan fluktuasi pada tingkat okupansi hotel akibat makin maraknya hunian alternatif. Di sisi lain, sektor pusat oleh-oleh justru konsisten tumbuh positif seiring dengan meningkatnya arus pelancong.

​Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media / Suara Muhammadiyah, Deni Asy’ari, menjelaskan bahwa kehadiran Toko 1915 merupakan langkah konkret dalam merespons kebutuhan wisatawan, khususnya warga persyarikatan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dari berbagai daerah.

​"Selain menghadirkan hotel, kita ingin menghadirkan pusat oleh-oleh sebagai salah satu ikhtiar menjawab berbagai kebutuhan wisatawan, khususnya warga persyarikatan yang berkunjung ke Yogyakarta," ujar Deni saat meresmikan Soft Opening Pusat Oleh-Oleh Jogja 1915, Selasa (11/8/2026).

​Pusat oleh-oleh ini menjajakan 100 persen produk UMKM lokal, dengan dua produk unggulan resmi besutan Suara Muhammadiyah, yakni Bakpia Cahaya dan Rendang Datuk. Kehadiran produk-produk lokal tersebut menegaskan komitmen persyarikatan dalam memajukan perekonomian warga melalui prinsip keadilan bisnis.

​"Tujuan Muhammadiyah yang membedakannya dengan pebisnis lain adalah prinsip keadilan dan keberpihakan. Kita ingin berbisnis tidak hanya sekadar mencari profit atau benefit semata, tetapi bagaimana dorongan ekonomi itu mampu mengangkat derajat UMKM," tegas Deni.

​Inisiatif ini pun menyedot apresiasi dari Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah. Wakil Ketua LPEK PP Muhammadiyah, Tetra Budiarto, menuturkan bahwa kehadiran Toko 1915 menjawab tantangan yang sering dihadapi oleh para pelancong luar daerah saat bertandang ke Kota Gudeg.

​"Warga persyarikatan kadang yang dari luar Jogja datang itu bingung mau beli oleh-olehnya di mana," ungkap Tetra.

​Ia menambahkan, LPEK memiliki jaringan wisata Muhammadiyah yang terintegrasi dengan para pelaku usaha profesional di bidang tour and travel. Integrasi jaringan tersebut diharapkan membuat pergerakan wisatawan luar daerah makin mudah dalam menjangkau sentra oleh-oleh resmi ini.

​Pemilihan nama "1915" sendiri mengandung nilai sejarah yang mendalam. Angka tersebut melambangkan tahun kelahiran Majalah Suara Muhammadiyah pada 13 Agustus 1915, media tertua di Indonesia yang masih konsisten terbit hingga melampaui usia satu abad. Jika pada awal berdiri persyarikatan mengusung gerakan dakwah bil qalam (dakwah melalui tulisan), kini nilai sejarah itu ditransformasikan menjadi dakwah melalui sektor rihlah (wisata) dan penguatan ekonomi umat. Sektor pariwisata difungsikan sebagai sarana ibadah, silaturahmi sosial, dan pemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment