News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

TBY Hadirkan Dialektika Visual Lintas Generasi Lewat Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4

TBY Hadirkan Dialektika Visual Lintas Generasi Lewat Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4

WARTAJOGJA.ID — Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY) siap menyajikan panorama kebudayaan nusantara lewat Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 bertajuk "FYP (For Your People)". 

Pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 14–23 Agustus 2026 ini menghadirkan perpaduan unik antara deretan karya visual modern dengan instalasi arsip dokumentasi sejarah TBY sejak era 1990-an.

​Antusiasme peserta tahun ini tergolong masif dengan meloloskan 214 fotografer dari Aceh hingga Papua yang menyumbangkan sebanyak 914 karya. 

Melalui tajuk For Your People yang meminjam istilah algoritma media sosial, publik diajak menghentikan sejenak guliran gawai untuk menyaksikan realitas kehidupan, tradisi, hingga konflik keruangan secara langsung.

​Kepala TBY, Purwiati, menegaskan bahwa pencapaian peserta dari berbagai penjuru wilayah Indonesia ini membuktikan peran penting Yogyakarta sebagai episentrum ruang tumbuh seni fotografi tanah air.

​"Ini luar biasa dan sudah melampaui tingkat nasional karena pesertanya berasal dari berbagai daerah. Rana Budaya menjadi jembatan yang baik bagi fotografer untuk memotret keseharian masyarakat," ujar Purwiati kepada wartawan, Kamis (13/8/2026).


​Nilai tambah dari perhelatan kali ini terletak pada penyajian karya foto seri yang dikawinkan dengan pameran arsip fisik TBY periode 1993 hingga sekarang. Rekam jejak berupa kliping koran, spanduk kain, hingga poster pementasan teater masa lalu dipajang bersanding dengan foto digital masa kini guna memberikan konteks historis mengenai perubahan wajah budaya.

​Kurator Rana Budaya #4, Rangga Purbaya, menyoroti bagaimana fotografi seri memberikan kebebasan narasi yang lebih mendalam bagi para kreator untuk merespons dinamika sosial di sekitarnya.

​"Tujuannya mengajak fotografer dari berbagai kalangan untuk lebih memperhatikan sekelilingnya. Memaknai sekitar," kata Rangga.

​Eksplorasi visual yang merangkum potret keluarga, komoditas kerja, hingga ritual adat ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pamer keindahan, melainkan juga wadah edukasi sejarah dan pemantik rasa empati publik terhadap sesama.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment