News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Sido Muncul Kucurkan Bantuan Rp400 Juta untuk Penyintas Bencana NTT

Sido Muncul Kucurkan Bantuan Rp400 Juta untuk Penyintas Bencana NTT


WARTAJOGJA.IDPT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp400 juta untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) pada Kamis (27/8/2026).

​Penyerahan bantuan diterima secara langsung oleh Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna di kantor BPOM. Turut hadir mendampingi jajaran pejabat BPOM, di antaranya Staf Khusus Pakar Ahli Kepala BPOM dr. Wachyudi Muchsin dan Nor Andi Arina Wati Arsyad, Kepala Biro SDM Dr. Irwansyah, S.IP., M.Si, Kepala Biro Umum Dra. Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes, serta Inspektur I Adam P.W.A Wibowo, SH. MH. Sementara itu, penyerahan bantuan di KPPPA diterima oleh Staf Ahli Menteri Indra Gunawan, Inspektur Fakih Usman, serta Asisten Deputi Susanti.

​Sido Muncul merupakan perusahaan industri jamu dan farmasi terbesar di Indonesia yang didirikan sejak tahun 1951 di Semarang. Perusahaan yang telah melantai di bursa saham sejak 2013 ini konsisten menjalankan berbagai program tanggung jawab sosial (CSR) di bidang kesehatan dan kemanusiaan. 

Selain aktif menyalurkan bantuan bencana alam, Sido Muncul rutin menggelar program penanganan stunting, bantuan katarak gratis, hingga operasi bibir sumbing gratis seperti pada Mei 2026 lalu yang mengucurkan dana lebih dari Rp355 juta bersama Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP).

​Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menjelaskan bahwa penyaluran dana kali ini sengaja difokuskan dalam bentuk uang tunai agar alokasinya lebih fleksibel dan cepat merespons kebutuhan mendesak penyintas di daerah terdampak. Langkah ini menjadi awal dari komitmen berlanjut perusahaan dalam mendampingi masyarakat NTT hingga fase pemulihan.

​"Jadi hari ini kami bantu melalui BPOM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak. Ini baru mulai," ujar Irwan usai penyerahan bantuan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

​Irwan memaparkan bahwa keunggulan bantuan tunai terletak pada efisiensi distribusinya di lapangan. Ia juga berjanji akan menggalang dukungan lebih luas dengan merangkul jaringan pemasok serta mitra bisnis Sido Muncul untuk menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan.

​"Kami memang bantuannya ini dalam bentuk uang supaya gampang mengalirnya. Nanti kami akan langsung ke masyarakat. Misalnya ke gereja, banyak masyarakat di sana yang sudah minta. Nanti kami salurkan," kata Irwan.

​Perhatian Irwan terhadap masyarakat NTT didasari oleh kepedulian mendalam dan pengalamannya yang kerap berkunjung ke daerah bencana. Ia menegaskan bantuan tak boleh berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan harus berlanjut pada pemulihan fisik dan tempat tinggal warga.

​"Karena nanti pascabencana itu justru lebih banyak dibutuhkan perbaikan rumah atau apa. Saya senang sekali bisa membantu," tutur Irwan.

​Kepala BPOM Prof. dr. Ikrar Taruna menyampaikan apresiasi atas kepedulian Sido Muncul. Dukungan tersebut diintegrasikan ke dalam gerakan "Badan POM Peduli" yang hingga kini telah menghimpun dana kemanusiaan mencapai Rp1,29 miliar dari hasil swadaya potongan gaji pegawai BPOM serta kontribusi CSR mitra industri.

​"Jumlahnya Rp1,29 miliar. Jadi Rp1 miliaran lebih. Dan tentu besar itu kita dapatkan dari kedua sumber tadi," ungkap Ikrar.

​Ikrar menegaskan bahwa BPOM akan segera mengalirkan bantuan tersebut agar dapat diterima para penyintas secara cepat dan tepat sasaran. Proses penyaluran memanfaatkan jaringan internal BPOM yang tersebar luas di berbagai daerah, seperti Balai Besar, Balai, dan Loka BPOM.

​"Secepatnya mulai hari ini kita bisa langsung salurkan. Kalau dari BPOM, nanti lewat balai besar-balai besar. Jadi kantornya kan banyak di mana-mana. Khususnya di balai-balai besar kami yang kantornya begitu banyak, nanti lebih mudah. Personel kami akan membawa langsung," jelas Ikrar.

​Selain bantuan tunai, BPOM memastikan bantuan dalam bentuk logistik pangan dan obat-obatan didistribusikan sesuai dengan standar keamanan medis. Menurut Ikrar, kondisi pengungsian dengan keterbatasan sanitasi dan air bersih berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan pada korban bencana.

​"Obat-obatan betul sesuai dengan standar yang aman. Masyarakat di pengungsian bisa mengalami keluhan seperti gatal-gatal karena sulit mandi, atau demam karena kelelahan dan faktor lingkungan," kata Ikrar.

​Untuk memantau ketepatan penyaluran logistik, Kepala BPOM menjadwalkan kunjungan kerja langsung ke titik-titik bencana di NTT. Langkah ini diambil untuk memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami masa sulit.

​"Saya sendiri juga lagi mengatur jadwal untuk menuju ke tempat itu. Bukan untuk seremonial, tapi kita ingin bantuan langsung. Intinya pemerintah hadir," tegas Ikrar.

​Sinergi berkelanjutan antara Sido Muncul, BPOM, KPPPA, dan mitra industri ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan serta menjamin kesejahteraan para penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun rehabilitasi pascabencana.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment