News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Siap Hadapi Dunia Kerja, Universitas Janabadra Wisuda 274 Sarjana dan Magister

Siap Hadapi Dunia Kerja, Universitas Janabadra Wisuda 274 Sarjana dan Magister


WARTAJOGJA.ID : Universitas Janabadra (UJB) Yogyakarta menggelar upacara wisuda periode Agustus 2026 di Auditorium KPH Poerwokoesoemo, Sabtu (29/8/2026). Di tengah momentum kebahagiaan para lulusan, acara ini diwarnai sorotan terhadap dinamika pasar kerja nasional yang menunjukkan tantangan besar bagi lulusan perguruan tinggi.

​Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk yang bergelar diploma dan sarjana di Indonesia saat ini hanya berada di angka 6,2 hingga 6,8 persen dari total populasi nasional. Kondisi ini menggambarkan bahwa dari setiap 100 penduduk, hanya terdapat 6 sampai 7 orang yang berhasil meraih gelar diploma maupun sarjana. Kendati total pengangguran nasional periode Februari 2025 hingga Februari 2026 mengalami penurunan dari 7.278.307 orang menjadi 7.243.605 orang (berkurang 34.702 orang), angka pengangguran terdidik lulusan D4, S1, S2, dan S3 justru mencatatkan kenaikan dari 1.010.652 orang menjadi 1.033.737 orang, atau bertambah sebanyak 23.085 orang.

​Menanggapi fenomena kenaikan pengangguran terdidik tersebut, Rektor Universitas Janabadra, Dr. Risdiyanto, S.T., M.T., dalam pidato sambutannya mengutip penekanan penting dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli terkait kebutuhan kompetensi mendasar bagi para lulusan perguruan tinggi saat ini.

​"Menteri Ketenagakerjaan berpesan agar para mahasiswa memiliki tidak cukup hanya satu kompetensi melainkan tiga kompetensi, yakni kompetensi general, dan dua lagi kompetensi spesialis," kata Risdiyanto.

​Lebih lanjut, Risdiyanto memaparkan konsep kebutuhan tenaga kerja global yang mengacu pada hasil World Economic Forum 2026 di Davos. Ia menegaskan bahwa para sarjana masa kini dituntut memiliki keahlian yang terintegrasi agar mampu bertahan di dunia kerja yang terus berubah.

​"Lulusan sarjana yang dibutuhkan adalah yang memiliki kemampuan hybrid skill yang menggabungkan pengetahuan akademis dengan kemampuan adaptasi digital yang cepat. Lulusan sarjana yang mempunyai kombinasi keahlian teknologi tinggi seperti AI, Big Data, dan Cloud dengan soft skill seperti analytical thinking, kreativitas, serta ketahanan (resilience)," papar Rektor.

​Guna menghadapi pesatnya kemajuan era kecerdasan buatan, Risdiyanto mengimbau para alumni agar senantiasa melakukan pembaruan keahlian secara mandiri dan adaptif.


​"Teruslah mengupdate ilmu pengetahuan dan ketrampilan, khususnya yang berkaitan dengan jenis pekerjaan yang saudara inginkan atau geluti selama ini. Senantiasa ikuti perkembangan teknologi terutama teknologi informasi seperti pemanfaatan aplikasi berbasis AI, kemampuan presentasi dengan memakai teknologi audio visual, kecakapan dalam menggunakan media sosial, serta kemampuan berbahasa asing," imbuh Risdiyanto.

​Perspektif mendalam mengenai peran alumni di masyarakat juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Janabadra, Drs. Surjadiman, M.M. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai etika dan integritas moral di tengah krisis kebangsaan.

​"Wisuda bukanlah purna tugas untuk berhenti belajar, namun sebaliknya, ilmu yang telah didapatkan di kampus akan dilanjutkan dan digunakan untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan. Setelah terjun ke masyarakat harus menjadi pelopor untuk melanjutkan revolusi mental dengan cara selalu memegang integritas. Salah satu tantangan bangsa saat ini adalah menurunnya ketaatan terhadap norma yang kita yakini benar, akibat dari krisis tersebut tidak jarang kita tidak sadar melanggar etika yang sebenarnya etika itu lebih tinggi dari hukum formal," tegas Surjadiman.

​Sementara itu, perwakilan alumni dari Ikatan Keluarga Alumni Universitas Janabadra (IKABADRA), Dr. ismaya Hera Wardanie yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri turut memberikan wawasan serta motivasi kepada para lulusan. Ismaya yang merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Janabadra angkatan 1990 membagikan kenangan masa studinya hingga berhasil meraih gelar sarjana pada Mei 1995 silam.

​"Jadi 31 tahun yang lalu, saya sudah diwisuda sebagai sarjana hukum di Universitas Janabadra. Kemudian pada saat ini kebetulan saya berdinas di Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri sebagai Kepala Kejaksaan Negeri di Kabupaten Kediri dan saya harap langkah maupun apa yang pernah dilakukan oleh para pendahulu adik-adik akan menginspirasi bagi adik-adik semua selepas wisuda ini nanti," ujar Dr. Ismaya Hera Wardanie.

​Selain fokus pada bidang akademik, Ismaya menceritakan pengalamannya dalam mengasah mental kepemimpinan melalui kegiatan kemahasiswaan. Selama berkuliah, ia aktif sebagai pengurus Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Janagiri dan sempat menjabat sebagai wakil ketua pada tahun 1994, termasuk memimpin sejumlah ekspedisi pendakian gunung di Indonesia.

​"Jadi terima kasih satu kenangan dan kebanggaan yang tersimpan dan terpatri hingga saat ini yang ternyata cukup membekali saya untuk bertarung di dunia nyata selepas saya menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Janabadra," tutur Ismaya.

​Ia berpesan agar para wisudawan tidak cepat berpuas diri, mengingat momentum kelulusan ini merupakan gerbang awal untuk menghadapi tantangan riil di tengah masyarakat maupun dunia kerja. Terlebih lagi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan persaingan global menuntut para alumni untuk memiliki daya tahan serta optimisme yang tinggi.

​Ungkapan haru dan dorongan semangat turut disampaikan oleh perwakilan wisudawan, Taufiq Hidayat. Dalam sambutannya yang mewakili seluruh wisudawan, ia menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan, keberanian melangkah, dan rasa terima kasih kepada keluarga serta almamater.

​"Gelar tidak pernah menjadi jaminan bahwa hidup kita akan mudah, dan ijazah tidak menjamin bahwa setiap pintu akan langsung terbuka. Keberanian bukan berarti mengetahui seluruh jawaban, melainkan tetap berjalan meskipun kita belum mengetahui seluruh jalannya. Toga yang kami kenakan hari ini bukan hanya simbol keberhasilan kami, tetapi pengingat bahwa ada pengorbanan orang lain yang ikut membawa kami sampai ke titik ini," ungkap Taufiq Hidayat.


​Pada periode wisuda Agustus 2026 ini, Universitas Janabadra resmi meluluskan sebanyak 274 orang yang terdiri atas 229 lulusan program Sarjana (S1) dan 45 lulusan program Magister (S2). Rincian lulusan mencakup Sarjana Hukum sebanyak 52 orang, Magister Hukum 19 orang, Sarjana Ekonomi 61 orang, Magister Ekonomi 9 orang, Sarjana Teknik 94 orang, Magister Teknik Sipil 17 orang, serta Sarjana Pertanian 22 orang.

​Predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi pada wisuda kali ini diraih oleh Elfira Hakim, S.H., M.H. dari Program Studi Magister Hukum Fakultas Hukum angkatan tahun 2024. Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 101 lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.

Salah satu alumni Fikri Nurohman dari Prodi Teknik Sipil mengatakan dirinya telah bekerja sebagai Site Supervisor di PT. Total Soyuren Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi jalan dan jembatan.

"Alhamdulilah saya dinyatakan sebagai karyawan tetap sebelum lulus di Universitas Janabadra," kata Fikri.

Sedangkan Muhammad Fuad, alumni Prodi Teknik Informatika Universitas Janabadra mengatakan kini pihaknya telah diterima bekerja sebagai Programmer di PT. Pramadya Teknologi Indonesia sebelum di wisuda.

"Bekal dan pengalaman serta ilmu yang saya dapatkan selama berkuliah membuat saya siap menghadapi dunia kerja hingga sebelum lulus dan wisuda saya sudah diterima bekerja," kata Fuad.



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment