Perkuat Kolaborasi Keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta Lakukan Benchmark Safety Experience ke KCIC
WARTAJOGJA.ID : Dalam upaya terus meningkatkan budaya keselamatan serta memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L), KAI Daop 6 Yogyakarta melaksanakan kegiatan Benchmark Safety Experience ke PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kamis (27/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh sebanyak 20 orang tim K3L Daop 6 Yogyakarta yang berasal dari berbagai unit dan fungsi, di antaranya perwakilan Quality Control, unit Kesehatan, Sarana, Jalan Rel dan Jembatan, Humas, Operasional, serta Kepala Stasiun.
Dalam kegiatan benchmarking ini, tim K3L Daop 6 Yogyakarta mengawali perjalanan menggunakan layanan Whoosh menuju wilayah Tegal Luar. Selanjutnya, rombongan melakukan kunjungan dan peninjauan langsung ke Depo Whoosh untuk melihat berbagai aspek penerapan keselamatan, kesiapsiagaan, serta fasilitas pendukung operasional kereta cepat.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan KCIC, Heri Yuliansyah, GM EMU Maintenance memberikan penjelasan mengenai penerapan dan implementasi K3L serta aspek safety di lingkungan KCIC, khususnya dalam aktivitas operasional dan pengelolaan keselamatan di Depo Whoosh. Tim K3L Daop 6 Yogyakarta secara aktif menggali berbagai informasi dan pengalaman mengenai penerapan prosedur keselamatan, pengelolaan risiko, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, hingga pemanfaatan fasilitas pendukung keselamatan dalam menunjang operasional perkeretaapian.
Berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh melalui kegiatan tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dan referensi bagi KAI Daop 6 Yogyakarta dalam melakukan evaluasi serta pengembangan penerapan aspek keselamatan di lingkungan kerja.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan bahwa kegiatan benchmarking menjadi salah satu sarana penting untuk memperluas wawasan dan mendapatkan perspektif baru mengenai penerapan keselamatan di tengah modernitas pelayanan transportasi perkeretaapian yang selalu dinamis. “Keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan perjalanan kereta api, melalui kegiatan *Benchmark Safety Experience* ini, kami ingin melihat secara langsung bagaimana prosedur keselamatan, kesiapsiagaan, dan fasilitas pendukung operasional diterapkan oleh KCIC, khususnya di Depo Whoosh untuk mendapatkan perspektif baru yang potensial dapat diimplementasikan atau diadopsi nantinya,” ujar Feni.
Feni menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk melihat dan mempelajari praktik keselamatan yang telah diterapkan, tetapi juga menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman dan best practice antar operator transportasi perkeretaapian.
“Kami berharap berbagai hal positif yang kami dapatkan dari kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi KAI Daop 6 Yogyakarta. Tentunya setiap praktik akan kami pelajari dan sesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik operasional KAI, sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam upaya memperkuat budaya keselamatan,” tambahnya.
Kegiatan Benchmark Safety Experience juga menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta untuk membangun budaya keselamatan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan prosedur, tetapi juga mendorong kesadaran dan kepedulian setiap insan KAI terhadap keselamatan.
“Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman sekaligus mendukung terselenggaranya operasional perkeretaapian yang selamat, aman, nyaman, dan andal. KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjadikan keselamatan sebagai budaya dan tanggung jawab bersama, demi memberikan pelayanan transportasi perkeretaapian yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” tutup Feni.
Post a Comment