News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jogja Coffee Week #6 Integrasikan Pameran Kopi Internasional dan Kompetisi Piala Raja

Jogja Coffee Week #6 Integrasikan Pameran Kopi Internasional dan Kompetisi Piala Raja

WARTAJOGJA.ID : Gelaran industri kopi terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jogja Coffee Week (JCW) #6, siap kembali menggebrak Jogja Expo Center (JEC) pada 4 hingga 6 September 2026 mendatang. Mengusung tema “Inclusive Vibes”, ajang pameran dan kompetisi kopi ini diproyeksikan menghadirkan 195 booth yang mempertemukan berbagai elemen industri perkopian dari hulu hingga hilir, mulai dari petani, roaster, barista, komunitas, hingga penikmat kopi global.

​Memasuki tahap akhir persiapan, pihak penyelenggara memastikan antusiasme peserta sangat tinggi dengan terisinya seluruh ketersediaan booth serta kuota kompetisi. Pameran yang dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan harga tiket masuk Rp30.000 ini tidak hanya melibatkan pelaku usaha nasional, tetapi juga merambah skala internasional dengan partisipasi 13 brand asal Jepang serta keterlibatan ASEAN Coffee Federation (ACF) yang akan menggelar Board of Directors Meeting dan Indonesia Coffee Business Summit (ICBS) 2026.

​Ketua Panitia JCW #6, Rahadi Saptata Abra, menyampaikan bahwa persiapan ajang tahunan ini telah berjalan maksimal menuju hari pelaksanaan. "Sekarang kita sudah masuk hari minus tujuh. Mohon dukungan teman-teman media supaya acara yang menjadi kebanggaan Jogja ini berjalan lancar, sukses, dan memberikan manfaat bagi semuanya," ujar Abra dalam keterangan resminya.

​Selain skala pameran dagang yang luas, JCW #6 mempertahankan keunikan utamanya sebagai satu-satunya ajang di Indonesia yang mengintegrasikan pameran dengan kompetisi green bean secara langsung untuk memperebutkan Piala Raja Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kuota maksimal 150 biji kopi kualitas terbaik dipastikan terisi penuh oleh peserta dari berbagai daerah, mencakup wilayah Aceh hingga Papua Pegunungan.

​Abra menjelaskan bahwa proses penjurian Green Bean Competition kini bersiap memasuki tahap krusial di Loman Park Hotel Yogyakarta pada 31 Agustus hingga 2 September, yang juga melibatkan partisipasi publik secara terbuka. "Besok di Loman Park Hotel selain ada penilaian, kita juga mengadakan public cupping di taman hotel. Gratis, langsung datang saja. Ada ratusan biji kopi yang kami sajikan dan bisa dicicipi langsung oleh pengunjung," jelasnya.

​Ia menambahkan, biji-biji kopi pilihan yang berhasil meraih nilai uji cita rasa (cupping score) di atas standar 8,5 bakal masuk ke tahap lelang hybrid pada hari terakhir acara. "Untuk tahun ini kami sudah menyiapkan aplikasi lelang khusus secara hybrid, baik offline maupun online. Yang hadir offline kelebihannya bisa mencicipi langsung, sementara pembeli online bisa memantau data hasil penilaian juri dan score resminya," terang Abra.

​Integrasi antara atraksi budaya perkopian dan industri kreatif ini mendapat sambutan positif dari pemerintah daerah setempat. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, menilai kehadiran JCW #6 menjadi momentum krusial untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).

​Ellya menegaskan bahwa tren pergerakan wisatawan saat ini telah bergeser menuju pencarian pengalaman yang autentik. "Kopi memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Yogyakarta punya modal kuat, destinasi, kekayaan budaya, komunitas kreatif anak muda, hingga ragam event pariwisata. Kami berharap JCW mampu memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan transaksi wisatawan," ungkap Ellya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment