Lolos Seleksi Tahap II UCCN 2027, Sleman Siapkan Komisi Film Daerah dan Genjot Investasi Global
WARTAJOGJA.ID : Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya untuk menembus kancah internasional dengan membidik predikat bagian dari Jejaring Kota Kreatif UNESCO (UNESCO Creative Cities Network/UCCN) 2027 pada subsektor Film. Langkah strategis ini diambil setelah Panselnas Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI secara resmi menyatakan Sleman lolos seleksi nasional tahap II untuk pengusulan nominasi kota film dunia tersebut.
Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., menyatakan bahwa capaian ini menjadi pijakan penting untuk menempatkan sektor perfilman sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, penetapan ini bukan sekadar mengejar status, melainkan upaya membangun ekosistem yang berdampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Hari ini saya ingin menyampaikan satu agenda penting, yaitu komitmen Kabupaten Sleman untuk berkembang sebagai bagian dari jejaring kota film dunia melalui UCCN. Menuju UCCN bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagaimana ekosistem film yang kita bangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sleman. Kami ingin Sleman tidak hanya menjadi tempat orang datang untuk membuat film, tetapi juga menjadi tempat lahirnya karya-karya yang mampu dibawa ke dunia internasional,” ujar Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam jumpa pers di Ruang Sembada, Jumat (21/8/2026).
Harda menjelaskan bahwa Pemkab Sleman memandang film, animasi, dan video bukan hanya sebatas karya seni, melainkan instrumen pembangunan daerah yang mencakup pendidikan, kebudayaan, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja. Visi besar tersebut diimbangi dengan pemerataan akses bagi generasi muda melalui Program Sleman Pintar periode 2022–2025 yang telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp13,5 miliar untuk mendidik hampir 500 lulusan SLTA, terutama dari keluarga kurang mampu, agar siap menjadi pencipta dan pekerja kreatif profesional.
Untuk memperkuat tata kelola industri kreatif ini, Pemerintah Kabupaten Sleman tengah bersiap membentuk lembaga khusus yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Langkah ini dinilai sangat krusial guna menjamin kepastian hukum, kemudahan izin, dan kenyamanan produksi bagi para sineas domestik maupun mancanegara.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, S.Sos, M.Si., mengungkapkan bahwa Pemkab sedang merancang pembentukan Komisi Film Daerah sebagai wadah kolaborasi lintas sektor.
“Pemerintah Kabupaten Sleman memandang perlu membentuk Komisi Film Daerah Kabupaten Sleman. Komisi ini akan menjadi instrumen kolaborasi dan fasilitasi antara pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan perfilman guna menciptakan iklim produksi yang kondusif, meningkatkan pemanfaatan potensi daerah sebagai lokasi syuting, serta mengoptimalkan dampak ekonomi dan promosi daerah secara berkelanjutan,” kata Abu Bakar.
Penguatan infrastruktur fisik dan pengayoman terhadap nilai lokal juga terus dimaksimalkan untuk mendukung daya saing daerah. Kawasan seperti Studio Alam Gamplong yang dikenal sebagai mini Hollywood Indonesia, revitalisasi Sleman Creative Space menjadi Sleman Creative Park, hingga pembangunan Taman Budaya Sleman disiapkan sebagai ruang ekspresi terpadu.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, Lembaga Budaya, dan Seni Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Sleman, Dekhi Nugroho, SE, M.Ec.Dev., menekankan pentingnya penguatan akar budaya dalam mendukung infrastruktur fisik dan ekosistem modern yang ada.
“Sleman telah memiliki modal dasar yang sangat lengkap, mulai dari keberadaan studio film, komunitas aktif, hingga ajang bergengsi seperti JAFF dan JAFF Market. Tugas kami di Dinas Kebudayaan adalah memastikan bahwa seluruh perkembangan industri kreatif ini tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat, tradisi, dan seni lokal. Taman Budaya Sleman yang tengah disiapkan akan menjadi ruang komunikasi yang inklusif bagi komunitas film untuk mengekspresikan kekayaan budaya Sleman ke dalam medium audio-visual,” jelas Dekhi Nugroho.
Peluang Sleman untuk bersaing di tingkat internasional semakin terbuka lebar seiring tingginya potensi nilai ekonomi dari produksi sinematik yang masuk ke wilayah ini, termasuk proyek animasi dan investasi film berskala internasional.
Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., memaparkan bahwa sinergi akademisi dan industri di Sleman telah terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi dan mengubah peta ekspor nasional.
“Pengembangan subsektor film dan animasi di Sleman terbukti mampu mendatangkan investasi asing dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Produksi film Ajisaka dengan nilai proyek mencapai 15 hingga 30 juta dolar AS telah mengubah peta ekspor ekonomi kreatif Indonesia, di mana subsektor film berhasil menempati peringkat keempat nasional pada tahun 2026 ini. Ditambah lagi dengan masuknya investasi film Hollywood Golden Snail senilai 15 hingga 30 juta dolar AS, ini membuktikan bahwa ekosistem perfilman Sleman memiliki daya saing global yang sangat tinggi untuk meningkatkan PAD dan PDRB daerah,” papar Prof. Suyanto.
Melalui kelolosan pada tahap II seleksi UCCN 2027 ini, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperluas ruang kolaborasi agar momentum ini mampu memposisikan Sleman sebagai destinasi produksi film yang ramah, kreatif, dan bereputasi internasional.
Post a Comment