Jogja Book Fair 2026 x Pameran Arsip Keistimewaan Digelar 11 Hari, Hadirkan 119 Penerbit dan Diskon Buku hingga 80 Persen
WARTAJOGJA.ID — Jogja Book Fair (JBF) 2026 kembali hadir di Yogyakarta dengan konsep yang lebih semarak. Tahun ini, JBF berkolaborasi dengan Pameran Arsip Keistimewaan dalam satu rangkaian kegiatan yang mengusung tema besar “Membumikan Literasi, Merawat Memori”.
Jogja Book Fair 2026 mengangkat tema “Jangka”, sebagai simbol langkah bersama menuju masa depan yang lebih berpengetahuan, kreatif, dan berbudaya. Sementara itu, Pameran Arsip Keistimewaan mengusung tema “Jelajah Memori Keistimewaan Budaya DIY”, yang menghadirkan berbagai potret budaya dan perjalanan keistimewaan yang hidup serta berkembang di tengah masyarakat.
Pameran buku dan arsip ini berlangsung selama 11 hari, 29 Agustus–8 September 2026, mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB, bertempat di Grhatama Pustaka, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY.
Jogja Book Fair merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang pertemuan bagi penerbit, penulis, pembaca, komunitas, dan berbagai pegiat literasi. Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY dan DPAD DIY.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 119 penerbit nasional dari Yogyakarta dan berbagai daerah di Indonesia turut ambil bagian. Pengunjung dapat menemukan beragam kategori buku, mulai dari buku anak, pendidikan, sastra, sosial, budaya, agama, hingga berbagai tema lainnya.
Seluruh buku yang ditawarkan merupakan buku original. Kehadiran pameran ini diharapkan tidak hanya memberikan akses terhadap bacaan berkualitas, tetapi juga mendorong masyarakat untuk turut mendukung keberlangsungan ekosistem penerbitan dan perbukuan nasional.
Untuk membuat buku semakin mudah dijangkau masyarakat, Jogja Book Fair 2026 menghadirkan berbagai program promo. Buku obral tersedia mulai dari Rp5.000, dengan pilihan diskon 25 persen, 50 persen, hingga 80 persen. Pengunjung juga dapat menikmati program bundling berupa satu tas penuh buku hanya Rp75.000.
Ketua IKAPI DIY, Wawan Arif, mengatakan bahwa penyelenggaraan JBF tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas karena tidak hanya mempertemukan masyarakat dengan buku, tetapi juga menghadirkan arsip sebagai bagian dari upaya merawat memori kolektif.
“Jogja Book Fair tahun ini tidak hanya menjadi ajang jual-beli buku, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat ingatan kolektif masyarakat melalui buku, arsip, dan literasi. Kolaborasi dengan Pameran Arsip Keistimewaan menjadi langkah penting agar generasi muda dapat mengenal lebih dekat jejak sejarah dan perjalanan masyarakat yang terekam dalam arsip,” ujar Wawan Arif.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY, Ir. Syam Arjayanti, M.P.A. Menurutnya, kolaborasi antara Jogja Book Fair dan Pameran Arsip Keistimewaan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem literasi di Yogyakarta.
“Kolaborasi Jogja Book Fair dengan Pameran Arsip Keistimewaan merupakan sinergi yang sangat penting dalam membangun ekosistem literasi di Yogyakarta. Buku dan arsip sama-sama menjadi sumber pengetahuan sekaligus rekaman perjalanan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mengajak masyarakat membaca, tetapi juga mengenal, memahami, dan merawat memori kolektif yang tersimpan dalam arsip,” ujar Ir. Syam Arjayanti, M.P.A.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Jogja Book Fair x Pameran Arsip Keistimewaan diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang terbuka, edukatif, sekaligus menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap Jogja Book Fair x Pameran Arsip Keistimewaan dapat menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan terbuka bagi seluruh masyarakat. Generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk berinteraksi dengan buku, arsip, sejarah, dan berbagai sumber pengetahuan lainnya. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi juga menjadi bagian dari proses memahami perjalanan masa lalu sekaligus membangun masa depan,” lanjutnya.
Tidak hanya menghadirkan pameran buku dan arsip, rangkaian Jogja Book Fair 2026 x Pameran Arsip Keistimewaan juga akan diisi dengan berbagai kegiatan literasi, seni, budaya, dan aktivitas publik. Sebanyak 85 program acara telah disiapkan selama penyelenggaraan kegiatan.
Berbagai program tersebut antara lain bedah buku, talkshow literasi, workshop, aneka kompetisi, pentas musik, pasar kuliner, donor darah, pameran arsip, serta sejumlah kegiatan lainnya.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk dapat dinikmati berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa, komunitas, hingga keluarga. Konsep tersebut sejalan dengan semangat “Membumikan Literasi, Merawat Memori”, yang menempatkan literasi sebagai bagian dekat dari kehidupan sehari-hari sekaligus sarana untuk menjaga ingatan kolektif antargenerasi.
Melalui Jogja Book Fair 2026 x Pameran Arsip Keistimewaan, IKAPI DIY dan DPAD DIY mengajak masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya untuk hadir bukan sekadar mencari dan membeli buku. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program, bertemu komunitas, menemukan pengetahuan baru, menikmati kegiatan budaya, serta menelusuri kembali berbagai jejak perjalanan sejarah dan keistimewaan DIY yang tersimpan dalam arsip.
Post a Comment