News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

FTI UII Yogya Lepas 18 Mahasiswa Program Double Degree ke Tiongkok, Tekankan Penguatan Nilai Keislaman

FTI UII Yogya Lepas 18 Mahasiswa Program Double Degree ke Tiongkok, Tekankan Penguatan Nilai Keislaman


WARTAJOGJA.ID : Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) kembali memperkuat Kiprah internasionalnya dengan melepas 18 mahasiswa untuk mengikuti program double degree di Nanjing Xiaozhuang University (NXU), Tiongkok. 

Prosesi pelepasan yang berlangsung di Kampus FTI UII Yogyakarta pada Senin (24/8/2026) tersebut ditandai dengan seremoni resmi serta penyerahan ijazah kepada tujuh alumni yang telah menyelesaikan program serupa.

​Para mahasiswa angkatan 2024 ini akan menjalani skema perkuliahan selama dua tahun di UII dan dua tahun di NXU. Rombongan tersebut terdiri dari tiga program studi internasional, meliputi enam mahasiswa dari Teknik Industri (Hafizd Abdurrahman, Fauzan Zain, Na'ila Nashif Al-hazami, Iqra Azzahra Ibrahim, Natasya Dyah Anggraini, dan Hana Alyadhia Loso), sembilan mahasiswa dari Informatika (Nayla Raihaanah Nabilah H, Edelyn Ananta, Fauzan Basalamah, Hidayat Nur Hijrah, Aimar Nadiv Ramahran, Farrell Abhivandya Mecca, Rayyan Galih Indarto, Naufaldy Ghaly Syahputra, dan Gerry Rivanda), serta tiga mahasiswa dari Teknik Elektro (Zacky Aulia, Lintang Resnu Putra Wibawa, dan Hidayat Noor Ramadhan).

​Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Rekognisi FTI UII, Dr. Ir. Muhammad Khafidh, S.T., M.T., IPP., menegaskan bahwa para mahasiswa yang berangkat membawa amanah besar untuk menjaga nama baik institusi di kancah global sebagaimana pesan Dekan FTI UII, Prof. Sri Kusumadewi.

​"18 mahasiswa yang berangkat hari ini bukan sekadar mengikuti program pendidikan di luar negeri. Mereka membawa misi untuk memperoleh pengalaman akademik dan internasional, sekaligus menjadi representasi nilai-nilai UII. Sementara tujuh mahasiswa yang telah menyelesaikan program menjadi bukti bahwa kerja sama UII dan NXU telah berjalan dan memberikan hasil nyata," tutur Muhammad Khafidh, Senin, 24 Agustus 2026.

​Sebagai fondasi sebelum menginjajkan kaki di Tiongkok, FTI UII memberikan pembekalan keislaman bertema “Menjaga Aqidah di Negeri Orang” yang disampaikan oleh Dr. Agus Mansur. 

Pembekalan ini dirancang untuk membentengi integritas moral dan spiritual para mahasiswa di tengah lingkungan kultural yang berbeda.

​Di samping itu, para peserta juga mendapatkan pandangan empiris terkait kehidupan di Tiongkok melalui sesi berbagi bersama alumni program double degree, Najwa Subhan. Alumni prodi perangkat lunak tersebut membeberkan dinamika perkuliahan serta metode adaptasi kehidupan sehari-hari di NXU.

​"Salah satu pengalaman akademik terbaik selama mengikuti program double degree di Tiongkok adalah kesempatan untuk belajar langsung dari budaya dan kebiasaan masyarakat setempat, terutama cara mereka menyelesaikan masalah secara efektif (problem solving) dalam hal-hal yang berkaitan dengan coding atau mengatasi rumus pada bidang software," ungkap Najwa Subhan.

​Najwa menegaskan bahwa selain kedisiplinan belajar mahasiswa lokal yang memicu semangat, tantangan riil yang dihadapi di perantauan justru berkaitan dengan konsistensi beribadah di tengah masyarakat minoritas Muslim.

​"Tinggal di negeri yang penduduk Muslimnya sangat minor ini membuat saya belajar untuk lebih cermat dalam bertindak dan bermuamalah, apalagi dengan eksposur yang kuat untuk mengesampingkan ibadah yang berbentuk ritual. Jadi, pengalaman dari sisi ini tidak hanya berkesan tapi sekaligus menjadi tantangan yang besar bagi saya dan teman-teman Muslim lainnya," jelas Najwa.

​Ia menyarankan para mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi, salah satunya melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok guna memperluas jaringan profesional hingga ke sektor korporasi Indo-China. Melalui pembekalan komprehensif ini, FTI UII mengamanatkan para mahasiswa agar mampu memetik ilmu setinggi-tingginya tanpa menggoyahkan pijakan akidah dan identitas bangsa.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a Comment