News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jelang Musim Hujan, Groundsil dan Dinding Penahan Jembatan Kewek Disiapkan Demi Jaga Keamanan

Jelang Musim Hujan, Groundsil dan Dinding Penahan Jembatan Kewek Disiapkan Demi Jaga Keamanan


WARTAJOGJA.ID : Menyambut datangnya musim penghujan yang diprediksi datang dua bulan ke depan atau sekitar Oktober, proyek revitalisasi Jembatan Kewek di kawasan Danurejan, Kota Yogyakarta, terus menunjukkan perkembangan yang sangat positif dan terukur.

Kontraktor pelaksana, PT Wasis Karya Nugraha menyatakan pihaknya saat ini memprioritaskan percepatan penyelesaian bangunan pengendali aliran air (groundsill) serta dinding penahan tanah di sepanjang bantaran Sungai Code.

Langkah proaktif ini diambil guna memastikan lingkungan sekitar sungai tetap aman, nyaman, dan terjaga secara optimal saat intensitas hujan mulai meningkat.

​Manager Pelaksanaan PT Wasis Karya Nugraha, M Hary Juhindra, menjelaskan bahwa pengerjaan groundsill menghadirkan manfaat besar bagi keseimbangan ekosistem dan kestabilan aliran sungai. 

Struktur konstruksi ini dirancang secara khusus untuk meredam energi kinetik air, sehingga arus Sungai Code yang mengalir dari hulu terasa jauh lebih tenang dan ramah bagi lingkungan permukiman di sekitarnya.

​"Groundsil ini merupakan salah satu bangunan pengendali banjir yang berfungsi efektif sebagai pemecah energi air. Kehadirannya membuat aliran sungai menjadi jauh lebih tenang sekaligus mengamankan struktur abutmen jembatan lama yang tetap kita pertahankan. Ketika musim hujan tiba dan debit air naik, alirannya justru menjadi lebih stabil. Pengendapan sedimen yang terbentuk di sekitarnya juga secara alami membantu mengunci dan memperkuat struktur abutmen," ujar M Hary Juhindra saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (19/8).

​Hary menambahkan, keberadaan groundsill ini tidak akan mengurangi pasokan air dari arah hulu utara (Sleman) maupun menimbulkan potensi sumbatan pada alur sungai. 

Sebaliknya, sistem ini bekerja secara efektif menyerupai pengerem alami yang menstabilkan kecepatan air limpasan agar tetap dalam batas aman dan terkendali. 

Secara teknis, konstruksi groundsill dibangun selaras dengan bentang alam Sungai Code, dengan lebar 18 meter mengikuti lebar sungai, tinggi terukur di bawah 5 meter, serta panjang 6,5 meter ke arah selatan.

Posisi ini berada di luar area jembatan utama sehingga pengerjaannya berjalan harmonis tanpa mengganggu tahapan konstruksi lainnya.

​Sejalan dengan pengerjaan groundsill, tim di lapangan juga terus merampungkan pembuatan dinding penahan tanah (retaining wall) di kedua sisi tebing sungai. 


Penguatan struktur tebing sepanjang 30 meter di sisi timur serta sekitar 50 meter di sisi barat ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir September mendatang, tepat sebelum puncak musim hujan tiba.

​"Kami sengaja mengejar dan memprioritaskan pengamanan tepi sungai ini sejak dini. Dinding penahan tanah dan groundsill kami siapkan dengan matang agar begitu intensitas hujan mulai tinggi, seluruh prasarana pendukung sudah siap 100 persen. Dengan persiapan yang kuat ini, warga masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Code dapat merasa tenang, nyaman, dan tidak perlu khawatir, karena debit air akan tetap mengalir secara teratur dan terkontrol dengan baik," kata Hary.

Sebelumnya, anggota Komisi V DPR RI Danang Wicaksana Sulistya dalam kunjungannya pada 11 Agustus 2026 lalu menilai, progres pembangunan di lapangan sejauh ini berjalan sesuai rencana. 

"Kami berharap pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga dapat segera difungsikan dan mendukung aktivitas masyarakat, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru)," kata dia.

Kepala Satker PJN Wilayah DIY, Tisara Sita, mengatakan pembangunan Jembatan Kewek saat ini telah memasuki tahapan penting. Pekerjaan pondasi telah selesai dan sejumlah pekerjaan struktur lanjutan sedang dilakukan.

“Untuk pekerjaan pondasi sudah selesai. Kemudian sudah ada second pile dan saat ini kami mempersiapkan rencana erection girder yang ditargetkan pada akhir September,” ujar Tisara.

Pembangunan penggantian Jembatan Kewek sebelumnya resmi dimulai melalui penandatanganan kontrak kerja antara Satker PJN Wilayah Provinsi DIY dengan PT Wasis Karya Nugraha.

Proyek yang bersumber dari APBN tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp19 miliar dengan masa pelaksanaan 240 hari kalender. Berdasarkan kontrak, target penyelesaian atau Provisional Hand Over (PHO) ditetapkan pada 25 Desember 2026.

Secara teknis, Jembatan Kewek yang baru akan menggunakan struktur balok girder yang lebih kokoh. Berdasarkan Detailed Engineering Design (DED) dari Pemerintah Kota Yogyakarta, jembatan memiliki panjang 30 meter dan lebar total 16 meter.

Lebar tersebut terdiri atas badan jalan beraspal sekitar 11 meter serta trotoar di kedua sisi masing-masing selebar 2,5 meter.

Pekerjaan pembangunan diawali dengan pembongkaran struktur jembatan lama sebelum dilanjutkan dengan pembangunan fondasi dan struktur jembatan baru.

Selain pembangunan jembatan utama, paket pekerjaan juga mencakup penataan oprit atau jalan pendekat menuju jembatan agar lebih landai dan aman, serta pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pada tebing sungai untuk mencegah erosi sekaligus menjaga stabilitas struktur.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, BBWS Serayu Opak, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, pembangunan Jembatan Kewek diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah dan karakter kawasan sebagai bagian penting dari wajah Yogyakarta.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment